Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 18


__ADS_3

Barra cukup terkejut dengan ajakan Anin, jujur saja dia senang mendengar itu. Tapi dia juga kecewa karena ajakan Anin tidak lebih dari membalas denda kepada Dylan itu yang Barra lihat dari sorot mata Anin yang melempar tatapan benci pada adik kandungnya itu.


"Anin! jangan seperti itu. Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf aku tau aku salah, tapi--"


Plak..


Satu tamparan mendarat di pipi Dylan, Anin sendiri terkejut saat menyadari jika dirinya menampar pria yang pernah ia cintai itu. Dylan yang tidak kalah terkejut ketika melihat gadis yang biasanya terlihat manja dan anggun itu berani menamparnya.


"Kemarilah!" sentak Dylan yang sudah mulai kesal dan menarik lengan Anin.


"Mau di bawa kemana istriku!" sentak Barra yang juga tidak kalah marah. Barra menahan lengan Dylan yang menarik lengan Anin, ketiganya saling tatap sementara dua wanita yang tadi bercumbu di kamar Dylan berlari mengajak para orang-orang yang sudah berpesta semalaman suntuk itu untuk pergi dari Apartement Dylan.


Hingga tinggal mereka bertigalah yang saling tidak mau melepaskan, "Lepaskan istriku!" sentak Barra menyadarkan Dylan jika Anin adalah miliknya.

__ADS_1


Barra mengeratkan cengkramanya di lengan Dylan membuat pria itu mau tidak mau harus melepaskan lengan Anin, Barra langsung menarik Anin ke samping nya.


"Kamu bilang kita harus melanjutkan malam pertama yang tertunda kan?" tanya Barra sambil merangkul Anin dan membelai anak rambut gadis itu.


Anin yang masih syok hanya diam membisu, sementara Dylan terlihat sangat emosi namun tidak tau harus berbuat apa.


"Kalau begitu lakukanlah di sini," tunjuk Barra pada kamar Dylan yang tadi di pakai untuk bercinta dengan kedua wanita itu.


"Kak! Apa kau gila!" sentak Dylan tidak terima bagaimana oun kamar itu adalah kamarnya, jika mereka melakukanya di dalam sana. Kemungkinan besar dirinya akan sangat terluka dan mengingatnya seumur hidup.


Dylan yang tak terima dia pun langsung menggedor-gedor pintu itu dengan sangat keras.


"Berhenti Dylan! jika kau coba-coba membukanya, aku akan melakukan percintaan ini di depan matamu sendiri!" sentak Barra dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Dylan yang mendengar ancaman Barra pun langsung melemas dan terduduk di lantai, dengan kepala yang masih pusing akibat begadang semalaman dan pengaruh alkohol yang masih aktif di dalam tubuhnya. Dylan memejamkan matanya dengan ait mata yang sudah mrnetes.


Sementara di dalam kamar, Barra hanya melihat Anin yang menangis duduk di tepi ranjang.


"Aku tidak bisa menyentuhmu," ucap Barra tiba-tiba kepada Anin yang masih merapihkan wajahnya dari air matanya.


Anin mendongak menatap pria yang sedang berdiri itu, "Kenapa? bukan kah itu yang Kakak inginkan?" tanya Anin karena sekarang dirinya juga sedang membutuhkan tubuh Barra untuk membalaskan sakitnya kepada kekasihnya itu. "Aku mohon kak, bantu aku." pinta Anin dengan mata sendunya.


"Tolong, sentuh aku." lirihnya pelan dengan wajah yang memohon.


.


.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2