Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 9


__ADS_3

Hari ini dimana Anin mulai masuk kuliah setelah libur panjang nya, dia bersemangat karena Kepala Pelayan Bram bilang jika kemungkinan Barra akan mengajar hari ini.


"Aku harus segera menemuinya dan meminta maaf," ujarnya dengan langkah besar dia berjalan memasuki lorong kampusnya, karena Anin merasa jika dirinya sudah keterlaluan kepada pria itu.


Wajah Anin tersenyum ketika melihat Barra sedang berjalan tidak jauh darinya, "Pak Barra!" teriak Anin dengan langkah cepat dia berjalan mendekati suaminya itu. Barra pun berhenti saat mendengar suara Anin namun dia kembali berjalan tanpa menoleh ke arah gadis itu membuat Anin menghentikan langkahnya. "Apa dia semarah itu padaku? Tuh kan bener berarti dia selama ini pura-pura sibuk dan tidak mau menemuinya." pikiran negatif Anin mulai kemana-mana.


Apalagi sekarang saat melihat Barra berhenti saat di panggil seorang mahasiwi dan berbicara kepada gadis itu semakin meyakinkan Anin jika pria yang menikahinya dua minggu lalu sedang marah kepadanya.


"Anin, sedang apa kamu?" tanya Rose yang langsung merangkulnya sambil menatap Dosen idaman semua wanita di kampusnya itu sedang berbicara dengan musuh bebuyutanya. "Wah si Diana mulai lagi ngedeketin Dosen idamanku," keluhnya. "Dia memang wanita licik tiap liat cowo ganteng di embat terus." lanjutnya lalu menatap Anin yang juga menatap ke arah Barra.


"Kamu juga mulai menyukai pesona Pak Barra? tumben sekali melihat Pak Barra biasanya sibuk dengan ponselmu dan menghubungi kekasih mu itu," ujar Rose karena Anin terlihat tidak seperti biasanya.


"Tidak, aku hanya--" ucapanya menggantung karena Rose langsung menimpal ucapanya.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, karena kekasihmu lebih dari segalanya. Bukankah begitu?" tanya Rose sudah hapal setiap jawaban yang akan di ucapkan Anin.


"Anin, kekasihmu datang mencarimu." teriak Gary sahabat mereka berdua membuat seluruh orang menatap ke arahnya termasuk Barra yang mendengar teriakan Gary.


"Kamu tidak usah teriak-teriak kali, Gary!" ketus Rose karena kebiasaan jelek sahabatnya itu.


"Maafkan aku Ros, aku buru-buru tadi." jawabnya "sana cepat Anin, tadi aku bertemunya di parkiran dan menyuruhmu datang kesana." ucap Gary dengan buru-buru.


"Aku tidak akan menemuinya," jawab Anin membuat Rose kaget karena biasanya Anin akan terlihat sangat bahagia ketika kekasihnya datang menemuinya.


"Apa yang sudah terjadi dua minggu ini?" tanya Rose pada Gary yang juga terlihat bingung.


"Mana ku tau!" ketusnya lalu langsung mendapat toyoran dari sahabatnya itu.

__ADS_1


Di parkiran Anin menemui Dylan masih dengan wajah kesalnya, dia tidak mau jika Dylan akan membuat kegaduhan di kampus seperti sebelumnya saat di Mansion.


"Anin, sayang maafkan aku." ujar Dylan saat melihat gadis itu dia berjalan mendekati Anin dengan buket bunga di lenganya, jika dulu Anin selalu senang saat mendapatkan kejutan seperti ini. Kali ini hatinya merasa kesal dan marah mengingat kejadian itu.


"Ada apa Kakak datang ke sini?" tanya Anin dengan wajah datarnya, Dylan langsung meraih lengan Anin dan memberikan buket itu kepada gadis yang sanagt ia cintai itu. Dylan tersenyim dengan tulus lalu memeluk Anin.


Di lantai atas, tepatnya di balik jendela seseorang yang sejak tadi melihat interaksi keduanya langsung menutup kembali gorden dengan kasar dengan kedua lengan yang mengepal penuh amarah.


"Lepaskan! kita sudah putus dan aku sudah menikah dengan kakak mu sendiri kak! jadi jangan memelukku seperti itu!" sentaknya dengan kesal sambil membanting buket di depan mata Dylan.


"Anin, maafkan aku. Beri aku kesempatan lagi, kali ini aku akan membawamu pergi. Aku sangat mencintaimu dan tidak bisa kehilanganmu sayang, aku bisa gila jika mengingat kamu sudah menikah dengan kakakku sendiri. Aku mohon ikut aku pergi," rayu Dylan agar Anin maubikut bersamanya dan dengan wajah sedih nya Dylan kembali memeluk Anin.


.

__ADS_1


.


to be continued...


__ADS_2