Tri Angel

Tri Angel
19. Tujuh tahun lalu


__ADS_3


Malam itu setelah selesai makan malam, Fatin langsung pergi kekamarnya untuk mengerjakan pr dari sekolahnya.


Tante Laila membereskan peralatan makan dibantu oleh Risaka, sedangkan Farel duduk diruang tv dengan pandangan kosong.


Setelah selesai membereskan ruang makan, Risaka duduk disamping adiknya itu sambil menonton tayangan televisi. Tak lama tante Laila menyusulnya.


Cukup lama tak ada obrolan diantara mereka, hingga Farel memecahkan keheningan dengan membahas kedatangan om Indra tadi sore.


Tante Laila lalu masuk kekamar Fatin untuk mengecek apakah putri bungsunya itu masih terjaga, tapi ternyata ia sudah tertidur pulas dikasurnya.


“ada urusan apa papah dateng kerumah ini ?”


“siapa yang kamu omongin, kakak gak ngerti”


“kak, aku masih inget wajah papah, dan orang yang tadi dateng itu papah”


“setau kakak papah udah meninggal tujuh tahun yang lalu”


“kak”


“bisa gak jangan bahas kejadian tadi sore, kakak capek mau istirahat”


“kak Ris”


Tante Laila kembali keruang tv dan melihat Risaka masuk kekamarnya tanpa menghiraukan panggilan dari adiknya.


Tante Laila mengerti apa yang coba Risaka hindari, dan Farel juga penasaran dengan kejadian sore tadi. Beliau langsung duduk tepat disebelah putranya.


“biarin kakakmu istirahat, dia capek seharian ini”


“tapi mah, Farel bener kan yang tadi sore Farel liat itu papah”


“iya kamu bener”

__ADS_1


“mau apa papah dateng kerumah kita ?”


“mamah juga gak tau tujuan papah kamu dateng kesini, tapi kayaknya beliau cuma mau minta maaf sama kita”


“trus mamah mau maafin papah ?”


“kamu sendiri ?”


“aku gak akan maafin papah”


“tapi dia tetep papah kamu Farel”


“apa yang dibilang kak Ris tadi bener mah, papah aku udah meninggal tujuh tahun yang lalu”


“kamu gak boleh ngomong kaya gitu sayang”


Tak ingin melanjutkan pembicaraan yang sudah ia mengerti, akhirnya Farel pergi kekamarnya meninggalkan tante Laila sendirian diruang tv.


Anak-anaknya sangat kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh suaminya dulu.


*[7 tahun yang lalu]


“akang mau pergi kemana kang, kenapa semua baju dimasukin ke tas ?”


“akang gak bisa hidup begini terus, akang mau cari kehidupan yang lebih baik”


“tapi gimana sama anak-anak kang ?”


“akang gak akan bawa mereka, jadi neng bebas untuk mengurus mereka, akang udah capek hidup begini”


“papah, papah mau kemana bawa tas malem-malem gini”


“papah mau pergi, kamu gak usah nanya kemana, yang jelas papah akan pergi jauh”


“tapi kenapa pah ?”

__ADS_1


“papah sudah bosan hidup dengan kalian”


“papah”


Malam itu om Indra mengemasi semua barang-barangnya dan pergi meninggalkan rumah.


Risaka yang melihat ayahnya membawa tas berusaha bertanya dan menghentikan niat ayahnya, namun tidak bisa. Om Indra tetap pergi, sedangkan tante Laila hanya bisa menangis melihat kepergian suaminya.


Farel dan Fatin sedang tertidur saat itu, karena malam itu sudah sangat larut. Risaka tidak bisa hanya diam saja melihat ayahnya pergi, ia langsung mengejar om Indra untuk membujuknya supaya tidak meninggalkan keluarga mereka, tapi tidak berhasil.


Keesokan paginya, Risaka terbangun karena mendengar suara bising dari arah luar, lantas ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Ternyata ada dua pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam sedang berteriak pada ibunya.


“apa mau kalian, kenapa berteriak pada ibu ku”


“kami hanya ingin menagih hutang bapak Indra yang sudah lewat jatuh tempo”


“hutang apa ?”


“mereka bilang kalau papah kamu punya hutang dan belum dibayar, Ris”


“apa”


“sebagai jaminan rumah ini akan kami sita, sebaiknya kalian semua keluar sekarang”


“gak bisa kaya gitu dong, mah Farel sama Fatin dimana ?”


“mereka udah berangkat sekolah”


“kita bisa bicarakan ini baik-baik, jangan pakai kekerasan apalagi sama ibu saya”


“baiklah”


Akhirnya, kedua orang itu pergi meninggalkan rumah dengan membawa surat perjanjian pelunasan hutang yang akan dibayar oleh Risaka, dan jika gadis itu kabur seperti ayahnya maka mereka akan menyita rumah tersebut dan melaporkannya pada pihak berwajib atas dasar penipuan.*

__ADS_1



__ADS_2