Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 8


__ADS_3

Anin makan dengan tidak bersemangat beberapa hari setelah kejadian itu, Barra tidak pernah terlihat lagi di depan Anin. Jujur saja jika Anin merasa tidak enak karena sudah marah pada pria yang sudah menolong ayahnya untuk melunasi hutang nya walau dengan cara menikahi dirinya.


"Risa, apa Tuan tidak pulang juga hari ini?" tanya Anin pada satu pelayan muda yang belakangan ini selalu menemaninya di Mansion.


Pelayan bernama Risa itu tidak langsung menjawab, karena dia merasa tidak enak harus terus berbohong selama berapa hari ini, "iya Nona. Tuan masih dinas luar kota," jawabnya. Anin kembali menyantap makanan nya.


Di dalam lubik hati yang paling dalam nya, Anin merasa benar-benar menyesal karena sudah mendorong bahkan melamoiaskan kekesalanya kepada Barra, tapi yang lebih menyesal lagi saat kepergianya dia bilang terimakasih sambil tersenyum namun dengan raut wajah yang tidak bisa Anin artikan itu.


"Apa Nona sedih karena Tuan tidak jadi mengajak Nona Anin pergi berlibur?" tanya Risa yang memang sudah dekat dengan Anin hingga dirinya berani bertanya hal privasi seperti itu.


"Bukan masalah tidak jadi berlibur, hanya saja aku merasa menyesal karena sudah mengusirnya dan dia pergi tanpa berpamitan padaku." jawabnya Anin dia bingung harus melakukan apa di tempat besar seperti ini.


Anin heran, di tempat semewah dan seluas ini hanya ada Barra yang tinggal seorang diri. Anin baru tau itu karena akhir-akhir ini sering mengobrol dengan Risa pelan yang paling muda yang seumuran denganya. Dan dia baru sadar jika tidak ada keluarga Barra yang datang ke pesta pernikahanya, Anin tidak terlalu memikirkanya karena mungkin mereka sibuk dan tinggal di tempat yang jauh.

__ADS_1


Di tempat lain di depan sungai halaman belakang sebuah villa Barra sedang melempar secangkir teh di depan beberapa pria bersetelan serba hitam yang sudah dapat di pastikan jika mereka adalah Bodyguard pribadi Barra.


"Aku tidak mau terulang kembali kejadian seperti ini!" sentak Barra dengan raut wajah kesal membuat Bram dan Edwin semakin hawatir pada pria yang sedang sakit itu.


"Barra, ayo masuk kamu masih sakit. Jangan membuat keributan saat kamu dalam keadaan lemah seperti ini!" sentak Frans dokter pribadi pria itu yang sudah merawatnya sejak Lima tahun lalu.


Barra duduk saat tubuhnya merasa lelah, beberapa hari ini dirinya hanya berbaring di atas ranjang karena kejadian terakhir kali di dalam Mansion. Barra selalu merasakan sesak yang parah hingga membuat dadanya sakit saat berada di dalam rumah bersama dengan orang lain, termasuk keluarnyanya sendiri.


Sejak saat dirinya seperti itu dia memutuskan untuk tidak tinggal dengan orang lain, namun hanya ada satu orang yang dapat tinggal di sisinya yaitu Anin Barra pernah dengan tidak sengaja berada di rumah Dylan yang ternyata ada Anin di dalamnya sejak saat itu dia tau jika dia bisa hidup bersama denga Anin. Mungkin trauma di masa lalu yang membuat dirinya seperti itu.


"Nona Anin menyibukan diri nya dengan mempersiapkan dirinya karena sebentar lagi liburan akan berakhir dan kembali menyibukan dirinya di kampus, selain itu dia sekarang berteman dengan salah satu pelayan paling muda di Mansion." jawab Bram melihat ada raut kekecewaan di mata Tuanya itu. "Pelayan itu bilang jika Nona Anin sering menanyakan anda setiap hari, Tuan dan dia terlihat hawatir dan menyesal pada anda." lanjut Bram.


Barra hanya tersenyum pahit, "Besok aku harus mulai mengajar." ujarnya membuat Frans langsung protes tidak setuju.

__ADS_1


"Tidak, kamu masih butuh istirahat Barra!" sentaknya frans memang jauh lebih tua 3 tahun dari Barra namun pria itu sipatnya jauh lebih muda dari Barra yang selalu terlibat kalem. Frans adalah teman paling berisik menurutnya karena selalu mengocehi kesehatan sahabatnya itu.


"Frans, ayolah aku sedang tidak mau mendengarkan suaramu yang berisik itu." ujarnya dengan kesal namun masih terlihat santai. "Ini hanya sakit biasa Frans, jangan berlebihan."


"Biasa kau bilang? kau bahkan hampir kehilangan nyawamu karena sesak yang kamu rasakan kemarin!" sentak Frans membuat Bram dan Edwin yang ada di sana menatap Frans dengan tatapan sinis karena terlalu berkata kasar pada pria yang baru saja marah oada Bodyguardnya.


"Maksudku, baiklah jika kamu ingin kembali mengajar dan bertemu istri tercintamu itu." gerutunya dengan kesal.


.


.


to be continued...

__ADS_1


Gimana sampai sini ada yang udah paham sama ceritanya?


__ADS_2