
3 hari kemudian.
" Dimana dia berada? " Eileria berdiri di lorong istana seraya bergumam.
Dirinya tengah mencari Callisto, untuk melanjutkan hal kemarin, tentang kontrak pertunangan.
| Waktu itu dia bilang untuk menemuinya di ruangannya. Tapi ruangan yang mana? Di sini adalah istana, jelas sangat luas. | Pikir Eileria.
Alih-alih melanjutkan mencari Callisto, Eileria memilih menundanya, dan dia berencana pergi ke kedai untuk bertemu dengan Alvin.
| Karena pusing mencarinya, dan aku malas bertanya, lebih baik aku pergi menemui Alvin. Sudah 4 hari aku tidak bertemu dengannya. | Pikir Eileria.
" Kau! " Suara dingin dan tegas yang membuat pendengarnya seketika tertunduk terdengar dari belakang.
Eileria yang jelas mendengar suara panggilan itu, dia berbalik dengan lambat.
" Salam yang mulia raja Eldorado. Semoga anda di berkahi. " Eileria memberi salam ketika dia berbalik dan menyadari bahwa pemilik suara itu tidak lain adalah penguasa Eldorado, Ellios.
Ellios berdiri di depan Eileria dengan gagah dan tegas layaknya seorang raja, dia menatap dingin ke arah Eileria, seolah Eileria adalah serangga.
| Apa tatapan matanya itu? Apa kau merendahkanku? | Eileria dalam batinnya.
| Oh, anjing setianya juga ternyata masih mengibaskan ekornya di belakang. | Batin Eileria ketika dia melihat Gort berada di belakang Ellios.
" Tidak baik pelayan seperti mu mendekati putraku. Kau tidak layak. " Ucapan itu keluar dari mulut Ellios dengan nada dingin mengintimidasi.
" Apa maksud anda yang mulia? " Tanya Eileria.
" Jangan pernah berpikir bahwa kau bisa merangkak ke puncak yang lebih tinggi karena putraku. Kau hanyalah serangga seperti lalat, yang bisa aku bunuh kapan saja. " Ellios sekali lagi mengintimidasi Eileria dengan kata-katanya, bahkan dia terang-terangan berkata bahwa dia akan membunuh Eileria.
__ADS_1
| Sepertinya pak tua ini sudah lelah dengan pekerjaannya. Mau membunuhku? Tidak semudah itu, dan apa maksud mu? Naik ke puncak yang tinggi? Itu bahkan tidak perlu. | Pikir Eileria.
| Mari kita memulai drama. | Pikir Eileria sekali lagi.
" Apa maksud anda soal putra mahkota Callisto? Hmmmm, bagaimana Ya, beliau memang begitu tergila-gila dengan saya sampai beliau selalu tidur di ranjang yang sama bersama saya. " Eileria mengatakan itu dengan suara yang manis, yang membuat kedua orang berkedudukan tinggi di depannya terlihat kesal.
" Apa katamu? Ranjang yang sama? " Dengan nada tinggi Ellios bertanya.
" ...Benar yang mulia, beliau tidak melepaskan saya..." Jawab Eileria dengan senyum meyeringai.
| Tentu saja itu bohong....Tapi, kalau di ingat-ingat aku dan pria itu memang pernah tidur bersama. | Pikir Eileria mengingat kejadian saat dia tidak sengaja tidur bersama Callisto di ranjang yang sama..
" Kau benar-benar tidak tahu malu! " Teriak Ellios, dia bahkan sudah bersiap mengangkat tangan kanannya untuk memukul Eileria.
Akan tetapi, tatapan mata Eileria tidak goyah, dia bahkan tidak bergetar saat Ellios selaku raja mengangkat tangannya.
" Ada apa ini? " Suara seseorang lagi, kali ini suaranya jelas milik orang yang sedang Eileria cari.
" Salam Yang mulia. " Callisto memberi salam hormat.
" Hah! Kau benar-benar membuatku pusing Callisto. " Helaan nafas kasar keluar dari Ellios.
" Yang mulia sebaiknya anda jangan marah. Nanti kondisi jantung anda akan buruk. " Gort berbicara.
" Jadi kau ada di sini? Aku sudah mencarimu sedari tadi. " Callisto menatap Eileria.
Tidak lama, tangan Callisto tiba-tiba memegang lengan Eileria.
| Apa ini tiba-tiba? Apa peranku sebagai tunangan nya akan di mulai sekarang. | Batin Eileria syok.
__ADS_1
" Kenapa anda memarahinya? " Tanya Callisto sinis.
" Sudah ku bilang, jangan bersamanya! Bersamalah dengan Adelia! " Tegas Ellios.
Callisto yang geram, dia mengepal tangan satunya, dan menjawab tegas.
" Adelia? wanita itu lagi. Saya tidak mau menerimanya. Hubungan tanpa cinta tidak ada artinya, itu akan menyakiti keduanya. Lagi pula, saya sudah memiliki pendamping saya sendiri. " Ucap Callisto.
" Jangan bilang wanita yang kau gandeng ini! " Ellios dengan mata bulat menatap seram Eileria.
| Hati-hati, nanti matanya keluar. Tidak lucu seorang raja tidak bisa melihat. | Batin Eileria.
" Karena sudah jelas, tidak perlu saya jelaskan. Besok saya dan Eileria akan bertunangan. Tidak peduli anda menentangnya atau tidak. " Callisto dengan suara tegasnya memutuskan.
" Apa kau serius tentang itu? Jika seperti itu, tahta ini tidak mungkin menjadi milikmu Callisto! " Ellios dengan marah mengancam.
" Apa anda yakin? Satu-satunya putra anda hanya saya, lagi pula saya bisa merebutnya sendiri jika saya mau. " Ucap Callisto yakin.
| Ya, dia benar. Sangat mudah mendapatkan tahta tanpa persetujuan ayahnya, karena dia monster kejam. | Batin Eileria.
" Permisi yang mulia, semoga berkah mengikuti anda. " Callisto mengucap salam, dan pergi bersama dengan Eileria.
Ellios yang di tinggal kan jelas sangat marah dengan putranya dan Eileria.
" Apa aku harus membunuh wanita itu secepatnya? Jangan sampai putraku mengikuti jejakku hanya karena nafsu. " Ucap Ellios.
" Keputusan ada di tangan anda yang mulia. " Ucap Gort.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung