Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam

Tidak Sengaja Membangunkan Pangeran Kejam
CHAPTER 30


__ADS_3

Callisto benar-benar pergi ke tempat di mana pengrajin senjata berada, tujuannya untuk mencari tahu siapa pemilik busur panah yang sudah mengincar dirinya.


" Apa ini tempatnya? " Tanya Callisto yang terus menatap pintu kayu di depannya.


" Ya, yang mulia. sesuai perintah anda, pengrajin senjata. Ini adalah tempatnya. " Jawab Hylos.


" Kalau begitu tunggu apa lagi. " Ucap Callisto.


Setelah ucapan Callisto, Hylos melirik ke arah prajurit seperti memberikan kode, agar mereka masuk ke dalam.


" Saya mengerti. " Jawab prajurit tersebut.


Para prajurit turun dari kuda mereka masing-masing, dan berjalan ke arah pintu kayu.


Salah satu prajurit dengan cepat membuka pintu kayu tersebut, seraya berkata.


" Adakah orang di sini? " Tanya prajurit dengan rambut hitam sembari menoleh kanan, kiri.


Kondisi di dalam jelas banyak besi, tungku api yang masih menyala, dan beberapa senjata yang sudah selesai di buat.


Ruangan itu sangat panas, dan gersang.



Tidak lama setelah prajurit itu bertanya, suara denting besi terdengar dari dalam rumah kayu tersebut.


' Trang..Trang...trang....


" Keluarlah! Yang mulia putra mahkota berada di sini! " Teriak Prajurit tersebut lantang.


" Yang mulia? " Setelah teriakan itu, suara lelaki tua terdengar dari sisi kiri pintu.


Pemilik suara itu pun muncul, dengan perlahan. Sosoknya seorang pria yang sudah berumur, dengan pakaian lusuh.



" Dimana yang mulia? " Pengrajin itu bertanya kepada prajurit yang berada di depannya.


" Aku di sini. " Suara Callisto terdengar, dia masuk bersama dengan Hylos.


Callisto melirik seisi ruang tempat di mana senjata di buat.


" Apa benar kau Callisto? " Tanya pengrajin.


' Sring! ' Tiba-tiba Hylos mengeluarkan pedang dari sarungnya.


" Berani sekali kau bertanya seperti itu! " Teriak Hylos.


" Aku bertanya apa dia benar Callisto? " Tanya pengrajin itu sekali lagi.


Si pengrajin terus menatap Callisto dari atas sampai bawah, dia pun maju ke hadapan Callisto, dan berbicara lagi.

__ADS_1


" Tidak mungkin....Bagaimana bisa sebesar ini? " Gumamnya kecil sembari menggaruk dagunya.


" Perhatikan cara bicaramu di depan yang mulia! " Tegas Hylos, dia belum memasukkan pedangnya.


" Masukan pedangmu Hylos. Dia seorang pengrajin senjata, jika dia tidak ada lantas bagaimana kita bisa memenangkan peperangan? " Ucap Callisto.


" Saya mengerti yang mulia, tapi dia bicara dengan nada yang tidak sopan, dan bahasa yang tidak sopan. Sepertinya lelaki tua ini memang bersifat buruk. " Ucap Hylos geram.


" Ckckck......" Pengrajin itu mendecakkan lidahnya beberapa kali, seraya menggelengkan kepalanya.


" Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak tahu apa-apa....Aku bertanya apa dia benar-benar Callisto? Aku hanya bertanya! karena aku tidak mau memberi salam hormatku kepada orang lain....


" Pergilah! Aku tidak mau berbicara dengan kalian. " Ucap si pengrajin seraya berbalik pergi.


" Orang-orang sekarang sakit apa? Kenapa mereka selalu menipu ku. Tidak tahu sudah berapa kali aku tertipu, mereka berpura-pura menjadi putra mahkota. " Si pengrajin bergumam pelan, dengan nada yang kesal.


Callisto yang mendengarnya, dia pun menghentikan pengrajin tersebut.


" Tunggu! " Ucap Callisto.


" Apa lagi?! " Tanya Pengrajin geram.


