Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku
Episode 38


__ADS_3

Semua orang menatap Anin dengan tatapan tidak percaya, bagaimana pun orang pingsan tidak akan bisa mendengar ucapan mereka saat ini.


Anin kebingungan karena semua orang hanya diam dan menatap nya. Lalu seketika dia pun menutup mulut nya dan kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang itu seolah melanjutkan pingsan sebelumnya.


“Anin!” Geram Barra dengan nada memekik, Barra yang tadinya sangat hawatir kini balik kesal pada sang istri. Semua orang yang ada di sana dengan cepat berlari keluar kamar dan menutup pintu itu, mereka tidak mau melihat pertengkaran yang akan terjadi.


“Bangun.” Ucap Barra dengan singkat, namun wanita itu tak kunjung membuka matanya hingga membuat Barra harus berjalan mendekat pada wanitanya.


Jantung Anin semakin berdebar saat merasakan pergerakan tubuh Barra di atas ranjang, waita itu pun dengan cepat membuka matanya dan menatap sedih suaminya.


“Jangan marah kak, aku hanya hawatir jika tidak melihat kondisimu secara langsung. Mereka melarangku masuk dan merawatmu, padahal kan aku istrimu dan aku yang harus merawat mu. Tapi mereka mengusirku, makanya aku berbohong agar aku bisa masuk dan menemuimu.” Ujar Anin dengan panjang lebar dia terus memohon agar Barra tidak memarahinya.


Anin menatap mata Barra yang terlihat sedih, “apa kakak kesakitan?” Tanya Anin karena pria itu terlihat sedih, lalu Anin memegang tubuh suaminya untuk memastikan suhu tubuhnya. “Ya ampun pakaian mu basah kak, ayo kita ganti baju. Aku tidak mau kakak sakit gara-gara aku. Maafkan aku kak.” Ucap Anin terlihat sangat khawatir.


Barra dengan cepat mencium istrinya dan memeluk tubuhnya.

__ADS_1


“Emmppp…” Anin terbekam bibir suaminya hingga wanita itu tidak bisa berbicara, Barra tidak menyangka jika Anin akan begitu hawatir padanya. Padahal dia sempat mengira jika Anin akan meninggalkanya dan mengikuti Dylan.


“Tunggu kak, kakak sedang sakit. Dan aku tidak mau kakak semakin sakit karena aku, kakak harus segera ganti baju.” Ucap Anin sambil mendorong tubuh suaminya menjauh.


“Ya aku memang akan sakit lagi gara-gara kamu.” Ucap Barra dan kembali memeluk tubuh sang istri. “Kamu harus bertanggung jawab Anin, bukan kah kamu menemuiku karena kamu ingin mengurus ku?” Tanya Barra teringat sesuatu dan melepas pelukanya untuk menatap wajah istrinya yang sangat cantik itu.


Anin menganggukan kepalanya.


“Bagus,” ucap Barra sambil mencolek hidung mancung wanitanya. “Kalau begitu buka dan gantikan pakaian ku.”


“Tentu saja, lakukan lah. Jika tidak aku akan masuk angin karena mu.” Jawab nya sambil menarik lengan Anin dan menempelkanya di dada bidang miliknya.


Perlahan Anin pun membuka satu per satu kancing itu, dan melepas baju yang dikenakan Barra.


Brakk..

__ADS_1


“Barra apa kamu baik-baik saja?” Teriak Frans saat sudah membuka pintu itu.


Kedua orang yang sedang berada di dalam kamar itu melihat ke arah pintu yang di buka dengan sangat keras, Frans terlihat sedang mengatur napasnya karena dia sudah berlari dengan keringat di keningnya.


“Tuan maafkan saya karena telat menahan Dr.frans untuk tidak masuk.” Ucap Edwin dan langsung menarik tubuh Frans menjauh.


“Hei! Aku harus memeriksa dia.” Teriak Frans karena pria itu tidak tau apa yang sedang terjadi.


“Maaf tuan, anda bisa melanjutkan nya.” Ucap Bram dan langsung menutup pintu itu.


Barra dan Anin pun saling tatap dengan wajah bingung nya.


.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2