Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 46


__ADS_3

Di dalam kamar setelah ia menuntut penjelasan pada Barra, Anin merasa sedih dan ikut terpukul. Ternyata selama ini suaminya memendam rasa sakit seorang diri. Barra bercerita tentang beberapa tahun yang lalu sebelum kemarian Emely.


Dylan sangat sayang pada Emely, waktu itu Dylan menitipkan Emely pada Barra yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


Hingga akhirnya Barra lupa jika Emely sedang ada di kantornya, Emely berkeliaran tanpa sepengetahuan Barra. Dan saat semua orang mencarinya, ternyata Emely sudah meninggal di kamar nya.


Barra merasa sangat menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri, Namun Dylan lebih menyalahkan Barra karena kejadian ini. Dylan mengira jika Barra yang membunuhnya sampai Dylan mencekik Barra sampai hampir meninggal jika Bukan Bram dan Dafa yang emnemukan mereka sedang berkelahi.


Semenjak itulah Barra memiliki trauma yang sangat parah, dia takut jika ada orang lain di dalam satu ruangan dengan nya. Apalagi jika satu ruangan dengan Dylan yang pernah mencekiknya dulu.


Karena Emely juga meninggal di cekik oleh pembantu yang ternyata adalah mata-mata musuhnya selama ini.


Kedua pria itu sama-sama hancur kehilangan adik perempuan satu-satunya itu.


“Kak, lalu bagaimana dengan trauma kakak?” Tanya Anin pada Barra yang sedang sibuk mengganti paian nya.


“Aku sudah baik-baik saja sayang, trauma ku sudah berkurang. Aku menjalani Hipnoterapi.” Jawab Barra sambil memeluk istrinya itu.

__ADS_1


“Ayo kita pulang. Ada seseorang yang sudah menunggumu sejak lama.” Ucap Barra membuat Anin mengerutkan keningnya.


“Siapa?” Tanya Anin.


“Kamu akan tau saat melihatnya, ayo kita pergi.” Ajak Barra dia mengecup puncak kepala istrinya itu.


Walau dengan perasaan tidak tenang dan penasaran, Anin berjalan mengikuti Barra, mereka pun pergi dengan mobil yang di kendarai Dafa.


Anin mengerutkan kening nya saat melewati jalanan yang sangat ia hapal, jalanan yang sering ia lalui sejak kecil.


“Anin, Ayah mu tidak menjual mu. Dia tau semua tentang ku dan Dylan, dia hanya berpura-pura tega menjualmu agar kamu bisa menikah dengan ku.” Ucap Barra.


Anin menatap Barra dengan air mata yang mulai bercucuran, dia senang mendengar fakta yang baru ia tahu namun dia juga sedih karena mereka berdua sudah bersekongkol.


“Temuilah Ayah mu, dia sangat merindukan mu Anin.” Ucap Barra sebelum akhirnya dia mengecup bibir manis Anin.


Anin membuka pintu itu dan berlari ke arah Ayahnya. “Ayah jahat!!!”teriak Anin sambil memukul-mukul dada Ayah nya saat pria paruh baya itu memeluknya. “Aku kira Ayah tega menjualku, aku kira Ayah sudah tidak sayang padaku!” Keluh Anin dia menangis sambil tersedu-sedu.

__ADS_1


Ayah hanya terkekeh, dia sangat merindukan anak nya, dia juga ikut memangis karena sangat senang tidak butuh waktu yang lama untuk bertemu anak nya lagi.


“Anin Ayah menyayangimu, bagaimana mungkin ayah setega itu padamu.” Ucap Ayah. Anin pun menatap wajah Ayahnya.


“Lalu kenapa ayah membuatku menikah dengan Kak Barra?” Tanya Anin.


“Ayah tidak bisa membuat mu pisah dengan Dylan, jadi itu satu-satunya cara agar kamu bisa menikah dengan pria baik seperti Barra. Apalagi Barra sangat mencintaimu sejak lama.” Ucap Ayah, Anin pun menoleh ke arah Barra yang baru turun dari mobil. Mereka berdua saling membalas senyuman.


“Terimakasih Ayah, kamu sudah membuatku menikah dengan pria sepertinya.” Ucap Anin dengan senyum di wajahnya.


.


.


End. Hahah🤭


Ada 2 eps lagi deng🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2