Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 27


__ADS_3

Kedua orang itu tengah duduk di dalam kelas walaupun belum jam pelajaran mereka memang suka berbincang seperti saat ini banyak murid yang sedang bergosip, Anin hanya diam duduk di kursinya sambil melirik ke arah pintu.


"Anin, ngomong-ngomong wajahmu kenapa sedikit memar?" tanya Rose membuat Anin tersadar dari lamunannya. Anin menoleh ke arah Rose sambil tersenyum untuk menghilangkan rasa gugupnya, karena jika sahanatnya tau dia pasti akan memperpanjang masalah ini dengan Diana apalagi wanita itu musuh bebuyutanya.


"Aku kemarin demam Rose gara-gara jatuh dan mukaku memar," bohong Anin agar tidak membuat sahabatnya itu hawatir.


"Oh ya ampun, untung ga parah. Masih cantik kok, jadi nanti siang kita jadi kan makan di cafe?" tanya Rose masih berusaha membujuk Anin dengan wajah sedihnya agar sahabatnya tidak bisa menolak keinginannya seperti biasnya itu adalah jurus andalan Rose.


Anin mengangguk pelan, "hanya makan rame-rame kan? harusnya tidak jadi masalah. Apalagi aku sudah putus dengan ka Dylan." pikirnya dalam hati. Dia bahkan melupakan jika dirinya sudah berstatus sebagai istri dari Dosenya itu.


"Yee, aku harus mengabarinya lebih dulu." ucap Rose yang langsung meraih ponselnya.

__ADS_1


"Hai Anin," ucap aldo yang sudah ada di sampingnya. Rose dan Anin menatap ke arahnya.


"Aku baru mau ngehubungin kalian," ucap Rose dengan senyum di wajahnya karena Aldo datang bersama dengan Firman pria yang sedang dekat denganya. "Anin sudah setuju untuk ikut kita makan di cafe," lanjutnya sambil berdiri dan merangkul pria bernama Firman itu tentu saja pria itu sangat senang melihat Rose menyambutnya dengan ceria.


Sementara Aldo dia menyodorkan minuman kaleng dingin pada Anin, "ini untukmu. Nanti siang aku tunggu di parkiran," ucapnya dengan senyum manis di bibirnya. Aldo sudah tertarik kepada Anin sejak lama, dia pria idaman semua wanita di kampus itu. Aldo pria paling tampan di antara Mahasiswa lainya, apalagi di jago bermain basket dan juga musik semakin menambah nilai plus pada dirinya.


"Terimakasih Al," ucap Anin dan mengambil minuman kaleng itu. Anin bukan tioe wanita yang gampang jatuh cinta seperti Rose, dia sangat sulit di taklukan namun saat sudah jatuh cinta Anin hanya akan pokus pada kekasihnya tanpa memperdulikan omongan orang.


Begitulah orang saat sedang jatuh cinta.


"Aku baik-baik saja kak." ucap Anin tanpa sadar Barra sudah memasuki kelas dan melihat aksi kedua orang itu.

__ADS_1


"Aldo, apa kamu akan menyentuhnya sampai pelajaran saya selesai?" tanya Barra yang sudah menatap keduanya dengan tatapan tajamnya, dadanya bergemuruh kesal dia sangat ingin menepis lengan yang menyentuh pipi istrinya.


"Ah, maaf pak Barra." ucap Aldo langsung menurunkan lenganya dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"Keluarlah, ini bukan kelasmu." ucapnya lagi tanpa merubah raut wajahnya.


"Baik pak," ucap Aldo dan Firman dengan cepat sebelum keluar dia sempat berkata kepada Anin. "Sampai jumpa nanti siang." ucap Aldo lalu pergi membuat Barra semakin geram.


Anin tidak bereaksi saat Aldo mengatakan itu, dia malah menatap Batra yang juga sedang menatapnya dengan tajam. "Oh, ya ampun. Aku lupa kalau sudah punya suami." pekiknya dalam hati.


.

__ADS_1


.


to be continued...


__ADS_2