Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 33


__ADS_3

Anin bangun dari tidurnya dia menatap Barra yang sedang tidur nyenyak di sampingnya. Gadis itu mengulum senyum wajahnya begitu merona saat mengingat permainan panas yang di lakukan pria itu.


Wajah tampan Barra terngiang-ngiang di ingatannya saat pria itu tengah mengerang dengan wajah sayu dan keringat di sekujur tubuhnya, permainan panas keduanya membuat udara sejuk yang keluar dari Ac di kamar itu sama sekali tidak terasa karena kedua manusia itu tengah berkeringat hingga akhirnya keduanya sama-sama tertidur setelah permainan panas itu.


“Pria ini menepati janjinya,” ucap Anin dalam hatinya saat mengingat ketika Barra berjanji tidak akan membuat nya kesakitan lagi dan membuat gadis itu menikmati percintaan mereka.


Anin hendak bangun untuk pergi mengambil pakaian agar tidak tidur tanpa mengenakan pakaian, namun lengan berotot itu melingkar di perut Anin, wanita itu pun menoleh kepemilik lengan yang masih tertidur dengan mata terpejam.


“Kak..” panggil Anin pelan.


“Mau kemana? Kembali tidurlah.” Ucap Barra dengan mata yang masih terpejam.


“Aku ingin memakai baju dulu sebelum tidur.” Jawab Anin yang memang hendak pergi untuk mengambil pakaian tidur.

__ADS_1


“Tidak perlu, kemarilah.” Ucap Barra sambil menarik wanita itu untuk tidur kembali.


“Tapi aku kedinginan kalau ga pakai baju, kak.” Keluh Anin yang sejak tadi merasakan dinginnya Ac.


Barra pun membuka matanya, sontak membuat Anin dengan cepat menutup tubuhnya dengan selimut walaupun lengan Barra sejak tadi sudah melingkar di perutnya.


“Ada aku Anin, aku yang akan menghangatkanmu.” Jawab Barra yang langsung menarik Anin masuk kedalam pelukanya. Barra melilitkan kakinya di antara kedua paha istrinya sambil mengelus-elus kaki jenjang sang istri dengan betis dan telapak kakinya yang menempel di kaki istrinya itu.


Sementara lenganya mendekap sang istri hingga kedua wajah mereka saling menempel dan merasakan hembusan satu sama lain.


“Katakanlah dengan jujur, apa kamu menyukainya?” Tanya Barra dengan suara serak khas bangun tidur. “Menyukai permainan kita tadi?” Lanjut nya bertanya agar Anin mengerti maksud dari pertanyaanya itu. Barra mengelus-elus punggung mulus sang istri, hembusan nafas pria itu mampu membuat hangat wajahnya.


Anin masih bingung bagaimana dia harus menjawab pertanyaan sang suami, di jawab enak tentu saja dia gengsi dan di jawab tidak enak bukankah suaminya akan tersinggung? Anin terus menimang-nimang jawaban apa yang akan dia ucapkan.

__ADS_1


“Jawablah Anin. Jika tidak aku akan melakukanya lagi agar kamu ingat bagaimana rasanya!” Tanya Barra dengan sedikit ancaman yang membuat Anin semakin berdebar-debat.


“Tuhan, aku tidak pernah berdebar seperti ini saat bersama kak Dylan. Tapi saat bersama Kal Barra, kenapa jantungku merasa tidak aman dan terus berdebar keras. Apa aku jadi darah tinggi?” Gumamanya dalaam hati karena sejak tadi dia tidak pokus dengan pertanyaan Barra, dia lebih pokus dengan jantung nya yang sedang tidak aman ini.


Barra menatap Anin yang sejak tadi tidak kunjung memberi jawaban. “Apa dia malu untuk menjawab pertanyaan mudah ini?” Tanya Barra dalam hatinya.


Pria itupun menenggelamkan wajahnya di lekuk leher sang istri dan menghirup aromanya pelan, Anin merasa terganggu karena geli dan sensasi yang aneh tiba-tiba kembali melandanya.


“Eeuuhhhh…” lenguhnya saat Barra menghisap kuat lenger jenjang istrinya.


.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2