" Anda bilang berpura-pura? " Tanya Callisto.


" Yaya! Aku tahu kau salah satu dari mereka. Lebih baik kalian pergi saja! Aku sudah tidak bisa di tipu! " Ucapnya.


" Aku benar-benar Callisto, Malvin Callisto Eldorado. " Ucap Callisto meyakinkan.


" Mereka juga mengakatakan hal yang sama. Aku sudah muak! " Tolak Pengrajin itu kekeh.


" Yang mulia, dia tidak akan percaya, lebih baik kita pergi saja. " Ucap Hylos.


" Pergi kau bilang?! Tidak semudah itu! Masalah ini harus di luruskan, agar dia tidak tertipu lagi! " Ucap Callisto kekeh.


Setelah ucapannya, Callisto mengeluarkan sebuah lencana. Ukirannya terbuat dari emas, berbentuk singa di tengahnya.



" Tunggu, yang mulia? Itu lencana putra mahkota? Bagaimana mungkin anda memperlihatkannya semudah itu? " Hylos kaget, dan tidak percaya.


Bagaimana tidak, Lencana putra mahkota hanya di perlihatkan saat penobatan resmi putra mahkota Eldorado.


" Diamlah Hylos! Kau cerewet! " Tegas Callisto dengan lirikan tajamnya.


Tidak hanya itu, Callisto mengeluarkan satu Lencana lagi. Bentuknya sangat unik, itu adalah lencana kepemimpinan prajurit kerajaan.



" Lihatlah, kau pasti tahu benda apa ini. " Ucap Callisto seraya memperlihatkan kedua lencana tersebut.


" Hmmm? " Pengrajin itu melihat kedua lencana itu dengan mata membulat.

__ADS_1


" Ini....Bukankah ini lencana putra mahkota, hanya waktu penobatan saja lencana ini bisa di lihat! Dan ini! Ini lencana kepemimpinan ksatria dan prajurit kerajaan! " Pengrajin itu kaget sekaligus takjub.


' Bruk...


Pengrajin itu tanpa pemberitahuan langsung turun, dan bertekuk lutut di depan Callisto.


" Salam Yang mulia....Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda. " Ucap Pengrajin itu sopan.


" Maaf atas sikap kasar dan tidak sopan saya tadi yang mulia. Saya tidak pernah berniat seperti itu. " Ucap Pengrajin tulus.


" Aku mengerti, kau tidak perlu seperti itu. " Ucap Callisto.


" Saya rendah yang mulia, tidak pantas berdiri sejajar dengan anda. Saya sungguh mengagumi anda yang mulia. " Ucap Pengrajin tulus.


" Baiklah, itu keinginanmu. " Ucap Callisto.


Callisto memasukkan kembali kedua lencananya.


" Kalau begitu kau mau menjawab pertanyaanku bukan? " Tanya Callisto.


" Ya, Yang mulia, saya akan menjawab sebisa, dan sepengetahuan saya. " Jawab pengrajin itu.


Hylos pergi membawakan kursi untuk Callisto duduk, setelah kursi datang, Callisto pun duduk dan mulai bertanya lagi.


" Namamu? " Tanya Callisto acuh.


" Saya Lark Yang mulia..." Jawab pengrajin yang bernama Lark.


" Pengrajin senjata? Panah, pedang, tombak, dan senjata lainnya? " Tanya Callisto.


" Ya, anda benar. " Jawab Lark singkat.


Callisto terdiam sementara, matanya terus menatap Lark yang tertunduk gemetar di bawah kakinya.



" Aku tidak akan memenggal kepalamu! Jangan tegang. " Ucap Callisto.


Ucapannya bukan menenangkan, melainkan semakin membuat Lark gemetar hingga keluar keringat dingin dari wajahnya.


" Sa-saya tidak tegang..." Jawab Lark gemetar.


" Bagus. " Ucap Callisto puas.


" Hylos! Bawa anak panahnya. " Perintah Callisto.


...----------------...


BERSAMBUNG....


Author besok update lagi, sore yah...di tunggu😀

__ADS_1


__ADS_2