
[Bandung, 30 Desember 2013]
5 Tahun Kemudian
“ah bisa gila gue kalo terus-terusan begini”
Terlihat Risaka seperti sedang frustasi akan sesuatu, ia terlihat agak kacau. Mulai dari ikat rambutnya yang berantakan kesana kemari sampai bajunya yang tidak teratur.
Jika saja ada yang melihatnya kali ini, mungkin oranglain akan menyangka bahwa ia orang gila yang sedang melarikan diri dari rumah sakit.
“kak Ris”
Suara yang sangat nyaring membuat Risaka menoleh dan memasang wajah kusamnya. Melihat siapa yang akan datang.
“kakak ngapain disini sendirian, mana rambut berantakan, udah kaya orang gila aja”
“ikh kamu tuh yah, ngapain kesini ?”
“aku nyariin kakak dari tadi tau”
“ikh, dek Ay”
Yaps, Ayuningtiyash. Dialah gadis yang berteriak memanggil Risaka tadi. Ia menemukan bahwa gadis itu sedang duduk melamun dikebun belakang kampus sendirian dengan rambut acak-acakan.
Dan dengan jahilnya ia sengaja membuat rambut itu tambah berantakan dengan mengacak-acaknya lagi.
Risaka terlihat sedang kebingungan, Tiyash atau yang sekarang lebih sering dipanggil Ayu oleh kakaknya ini mengambil kesimpulan jika ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Risaka. Tapi apa?
“kakak kenapa ?”
“ah enggak.. gak ada apa-apa kok”
“bohong”
__ADS_1
“beneran” (padahal aslinya bohong)
“terus ngapain disini sendirian mana rambut acak-acakan begini, kakak lagi galau yah ?”
“sok tau kamu anak kecil”
“eits.. jangan panggil aku anak kecil, aku udah gede tau. Gak liat nih aku udah punya kartu mahasiswi”
“haha.. anak kecil”
“ikh kakak, awas yah”
**
Tahun-tahun berlalu begitu cepat rasanya, hingga waktu lima tahun itu telah datang saat ini. Persahabatan mereka yang dulu mulai terjalin dari rumah sakit di Jakarta, berlanjut hingga ke kota dimana Risaka dan Ulfa dilahirkan. Bandung.
Yah, mereka tidak lagi berada di ibu kota saat ini, melainkan di kota asli tempat dimana Risaka dan Ulfa tinggal, sedangkan Ayu merupakan pendatang yang pindah dua tahun silam kekota ini. Orangtuanya memutuskan untuk pindah ke Bandung karena proyek pembangunan sebuah gedung apartemen yang dipimpin oleh ayah Ayu.
Mana lagi kalau bukan Universitas Padjajaran, Bandung.
Dia melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan kedokteran sebagai wujud awal pencapaian cita-citanya.
Tidak hanya dirinya, Risaka dan Ulfa juga melanjutkan pendidikan di Universitas yang sama.
Risaka memang asli dari Bandung, rumah orangtua Risaka berada di Bandung.
Ia berada di Jakarta untuk bekerja dan bersekolah saat itu. Risaka sengaja merantau ke ibu kota untuk bertahan hidup sendirian, dan membantu ibunya membiayai pendidikan adik-adiknya yang terancam putus.
Karena penghasilan disana jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Bandung.
Ayah Risaka pergi meninggalkan keluarganya setelah berhasil menumpuk hutang yang harus dilunasi oleh ibunya. Melihat hal itu, Risaka tidak bisa tinggal diam.
Tidak mungkin jika ibunya harus menanggung semua biaya hidupnya dan juga adik-adiknya. Sedangkan biaya kehidupan kian lama bertambah.
__ADS_1
Ibunya pernah mengatakan jika pendidikannya harus berhenti, saat itu Risaka masih berada di kelas tiga SMP.
Risaka berpikir mana mungkin ia mengorbankan sekolahnya, tapi jika ia memaksakan diri maka adik-adiknya lah yang harus mengorbankan pendidikan mereka nantinya.
Karena itulah Risaka memutuskan untuk pergi ke Jakarta mencari pekerjaan dan melanjutkan sekolah disana.
Awalnya ibu Ris tidak mengizinkan putrinya untuk merantau, namun karena kegigihan Risaka yang tinggi membuat ibunya mengalah dan memilih untuk memberinya izin, dengan syarat kalau ia akan selalu mengirim surat.
Pada tahun pertama ia berada di Jakarta, merupakan tahun tersulit baginya. Tapi kemudian ia bisa melewati segala cobaan dengan kerja kerasnya. Ia bekerja disebuah kedai setiap hari sebelum sekolah dimulai.
Dan saat sekolah dimulai, ia akan mulai bekerja saat pulang sekolah. Sedikit demi sedikit ia mampu untuk mengumpulkan uang dari hasil kerjanya. Ia selalu mengirim surat beserta uang untuk ibunya di Bandung.
Semua itu terus dilakukan oleh Risaka selama tiga tahun terakhir, sampai ia dipertemukan dengan Ayu melalui preman-preman itu.
Sebenarnya saat itu, Risaka baru saja mendapatkan gaji dan bonusnya. Risaka berniat ingin mengirimkan uang itu untuk ibunya melalui kantor pos, tapi sebelum ia bisa sampai kekantor pos, ia dicegat oleh tiga orang preman.
Dan saat itu Ayu sedang lewat jalan yang sama.
Setelah adegan kejar-kejaran dan perlawanan Ayu, mereka sedikit mengobrol sebelum Ayu dijemput oleh seseorang. Dan tinggallah Risaka sendirian. Kebetulan mereka berlari kearah kantor pos, jadi sepeninggal Ayu, ia bisa langsung mengirimkan suratnya.
Risaka memutuskan kembali ke Bandung setelah menyelesaikan pendidikannya di Jakarta. Tentu saja ia kembali ke Bandung dengan membawa ijazah SMA miliknya. Sampai disana ia sempat bekerja disebuah pabrik selama satu tahun, sebelum memutuskan untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja.
Sedangkan Ulfa sendiri, mereka bertemu di Jakarta tepatnya di rumah sakit. Saat itu Ulfa sedang menjalani pengobatan bersama ayahnya.
Ulfa memang didiagnosa mengidap kanker tulang belakang. Itulah sebabnya ia menggunakan kursi roda untuk membantunya berjalan.
Pengobatan di Bandung dulu masih belum berkembang, sehingga ayah Ulfa harus membawa putrinya jauh-jauh ke Jakarta demi untuk melihat putrinya bisa sembuh kembali. Tidak lama Ulfa berada di Jakarta, hanya sekitar satu minggu.
Setelah pengobatan selesai, mereka kembali ke Bandung. Tapi sayangnya, satu tahun kemudian ayah Ulfa meninggal akibat serangan jantung. Itulah mengapa dulu, Risaka dan Ayu sempat kehilangan kontak dengan Ulfa.
Mereka baru mengetahui alasan ketiadaan Ulfa saat bertemu kembali di Bandung dua tahun yang lalu. Saat mereka bertemu kembali, Ulfa seakan merasa terhibur setelah satu tahun terpuruk dengan menyesali kepergian ayahnya yang begitu mendadak, dan mendahuluinya.
****
__ADS_1