Tri Angel

Tri Angel
21. Rahasia


__ADS_3

Ayuningtiyash, kini sudah bukan lagi anak SMA yang suka mengerjai orang lain seperti yang sering ia lakukan pada kakak kelasnya dahulu. Kini ia sudah bermetamorfosa menjadi gadis cantik yang memiliki pemikiran dewasa. 


Meski tidak mengganggu orang lain, namun seorang Ayu adalah dirinya. Jika tidak bisa orang lain, tentu Risaka dan Ulfa juga bisa menjadi sasaran kejahilannya ini, bukan.


Tidak jarang ia bersikap jahil pada kedua kakaknya ini, bedanya kali ini ia melakukannya dengan kasih sayang.


Tidak banyak perubahan dalam dirinya, ia masih menjadi gadis periang yang super duper cerewet. Sama seperti di SMA dulu, di Bandung pun ia tidak memiliki banyak teman dekat.


Ia hanya tidak ingin terlalu banyak dikenal lebih dalam dengan orang lain. Karena hal itu akan sangat membuatnya tidak nyaman.


Tentu hal itu tidak pernah ia rasakan saat berada diantara Risaka dan Ulfa. Tapi,  ia juga memiliki satu teman lagi selain mereka berdua. Dia adalah Rian. Seorang pemuda yang menggeluti bidang sama sepertinya, ilmu medis.


Dia pemuda yang cukup baik untuk ukuran teman, bahkan lebih baik lagi. Sayangnya, Ayu sedikit merasa tidak nyaman dengan pemuda itu.


Bukan karena ia tidak menyukainya sebagai teman, tapi lebih ke sikapnya yang sedikit mengganggu.


“Ay, lo mau kemana, tungguin gue kenapa sih”


“berisik deh loh”


“lagian lo, cepet-cepet mau kemana sih ?”


“ke toilet, kenapa, mau ikut ?”


“eh... uhm gak deh, gue tunggu ditaman aja”


“serah lo”


“jangan lupa dateng ketaman yah, gue tunggu okay”


Rian selalu mengikuti kemanapun Ayu pergi. Hal ini dikarenakan dia memiliki perasaan pada Ayu, tapi belum berani untuk mengungkapkannya sampai sekarang.


Sedangkan Ayu bukanlah tipe gadis yang sepeka itu terhadap perasaan (cinta) oranglain.


Mungkin Ayu bisa merasakan sesuatu yang aneh dan mengganjal, tapi jika soal cinta ia tidak akan bisa merasakannya. Karena selama ini ia juga belum pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun.


Tapi bagi gadis lain, Rian termasuk pemuda yang sempurna. Memiliki wajah tampan, otak jenius juga berasal dari keluarga kaya raya, dan paling penting rajin ibadah.


Bukankah itu sempurna ??


Ada satu gadis yang selalu mengejar-ngejarnya, tapi selalu diabaikan oleh pemuda itu.


“ikut gue lo”


“eh, apa-apaan nih”


“lo jadi cewek jangan sok kecakepan deh”


“hh... sorry yah gue gak pernah tuh ngerasa cantik, tapi kalo lo bilang gue cantik. Makasih loh”


“jangan sok deh jadi cewek”


“ok... sekarang masalah kalian apa sama gue ?”


“hh... masalah gue, masalah nya itu lo”


“udah deh jangan basa-basi langsung aja”


“lo jadi cewek jangan kemenelan deh sama Rian. Rian itu gak pantes sama cewek kaya lo”

__ADS_1


“hah… lo bilang apa barusan, kalo gue gak pantes trus lo lebih pantes gitu buat dia, ngaca deh lo”


“lo… argh”


Karin mencoba untuk menampar pipi Ayu, sebelum tangan kananya tertahan oleh Ayu.


Niatnya, gadis ini ingin melabrak dan memberi pelajaran pada Ayu, tapi justru hal lain terjadi diluar dugaan mereka.


“jangan pernah berani nyentuh gue, atau lo bakalan nyesel nanti. Ngerti lo”


“apa! Berani-beraninya lo ngancem gue dasar cewek gak tau diri, argh”


“kita harus kasih dia pelajaran, Rin”


“liat aja nanti, dia bakalan nyesel berurusan sama gue”


Ayu bukanlah gadis lemah yang tidak melawan jika ada yang berusaha merendahkannya.


Bukan Ayu namanya jika tidak bisa memberi pelajaran bagi Karin juga teman-temannya. Setelah balik mengancam Karin, Ayu pergi meninggalkan toilet dengan kesal.



Terlepas dari kejadian antara Karin juga Ayu ditoilet tadi, justru Risaka dan Ulfa terlihat sedang gelisah di kebun belakang kampus. Kali ini bukan Ulfa yang membutuhkan hiburan, tapi Risaka.


“emang kamu belum bisa maafin papah kamu yah Ris ?”


