Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 42


__ADS_3

Anin dengan segera mendorong Barra dan melepaskan ciuman nya. “Kak aku mohon selesaikan dulu pembicaraan kita.” Mohon Anin dia masih sangat penasaran dengan Dylan, Barra dan Emily.


“Yang mana?” Tanya Barra sambil menyingkirkan tubahnya dari atas tubuh Anin, dia memeluk Anin dari samping.


“Aku sadar sepertinya memang benar, kak Dylan hanya terobsesi kepadaku.” Ujar Anin membuat Barra menghentikan aktifitas mengelusnya di atas dada Anin.


“Kenapa kamu berbicara seperti itu?” Tanya Barra.


“Selama ini dia selalu menjagaku dengan hati-hati seolah aku ini barang yang akan pecah jika di sentuh, kak Dylan juga tidak mau menciumku atau melakukan hal lebih karena dia bilang dia menyayangiku dan tidak mau jika aku terluka. Tapi apa yang kita lihat kemarin? Dia bahkan bermain dengan dua wanita sekaligu.” Gerutu Anin dengan wajah cemberutnya.


“Apa kamu cemburu?” Tanya Barra.

__ADS_1


“Tidak aku hanya kesal saat dia tau aku menikah dengan mu dia terlihat semakin gila bahkan dia melukaimu dan berusaha mengambilku dari mu, seolah aku tidak boleh dengan mu.” Ucap Anin lalu wanita itu menarik wajah Barra dengan wajah sendunya.


“Iya kamu benar, dia sangat terobsesi padamu karena kamu mirip dengan adik kesayangan nya.”ujar Barra.


“Apa kak Dylan sesayang itu pada adiknya sampai terobsesi padaku seperti itu?” Tanya Anin lagi.


Barra yang memang sudah tau itu masih bingung cara dia menyampaikan apa yang terjadi kepada mereka berdua.


Anin menatap Barra dengan cemas karena Barra terlihat sangat murung, “maaf jika aku terlalu banyak ingin tau. Jika itu sangat berat untuk di ceritakan, maka aku hanya akan menunggu kakak siap menceritakan nya.” Ucap Anin dia tau jika menyangkut orang yang sudah tiada tidak akan semudah itu untuk berbicara dan mengungkit masa lalunya.


Anin tiba-tiba mengecup Barra dengan sangat lembut dan sangat pelan menbuat Barra kaget karena ini pertama kalinya Anin mencium dirinya lebih dulu.

__ADS_1


“Dulu kakak memang sering marah padaku tapi itu semata-mata hanya hawatir padaku akubaru menyadarinya, sementara Kak Dylan tidak pernah marah padaku tapi dia sama sekali tidak peduli dengan keseharian ku, yang dia pedulikan hanya aku berada di siainya dan hanya dia lah yang memiliki ku.” Ucap Anin setelah dia menyadari perbedaan cara memperlakukan nya antara Barra dan Dylan.


Barra menatap lekat wajah Anin, dia memelukdan mengelus erat punggung wanita nya yang ada di atas tubuhnya sambil mengelus kedua pipinya. Barra mencium ibu jari Anin yang sedang mengelus ke arah bibirnya.


“Aku sangat kesal saat aku tidak tau tentang dirimu, dan aku juga sangat kesal saat semua orang melarangku merawat dan menemui mu ketika sakit. Aku berpikir istri macam apa aku sampai tidak bisa menemui suamiku sendiri. Dan aku sadar saat itu bahwa aku sangat sedih tidak bisa melihat mu dan berada di sisimu kak. Aku mencintaimu.” Ujar Anin dengan mata sendunya akhirnya dia memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya.


Jantung Barra berdebar begitu kencang, tubuhnya terasa tersengat sesuatu saat mendapatkan ungkapan cinta dari Anin yang selama ini ia tunggu-tunggu.


Barra menarik tengkuk leher Anin dan menciumnya dengan sangat dalam.


.

__ADS_1


.


To be continued…


__ADS_2