
[Bandung, 05 Juli 2014]
“dek nih jus Melon buat kamu”
Tanpa pikir panjang Ayu langsung meminun jus pemberian dari Risaka. Hal itu membuat Risaka juga Ulfa terkejut. Pasalnya, Ayu sangat anti dengan buah yang satu itu, tapi kali ini justru ia meminumnya dengan sekali tegukan.
“eh loh kok langsung diminum sih ?”
“kan tadi kakak ngasih ke aku ?”
“tapi bukannya kamu gak suka sama Melon yah ?”
“masa sih ?”
“dek... ?”
“ini jus kesukaan ibu”
Ayu memang tersenyum beberapa kali, tetapi kali ini tidak ada ketulusan dalam senyumannya. Senyuman yang biasanya membuat orang lain juga ikut tersenyum, kali ini justru membuat orang lain ingin menangis.
Risaka dan Ulfa sudah berusaha dengan keras untuk membuat adik kecil mereka kembali tertawa setidaknya sekali, dengan lapang dan tanpa beban sama sekali.
Sepertinya hal itu sulit diwujudkan untuk saat ini. Satu-satunya cara untuk mengembalikan keceriaannya adalah melihat orangtuanya kembali sadar dan pulih seperti sedia kala. Tapi bagaimana mungkin mereka membuat keajaiban seperti itu. Sangat mustahil.
Rian selalu memerhatikan setiap kegiatan yang mereka coba lakukan untuk membuat Ayu ceria kembali, namun selalu gagal. Ayu mungkin terhibur sebentar, tapi tetap saja hal tersebut tidak efektif baginya.
Lelaki itu lantas memikirkan cara lain untuk mengembalikan keceriaan gadisnya.
“Ay, ikut gue bentar”
“kemana ?”
“udah ikut aja”
Rian terlihat mengajak Ayu kekebun belakang kampus, Risaka dan Ulfa yang melihatnya lantas mengikuti mereka.
“mau ngapain lo bawa gue kesini ?”
“mau bilang sesuatu”
“apa ?”
__ADS_1
“tapi lo janji jangan mukul gue”
“ok”
“jadi gini, semalem gue mimpi ketemu sama om Feri”
“a-ayah gue, kok bisa ?”
“bisa dong, dan beliau bilang sama gue buat jagain lo, dan ikutin kemanapun lo pergi, tau gak kenapa ?”
“kenapa ?”
“karna katanya, lo itu suka usil sama orang, bahkan anjing pun lo kerjain dan akhirnya lo dikejer, dan karna lo orangnya penakut jadi lo lari sekuat tenaga, trus naek kepohon ampe atas, beliau juga bilang pas anjingnya udah pergi lo malah nangis karna gak bisa turun”
“ikh apaan, itu boong gue bukan penakut tau”
“eh itu kan bukan kata gue, mau dilanjut gak nih ceritanya”
“iya... iya”
“terus katanya lagi karna lo terus-terusan nangis tapi gak ada yang denger, akhirnya anjing yang tadi pergi dateng lagi. Eh bukannya diem malah lo tambah nangis”
“ya jelas aja lah gue nangis, gue kan takut anjing”
“haha... jadi lo ngaku nih kalo lo penakut”
“haha… terus yah kata nya lo kecapean nangis tapi anjingnya gak pergi juga, sampe lo kebelet pipis tuh diatas pohon, tapi bingung mau turun ada anjing dibawah”
“jadi gimana ?”
“kok lo nanya gue, kan lo yang ada diatas pohon”
Kali ini Ayu terlihat penasaran dengan kelanjutan cerita Rian, sebenarnya sedari tadi Ayu mendengarkan dan menyela ceritanya dengan wajah penuh penasaran dan kesal, seperti setiap kali Ayu menatapnya selama ini.
