Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 36


__ADS_3

Anin sangat bingung bukanya Barra di bawa kerumah sakit, pria yang sedang sakit itu justru malah di bawa kesebuah vila di pinggir pantai.


“Sekertaris Ed, kamu tau kan jika Tuan mu sedang kesalitan! Kenapa kalian membawanya ketempat seperti ini?” Tanya Anin yang sedak tadi memberontak, wanita itu memaksa ingin masuk kedalam vila namun Kepala pelayan Bram dan Edwin mencegahnya.


“Maaf Nona, Tuan Barra memang sedang melakukan perawatan. Dia tidak bisa di rawat di rumah sakit, dan sebaiknya anda sekarang pulang dan kembali melanjutkan aktipitas anda, Nona.” Ucap Edwin dengan rasa tidak enak bagaimana pun wanita ini adalah istri dari tuanya.


“Aku tidak mau! Kenpa kalian tega memisahkan ku dengan suamiku! Aku harus merawat dia Ed kamu tau kan kalo itu tugas ku sebagai seorang istri?” Tanya Anin. Jujur saja dia sendiri bingung kenapa mengakui jika dirinya adalah seorang istri padahal beberapa minggu lalu dia meronta-ronta minta membatalkan pernikahanya.


“Tentang itu Nona tidak perlu hawatir, karena ada banyak tenaga medis yang merawatnya dengan sangat baik di sini.” Ucap Bram akhirnya berbunyi pria paruh baya itu sangat ingin menennagkan Nona mudanya yang terlihat hawatir dari raut wajahnya.


Anin terdiam lalu menatap tajam kedua orang di depanya, “memangnya Kak Barra punya penyakit apa sampai kalian menyembunyikanya dari ku?” Tanya Anin dengan penuh curiga.

__ADS_1


Edwin dan Bram pun tertegun saat melihat Anin yang penuh curiga.


“Terserahlah, aku tidak akan pergi dari sini sampai kalian membiarkan ku menemui Kak Barra dan merawatnya!” Ketus Anin. Dia pun membalikan tubuhnya dan menjauh dari jangkauan kedua orang itu.


Jujur saja saat ini Anin sangat hawatir pada Barra yang tiba-tiba sesak dan pingsan saat bertemu Dylan.


Dia tidak mungkin meninggalkan suaminya yang sakit begitu saja tanpa dia tau keadaan nya sekarang. Akhirnya Anin memutuskan untuk duduk di tepi kolam renang di samping Vila itu dengan teriknya sinar matahari gadis itu duduk di lantai sambil menatap langit pada pantulan air di dalam kolam renang.


“Kamu yakin tidak ingin menemuinya? Dia sangat terlihat hawatir Bar.” Ucap Frans sambil menatap Barra yang sejak tadi menatap ponselnya dengan tatapan kosong.


“Kamu tau kalo aku tidak ingin memperlihatkan kelemahanku di depan nya kan? Kenapa kamu sejak tadi memaksaku seperti ini.” Ucapnya dengan nada datar tidak seperti biasanya yang selalu berbicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


“Aku bukan memaksamu, aku hanya tidak ingin kamu menyesal.” Jawab Frans.


“Aku akan menyesal jika dia tau dan mulai menjauhiku.” Ucap Barra dia snagat takut jika Anin akan meninggalkanya hanya ika istrinya itu mengetahui penyakit buruk dirinya, sudah pasti Anin akan berpikir jika Barra tidak akan bisa menjaga nya dengan baik karena tadi saja hanya dengan bertemu Dylan saja dia sambail pingsan.


Frans menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia bingung dengan kisah cinta sahabat sekaligus sepupunya itu. Barra terlalu banyak menyembunyikan banyak hal dari sang istri itu sangat membuat nya hawatir.


“Baiklah kita lihat, jika dalam waktu 5 jam dia sudah pergi aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi jika dalam waktu itu dia tidak kunjung pergi aku akan membiarkanya masuk.” Ucap Frans dengan tegas. Walau Barra tidak ingin memperlihatkan kelemahanya di depan Anin dia juga tidak melarang Frans berbiacara seperti itu.


.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2