Tri Angel

Tri Angel
37. Kebersamaan itu indah


__ADS_3

“jadi gimana Ay ?”


“sekarang sih kak Ris udah putus sama kak Andi, karna kak Ris tahu kebohongan kak Andi selama ini”


“apa dia juga tau kalo yang punya cafe ini sebenernya gue ?”


“yaps…”


“trus dia bilang apa ?”


“yah, katanya sih dia malu banget, karna dulu dia gak percaya bahkan sempet ngomong kasar sama kak Delon waktu kak Delon bilang kalo kak Andi pembohong, dan nyatanya itu semua bener”


“trus... trus apa lagi ?”


“hm... kayanya dia punya trauma sama hubungan deh kak”


“trauma ?”


“iya, semacam gak mau punya pacar lagi gitu”


“yah, trus gimana sama nasib cinta gue sama dia dong kalo gitu ?”


“yaelah, gitu aja nyerah katanya cinta pake banget”


“jadi gue harus gimana dong ?”


“tarik perhatian dia, pepet terus jangan sampe lepas okay”


“caranya ?”


“aduh kak, kalo lo nanyain cara PDKT sama gue, lo salah besar. Gue aja belum pernah pacaran gimana bisa tau”


“what the hell... serius”


“emang muka gue keliatan lagi becanda ?”


“ya gak juga sih, trus Rian itu siapa? Gue kira dia cowok lo, abisnya gue liat dia cemburu tiap kali lo pergi sama gue”


“haha... dia mah bukan cowok gue, kita cuma temenan aja kok”


“serius cuma temen?. But, I don’t think so”


“apaan sih kak, ini kenapa jadi bahas gue yah gak nyambung banget deh”


“haha... ternyata gini sikap cewek kalo lagi salah tingkah”


Yang dikatakan oleh Delon memang benar adanya, sayangnya Ayu belum bisa mengakuinya dengan orang lain, bahkan dengan Risaka juga Ulfa.


“ekhem... kayanya ada yang lagi kasmaran nih”


“siapa ?”


“loh, dia malah nanya sama kita Ul”


“tau nih, kalo seneng itu bagi-bagi dong, pelit banget”


“apaan sih kalian”


“Menurut kamu Rian itu gimana, Ul ?”

__ADS_1


“dia ganteng, pinter, peduli, soleh, yah lumayan lah. Menurut kamu gimana ?”


“um,, kalo menurut aku sih dia itu cinta mati sama dek Ay”


“ikh, kenapa jadi bahas dia sih, udahan ah”


“haha... pipi kamu jadi merah tuh kaya udang rebus”


“haha…”


“kalian nyebelin”


“eh mau kemana kamu dek ?”


“pasti mau nyamperin Rian”


Ayu beranjak dari tempatnya dan pergi entah kemana, ia merasa sangat malu jika terus-terusan diejek seperti itu.


Bisa-bisa ia ketahuan kalau memang benar dirinya mempunyai rasa pada lelaki itu.



[Bandung, 08 Agustus 2014]


“menurut kakak, kak Delon itu gimana orangnya ?”


“sejauh yang kakak kenal sih dia baik, gak banyak tingkah, beda sama kawannya si Andi”


“okay, jadi kakak setuju nih kalo kak Delon nembak kak Ris ?”


“emang Delon beneran suka sama Risaka ?”


“apa...!”


“eh enggak”


“ciee... oh jadi selama ini kamu gak suka kalo lagi sama Rian trus ada yang ganggu”


“bukan gitu maksudnya, maksud aku...”


“iya... iya kakak ngerti kok, kamu gak mau diganggu okay”


“ikh… kakak kita sekarang lagi bahas kak Ris sama kak Delon, bukan soal aku, jadi fokus okay”


“haha… okay”


“jadi menurut kakak, momen yang tepat itu kapan ?”


“gimana kalo pas lomba Agustus-an di kampus, kan pas tuh momennya”


Jadi, selama ini Delon sudah terang-terangan mendekati Risaka, tapi Risaka selalu saja menghindar karena merasa malu sekaligus trauma akan hubungan. Karena masa lalunya yang buruk bersama Andi.


