Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 25


__ADS_3

Anin duduk menatap dirinya sendiri di cermin sambil menyisir rambut panjangnya, gadis itu terdiam untuk beberapa saat bahkan dia tidak menyadari jika suaminya sudah berjalan masuk kedalam kamar dan menghampirinya.


"Anin, apa yang kamu pikirkan?" tanya Barra yang sudah duduk di tepi ranjang sambil menghadap kearahnya, Anin menoleh dia sangat terkejut karena tidak sadar akan kehadiran suaminya yang tiba-tiba sudah berada di samping nya.


"A-aku, tidak memikirkan apapun kak." jawab Anin sambil menundukan kepalanya. Jari-jarinya meremat pakaian yang ia kenakan, sejujurnya Anin tiba-tiba teringat dengan ayahnya. Dia sangat ingin tau kabar pria yang sudah tega menjualnya, walaupun begitu Anin tetap ingin berjumpa denganya dan meminta penjelasan.


"Katakan!" ucapnya dengan penuh ketegasan namun dengan nada rendah.


Anin mengangkat wajahnya karena Barra menarik dagunya agar menatap wajahnya, "Ayah. Aku ingin tau kabarnya dan dimana dia tinggal," jawab Anin dengan wajah sendunya. Anin sangat merindukan sosok Ayah yang selama ini selalu ada di saat dirinya sedih, namun sekarang hanya ada pria asing yang tiba-tiba menjadi suaminya.


Barra memeluk Anin, dia tau jiga wanitanya sangat merindukan Ayahnya. Namun dia tidak ingin membahas mertuanya itu.


"Anin, ayo kita ulang lagi malam pertama kita." ucap Barra tiba-tiba sebenarnya bukan itu yang mau dia ucapkan, namun karena tidak ingin istrinya bersedih dan mengingat semua masalahnya Barra hanya mencoba membuat Anin mengalihkan pikiranya.

__ADS_1


"A-apa? kita melakukanya lagi?" tanya Anin karena dia terkejut apa secepat itu mereka harus bercinta lagi, padahal dia belum sembuh saat berjalan saja masih terasa nyeri di bagian selangka nya apalagi baru tadi pagi mereka melakukanya.


"Iya, aku janji aku akan menunjukan hal yang luar biasa kepadamu. Aku tidak alan melukaimu lagi," jawabnya membuat Anin susah menelan salivanya.


"A-aku besok harus bangun pagi karena pagi-pagi sekali harus ke kampus." jawab Anin dengan buru-buru, dengan gontai wanita itu langsung naik ke atas ranjang dan menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut membuat Barra terkekeh melihat kegugupan istrinya.


"Aku akan mandi dulu," ucap Barra membuat Anin bertanya-tanya, dengan santainya pria itu masuk kedalam kamar mandi.


Semebtara Anin yang ada di dalam selimut dia berpikir keras dengan ucapan ambigu suaminya itu, Anin.menggigit ibu jarinya dengan peluh di keningnya.


"Apa setelah mandi dia akan mengajaku bercinta lagi? Atau dia hanya memberi tau aja kalo dia akan mandi? Atau dia_" ucapanya terhenti ketika otaknya berpikiran positif.


"Mungkin maksudnya aku harus menyiapkan pakaian ganti untuknya, ia pasti seperti itu." ucap Anin meyakinkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia pun menyibakan selimutnya dan turun dari ranjangnya berjalan menuju walk in closet untuk memilih pakaian yang akan di kenakan suaminya untuk tidur, Anin lalu meletakan sepasang pakaian itu di atas sofa dengan wajah tersenyum.


"Aku sudah seperti istri sungguhan," gumamnya dengan bangga saat melihat pakaian yang ia pilih untuk di pakai suaminya nanti saat tidur.


Saat mendengat suara pintu kamar mandi di buka, Anin dengan cepat berlari kembali ke sangkarnya dan menutup tubuhnya.


Barra mendengus dengan senyum tipis di bi irnya saat melihat tingkah konyol istrinya, melihat pakaian yang di siapkan istrinya membuat hatinya menghangat. Entah mengapa hal kecil seperti ini saja membuat nya senang pikirnya.


Barra segera berganti pakaian dan berjalan menuju ranjang.


.


.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2