“gimana aku bisa maafin perbuatan dia yang udah buat aku sama mamah susah, Ul”


“tapi mau gimanapun juga beliau tetep papah kamu, Ris”


“papah? Kalo emang dia papah aku, kemana aja dia selama ini Ul”


“mungkin beliau punya alesan kenapa sampe ngelakuin ini semua”


“trus reaksi mamah kamu sendiri saat tau papah kamu dateng, gimana ?”


“mamah masih aja mau nerima papah”


“sekarang papah kamu ada dimana ?”


“pas tadi pagi aku berangkat sih, dia ada diruang tamu lagi ngobrol sama mamah. Aku juga gak habis pikir bisa-bisanya mamah nyuruh dia masuk kerumah”


“mamah kamu itu orang yang paling terluka dari kamu Ris, beliau bisa nerima papah kamu, kenapa kamu gak bisa ?”


“tapi aku bukan mamah, Ul”


“aku ngerti kok. Tapi mau gimanapun juga beliau tetep orangtua kamu, kaya yang udah aku bilang tadi”


“iya-iya. Jangan bahas masalah itu dulu deh, aku gak mau bikin moodku ancur hari ini”


Sedang sibuk berdebat, Ayu datang menghampiri mereka dengan wajah yang sangat masam. Seperti cucian kotor yang siap untuk digiling.


“dek Ay, kamu kemana aja sih. Kak Ul telfonin gak diangkat, kak Ris lagi ada…”


“maaf tadi aku ada urusan sama nenek lampir sebentar”


Belum sempat Ulfa menyelesaikan ucapannya, Ayu sudah memotongnya dengan jawaban paling tidak mengenakan terlebih dahulu.


Saat itu Risaka memberi kode pada Ulfa untuk jangan membahas apa yang baru saja mereka bicarakan pada Ayu.

__ADS_1


“nenek lampir ?”


“iya nenek lampir, eh tapi tadi kak Ul bilang apa, kak Ris kenapa ?”


“eh itu hm...”


“kenapa ?”


“siapa yang kamu panggil nenek lampir, dek ?”


Sebelum Ulfa ketahuan karena kegagapannya menjawab pertanyaan Ayu. Risaka berhasil mengalihkan pembicaraan mereka, namun Ayu bukanlah anak kecil yang mudah ditipu begitu saja.


“tuh... geng sok cantik si Karin. Tapi kalian ini kenapa sih, ada yang kalian sembunyiin dari aku yah ?”


“gak kok”


“jangan bohong deh. Kak Ul, ada apa sama kak Ris ?”


Ulfa sejenak melirik kearah Risaka yang sudah memasang wajah memohon, supaya ia tidak menceritakan apapun pada adiknya yang super kepo itu.


“itu kak Ris ada masalah sama dosennya, makanya dari tadi kakak nyariin kamu. Abisan kak Ris gak mau diem, dari tadi marah-marah mulu”


“thank you”


Terlihat Risaka merasa lega dan mengucapkan kalimat ‘thank you’ pada Ulfa tanpa menimbulkan suara.


Sepertinya waktunya sudah pas untuk kembali mengalihkan topik pembicaraan tanpa membuat Ayu curiga.


“kamu ada masalah apa sama Karin ?”


“gak tau tiba-tiba ngelabrak aku, pake ngatain aku sok kecakepan segala, apa maksudnya coba ?”


“akhir-akhir ini kamu lagi deket sama cowok gak ?”


“enggak juga ah, kenapa gitu ?”


“Karin itu kan emang selalu ngelabrak orang yang kira-kira punya masalah sama dia, entah itu eksistensi, kecantikan atau gak, masalah cowok”


“ah emang udah gila kali dia itu”


“bener nih kamu lagi gak deket sama cowok ?”


Ayu memikirkan kata-kata Ulfa sekali lagi. Dan kali ini bayangannya jatuh pada Delon. Pria yang belum lama ini mendatanginya untuk sekedar bertanya mengenai Risaka.


Dan Ayu disuruh merahasiakan tentang kegiatan Delon mencari tahu mengenai Risaka, oleh lelaki itu.


“ah um... i-iya kok enggak ada”


“bener ?”


“iya bener, apaan sih kak Ris geli tau”


“ngaku deh, atau kita bakal gelitikin kamu”


“auh... kak Ul, berenti geli. Kak Ris, udahan ampun-ampun”


Sepertinya kali ini, mereka saling menutupi masalah masing-masing demi kebaikan satu sama lain juga tentunya.


Yah, Risaka memang sengaja melarang Ulfa untuk memberitahu tentang masalah ayahnya pada Ayu. Risaka tidak ingin jika Ayu menambah pikiran untuk mencari jalan keluar dari masalahnya lagi kali ini.

__ADS_1


Ulfa mengerti apa yang sedang Risaka coba lakukan, Ris benar ini semua demi kebaikan Ayu sendiri.



__ADS_2