Yah, hubungannya dengan Andi tidak berjalan lancar, ia ketahuan berbohong oleh Risaka saat Andi sedang bertengkar dengan seorang pelanggan cafe padahal sudah jelas bahwa itu kesalahannya.


Tapi, lelaki itu tetap tidak mau disalahkan, akhirnya Delon datang dan mendamaikan mereka dengan memberi makanan gratis pada pelanggan tersebut.


**


“mbak jus melon satu yah”

__ADS_1


“baik, tunggu sebentar yah”


“maafkan atas ketidaknyamanan anda dicafe kami, kalau begitu sebagai permohonan maaf dari kami, anda akan diberikan free untuk hari ini”


“mbak, emang Delon itu siapa kok sampe bisa ngasih makanan gratis ke pelanggan ?”


“oh mas Delon itu manager sekaligus pemilik cafe ini, mbak”


**


Dan saat itu, Risaka mendengar semuanya. Ia berada disana karena sedang memesan jus Melon untuk Ayu beberapa bulan lalu.


Dan saat itulah Risaka memutuskan hubungannya dengan Andi. Delon memang tidak tahu mengenai kejadian tersebut karena memang ia langsung kembali ke kampus untuk mengikuti kelasnya.



[Bandung, 17 Agustus 2014]


Hari ini, dikampus diselenggarakan beberapa lomba dalam merayakan kemerdekaan Republik Indonesia. Dan beberapa mahasiswa ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut, termasuk Delon.


Karena hari ini ia akan menyatakan cintanya pada Risaka. Dan masalah ia diterima atau tidak itu urusan lain.


“kak Delon semangat”


“udah kali nyemangatinnya”


Padahal kali ini, Delon tidak sedang ada disaat yang tepat untuk disemangati, lebih tepatnya ia sedang berusaha membantu Risaka menunjukkan agar ia berhasil memecahkan balon yang sudah berada jauh didepannya.


Yah, permainan tersebut memerlukan kerja sama tim supaya berhasil.


Apa kalian tahu sebuah permainan memecahkan balon menggunakan jarum dengan mata tertutup.


Itulah yang sedang dilakukan oleh Risaka saat ini. Ia melawan beberapa temannya, tapi Risaka yang pertama berhasil memecahkannya. Ia langsung membuka mata dan berteriak kegirangan.


Tapi saat ia melihat apa yang telah ia pecahkan, ia merasa terkejut dan seketika semua mahasiswa berteriak padanya.


“terima... terima... terima…”


Rupanya balon yang ia pecahkan adalah tuas yang menahan sebuah kain bertuliskan perasaan yang selama ini Delon simpan untuk Risaka.


Dan saat ia membacanya, Risaka merasakan sesuatu yang membuatnya bahagia. Delon segera mendekat dan mengatakan sesuatu padanya.


“aku udah nunggu lama momen ini, bersediakah kamu menjadi gadisku, Risaka Nera Oetomo ?”


Risaka melihat ke sekelilingnya, begitu banyak mata yang melihat kearahnya saat ini.


Bagaimana bisa Delon melakukan hal yang sangat cantik seperti ini. Dan tentu saja tidak ada alasan untuk menolaknya.


Risaka langsung menganggukan kepalanya mantap, dan memeluk Delon.


Saat itu semuanya bersorak dan berteriak, mereka sangat senang diberi kesempatan mendapatkan pertunjukan romantis secara cuma-cuma seperti ini.


Nuansa bahagia datang pada mereka hari itu juga, sekaligus merayakan bagaimana Negara ini terbebas dari penjajahan. Dan itulah makna dari nama Risaka Nera Oetomo.


‘berjuang untuk bahagia’.



‘kebahagiaan itu ternyata datang dari arah yang tak pernah kita duga sebelumnya, dan hari ini aku merasakannya. Risaka.’

__ADS_1


__ADS_2