Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 43


__ADS_3

Anin sangat menikmati ciuman yang Barra lakukan padanya, pria itu menggerayangi tubuh Anin dengan sangat sensual hingga membuat Anin beberapa kali melenguh nakal.


Namun ada perasaan aneh yang Anin rasakan, tiba-tiba saat mencium aroma leher Barra perut Anin terasa sangat bergejolak. Rasa mual tiba-tiba melandanya.


“Uweeggh..” Anin mendorong tubuh Barra dia duduk dengan kedua telapak tangan yang menutup mulut dan hidungnya.


“Sayang kamu kenapa? Apa kamu sakit?” Tanya Barra dengan raut wajah hawatir. Barra berlari dan membuka pintu kamar dengan sangat keras, hingga mengagetkan semua orang yang sedang duduk di ruangan yang ada di depan kamar nya.


“Ada apa Tuan?” Tanya Bram semua orang nampak bergegas mendekati Tuanya.


“Frans cepat periksa istriku, sepertinya dia sakit.” Ucap Barra dia segera menarik Frans yang masih berdiri.


“Lepaskan aku Barr, aku akan memeriksa istrimu.” Ujar Frans karena merasa risih pakaian nya di tarik Barra.


Anin dengan segera duduk di tepi ranjang, dia merapihkan pakaian yang di buat berantakan oleh Suaminya. “Aku baik-baik saja kak, aku hanya tiba-tiba mual karena memang belum makan sejak tadi.” Ujar Anin.


“Bram.. kamu tidak dengar jika istriku belum makan! Cepat siapkan makanan untuknya.” Titah Barra dia langsung duduk di samping Anin dan merangkul wanitanya.

__ADS_1


“Baik tuan, akan saya siapkan.” Dengan bergegas pelayan Bram keluar dan memerintahkan koki.


“Sayang aku baik-baik saja.” Ujar Anin berusaha menenangkan suaminya.


“Kau ini bagaimana Dafa! Kenapa kamu sangat tidak memperhatikan majikan mu!” Celetuk Barra karena Dafa lah yang bertugas menjaga istrinya.


“Maaf Tuan, saya—“


“Sudah-sudah kalian cepat keluar, aku harus memeriksanya.” Ucap Frans yang sejak tadi sudah bersiap dengan alat medianya.


“Lebih baik Kakak keluar saja, biar Dr memeriksaku.” Ucap Anin memohon pada suaminya, karena dirinya ingin berbicara hal yang tidak boleh Barra tau.


Barra menghela nafasnya panjang, dengan berat hati dia juga harus segera keluar. “Panggil aku jika sudah selesai.” Ucap Barra, “katakan oadaku jika dia berbuat aneh-aneh.” Ucap nya lagi Barra pun mencium kening Anin dan pergi keluar dari kamar itu bersama Dafa.


“Dok, tidak perlu memeriksa saya.” Ucap Anin dia tidak mau Frans bersusah payah memeriksanya.


“Kenapa? Tuan Barra menyuruhku memeriksamu Nona Anin. Jika dia tau dia pasti marah padaku.” Ucap Frans dengan jujur.

__ADS_1


“Sebenarnya mmm…” Anin menjeda ucapan nya dia bingung cara menyampaikanya.


“Katakan saja jangan malu atau menutupi nya, biar saya bisa mendiagnosa anda Nona.” Ucap Frans dia jadi penasaran apa yang akan di katakan Anin.


“Biasanya tidak pernah, tapi entah mengapa hari ini aku sedikit mual mencium aroma tubuh suami ku sendiri. Tapi bukan berarti dia bau, hanya saja perutku sepertinya bermasalah.” Ucap Anin dengan merasa tidak enak, takut jika Frans akan berpikir yang tida-tidak.


Frans hanya mengulum senyum mendengar ucapan Anin dia mencari sesuatu di dalam tadnya lalu memberikan itu pada Anin.


“Coba kamu cek dengan alat ini, Nona. Jika hasilnya positif saya akan memeriksa anda lebih jauh di rumah sakit.” Ucap Frans.


Anin meraih benda itu dan menatap nya dengan terkejut, “bukan kah ini tes untuk kehamilan Dok?” Tanya Anin, dia bingung apa hubungan nya bau badan suaminya dengan tes kehamilan.


.


.


To be continued…

__ADS_1


__ADS_2