Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 34


__ADS_3

“Euuuhhh he-hentikan kak.” Ucap Anin sambil menggeliat berusaha melepaskan lehernya di bibir Barra.


Namun bukanya terlepas, Barra justru menghisap di bagian leher lainya. “Cepat jawab atau aku akan membuatmu menderita.” Ancamnya sambil menggelitiki perut wanitanya hingga membuat Anin meronta-ronta seperti cacing kepanasan.


“Ampun!! Tidak !! Jangan gelitiki aku kak!” Teriak Anin tidak kuat, gadis itu tertawa di ikuti dengan cairan bening di ujung matanya.


Hal itu membuat Barra tertawa renyah, bagaimana mungkin dirinya bisa melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu. Namun hal itulah yang membuat hatinya terasa hangat, dia tidak pernah melakukan hal seperti itu dengan kedua orang tuanya bahkan dengan adiknya.


“Baiklah aku akan memberimu kesempatan, Anin.” Ucap Barra menghentikan aksinya dia mengungkung istrinya dan menatap lekat wanita cantik itu. Wanita yang sejak awal sudah menjadi pusat perhatian nya, wanita yang sangat ingin ia lindungi dari sang adik, wanita yang membuatnya melakukan berbagai cara agar bisa mendapatkanya. Dan wanita yang ternyata ia cintai, Barra mengakui jika dirinya mencintai wanita yanga ada di dalam kungkunganya ini.


Anin menatap wajah suaminya yang sedang nyelipkan anak rambut di telinganya itu, tubuh keduanya yang polos begitu terasa hangat karena kedua kulit mereka sampai menempel. Wajah Anin memerah saat sadar ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana.

__ADS_1


“Jawab dengan jujur, kamu menyukainya atau tidak?” Tanya Barra sekali lagi. “Jika tidak di jawab, aku akan terus menggelitikimu seperti tadi sampai kamu menjawabnya.” Wajah Anin semakin memerah dan terlihat sangat malu.


“Apa kamu malu mengakuinya?” Tanya Barra. Entah sejak kapan Barra selalu bersikap lembut kepadanya, namun itu semua membuat Anin nyaman di dalam dekapan pria ini.


“Iya, aku menyukainya.” Lirih Anin sangat pelan membuat Barra harus menajamkan pendengaranya.


Namun di detik berikutnya Barra tersenyum penuh kemenangan dan merasa sangat bangga. “Pujian mu membuatku kembali bergairah Sayang.” Ucap Barra yang langsung menciumi leher istrinya.


“Ah ka, pe-pelan kak.” Ucap Anin sambil meremat jari-jari kaki nya saat sesuatu yang keras menerobos masuk kedalam tubuhnya.


“Eeuuhhh..” lenguhnya dengan tubuh yang menggeliat dan lengan yang meremat kain sprei yang ada di kanan dan kirinya.

__ADS_1


Barra tidak menggerakan pinggulnya dia membiarkan Anin terbiasa dengan penyatuan ini sambil memainkan kedua belah dada milik istrinya, ia menghisap dan meremas kedua benda kenyal itu dan membuat wanita di bawahnya itu berkali-kali mendongak kenikmatan.


“Kamu siap sayang?” Tanya Barra yang mulai menggerakan pinggulnya dengan ritme pelan dan halus. “Lingkarkan kedua kakimu di punggungku sayang.” Pinta Barra.


Anin mengangguk dan melingkarkan kedua kakinya, dia pun mengalungkan kedua lenganya di pundak suaminya itu. Tanpa sadar Anin menarik kepala suaminya dan mencium pria itu dengan lengan yang menarik pelan rambut suaminya di setiap hentakan yang mulai kasar.


“Aahhh… ahh..” lenguh Anin dia menutup matanya dan menikmati setiap hentakan dan ******* yang ia terima di bibirnya. Barra tidak bisa hanya di satu tempat, ia juga menandai di setiap leher jenjangnya hingga berkali-kali Anin menggeliat.


.


.

__ADS_1


To ne continued…


__ADS_2