“ikh lanjutin gak ceritanya”
“ok ok... karna lo gak bisa turun, lo kelepasan deh tuh pipis diatas pohon, sampe anjingnya pergi karna kesiram air hujan dari atas”
“maksudnya gue ngompol disana, Rian lo ngatain gue ngompol”
“tapi satu yang lucu. Sebelum pergi anjing itu sempet tidur dibawah sebelum air nyiram dia, dan lo tau anjing itu tidur mulutnya kebuka, jadinya air hujannya masuk semua kemulutnya”
“haha… sumpah gue gak sanggup ngebayangin nya, gue gak nyangka lo buat cerita porno gitu, ikh haha...”
__ADS_1
Terlihat Rian sedang mengatakan sesuatu pada Ayu, tapi kemudian Ayu tertawa dengan keras. tanpa beban dan lepas.
Mereka berdua senang melihatnya, Rian ikut tertawa sambil memerhatikan senyum diwajah Ayu. Ulfa dan Risaka semakin yakin jika Ayu bisa bahagia bersama dengan Rian.
[Bandung, 20 Juli 2014]
Kejutan Special di Bulan Ramadhan
Hari ini, sudah memasuki dua minggu dibulan Ramadhan. Ayu menjalani puasanya dengan lancar begitupun dengan teman-temannya.
Nafsu makan Ayu yang menurun selama beberapa bulan ini membantunya dalam menjalani puasa ditahun ini.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu saja dikeluhkan olehnya, tahun ini ia tidak mengeluarkan keluhan bahkan sekalipun.
Tidak banyak juga yang ia bicarakan, hanya beberapa hal mengenai materi kurikulum dan prakteknya.
‘ayah, bahkan hari ini Tiyash udah ngejalanin setengah dari bulan ramadhan, dan itu tanpa ayah sama ibu, Tiyash mau ngerayain idul fitri sama kalian, cepat kembali ya, ayah’
Dan sebuah keajaiban pun terjadi dibulan yang menurut umat islam ini dipenuhi oleh berkah. Sepertinya hal itu memang benar adanya.
Ayu mendapatkan kabar dari rumah sakit Jakarta, bahwa ayahnya telah siuman dari tidur panjangnya.
Mendengar hal itu, Ayu langsung bersiap pergi bersama dengan pak Kus ke rumah sakit.
Tapi kali ini, ia hanya bersama pak Kus, karena memang Risaka dan Ulfa tidak mengetahui hal ini. Dikarenakan Risaka sedang disibukkan dengan tugas akhirnya dalam menyusun skripsi.
Sedangkan Ulfa yang terus-terusan berdebat dengan ibunya masalah perjodohan. Pasalnya hingga kini Ulfa belum juga menjawab lamaran tersebut.
Rian yang baru mengetahuinya dari mbok Lastri langsung berangkat ke Jakarta bersama dengan Risaka dan juga Ulfa.
Mereka sempat menyalahkan diri karena melupakan masalah tentang Ayu. Tapi untuk saat ini, hal itu bukanlah yang seharusnya mereka pikirkan.
Saat mereka sampai dirumah sakit dan tiba diruang ICU, mereka melihat Ayu tersenyum lebar sambil menggenggam tangan sang ayah yang selama ini sangat ia rindukan kehadirannya. Rian melihat senyum yang terukir diwajah gadis itu, sangat manis.
Dan dua minggu setelahnya, keajaiban kembali terjadi pada ibunya. Sepertinya kini kebahagiaan Ayu sudah lengkap, terlebih saat mendengar sang ibu memanggilnya dengan lirih.
Hal itu membuktikan bahwa dugaan dokter mengenai amnesia itu salah besar.
Dan inilah yang dinamakan sebuah mukjizat (sebuah kebesaran Tuhan). Ayu bisa melewati hari-hari terburuknya dan sampai kehari terindah semua berkat kerja keras dan bantuan teman-temannya.
Entah apa jadinya jika mereka tidak ada bersamanya. Terutama Rian.
__ADS_1
‘kekuatan terbesarku adalah memiliki kalian disisiku. Ayu.’