Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 39


__ADS_3

Anin dan Barra pun saling tatap melihat kekonyolan Kedua sahabatnya itu, lalu sama-sama tersenyum.


“Aku tidak menyangka teman-teman mu sangat menggemaskan.” Ucap Anin membuat senyuman Barra menghilang dalam sekejap.


“Menggemaskan? Lalu aku?” Tanya Barra dengan wajah seriusnya, Barra sangat ingin mendengar ucapan Anin itu. Dia berharap jika kata yang akan di ucapkan istrinya dapat membuat nya senang.


“Tentu saja,” jawab Anin ambigu, Anin membuka baju Barra dan menggantikan nya dengan baju Barra. Namun saat hendak mengancingkan pakain Barra, Anin terdiam menatap betapa sexy tubuh suaminya itu.


“Anin, tentu saja apa?” Tanya Barra. “Anin!” Panggilnya lagi karena Anin hanya diam saja menunduk kebawah.


“Sexy.” Gumam Anin saat pundak nya di guncang oleh lengan suaminya. Barra tersenyum lalu menitupi tubuhnya dengan cepat dan mengancingkan pakaianya.


“Aku tidak menyangka jika istriku ini mesum.” Ucap Barra sambil mengulum senyum karena wajah Anin langsung memerah karena malu.


“Si-siapa yang bilang? Aku hanya ingin mengancingkan pakaian kakak.” Ucap Anin dengan terbata dia menunduk karena malu.


“Tidak apa-apa jika aku sedang sehat, namun aku sedang sakit. Aku tidak ingin kamu ikut sakit Anin.” Jawba Barra.

__ADS_1


“Apa hubunganya menatap dadamu dan sakit?” Ucap Anin bingung.


“Bukan kah kamu sedang menginginkan tubuhku? Dan merindukan sentuhan ku?” Ucap Barra dengan tersenyum penuh kemenangan.


“A-apa! Siapa yang bilang seperti itu? Aku tidak bilang begitu.” Ucap Anin dengan cepat dia berlari keluar kamar itu dengan baju yang belum di ganti. Anin pergi karena merasa sangat malu.


“Sejak kapan Kak Barra berbicara begitu sangat vulgar? Dan sejak kapan kak Barra pandai menggoda?” Ucap Anin dalam hatinya sambil berlari.


Semua orang yang berada di ruang tengah pun menatap Anin yang sedang berlari, “Nona Anin!” Panggil Bram.


Anin menoleh. “Ada apa Pak Bram?” Tanya Anin dia takut jika dirinya akan kembali di usir.


Anin menerimanya paperbag itu. “Terimakasih Pak, tolong suruh dokter untuk memeriksa keadaan Kak Barra. Saya akan berganti pakaian lalu menemuinya.” Ucap Anin dia sedikit tenang karena akhirnya dirinya tidak di usir.


“Baik Nona.” Bram pun langsung melangkah mundur dan menemui Frans untuk masuk kedalam kamar sepupunya.


Anin berjalan masuk kedalam kamar mandi, namun gadis itu seperti nya lupa sesuatu. “Bukanya kak Barra sedang sakit? Tapi kenapa dia terlihat baik-baik saja.” Pikirnya sambil membuka pakaian nya.

__ADS_1


“Apa dia berbohong? Atau dia sudah sembuh?”gumamnya lagi. “Cepat sekali jika dia sudah sembuh.” Anin terus berceloteh sambil memasang pakian nya sendiri.


Selesai itu Anin dengan cepat kembali ke kamar Barra, namun langkah nya terhenti saat mendengar percakapan antara dr. Frans dan Suaminya.


“Samapi kapan kamu akan menyembunyikan nya Bar!” Ucap Frans dia tidak ingin jika Barra terus menutup dirinya dari sang istri.


“Aku tidak tau, tapi aku belum siap. Lagian bukan nya kamu bilang aku banyak peningkatan dan mulai sembuh?” Tanya Barra berushaa membuat Frans mengerti keinginan nya.


Anin mengerutkan kedua alisnya bingung.


“Pokoknya jangan beri tahu apapun pada Istriku.” Ucap Barra yang sedang dududk di atas ranjang dengan tubuh yang menyender.


“Aku ingin tahu apapun tentang mu, kak! Karena aku istrimu!” Ucap Anin sambil melangkah maju kedalam kamar.


.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2