
Terlihat dengan jelas sebuah penyesalan yang ada diwajah lelaki itu saat ini. Kesempatan yang ia miliki dulu saat ia bersama dengan Ulfa telah disia-siakan begitu saja.
Bahkan wanita yang dulu ia bela daripada Ulfa kini sudah pergi meninggalkannya. Sepertinya Tuhan akan selalu berlaku adil pada umatnya, karma pasti berlaku.
Sewaktu Beni bersalaman dengan Irsyan disaat itulah Risaka dan Delon datang untuk mengucapkan selamat pada Ulfa sebagai pengantin baru yang sedang bahagia.
Beni tetap bergeming ditempatnya melihat Risaka yang datang dengan heboh disusul dengan Ayu.
“Ulfa, selamat sayangku akhirnya nikah juga sama ‘aa Irsyan”
“Ris, mulai deh”
“hehe... Irsyan selamat yah, jagain Ulfa awas dia suka berubah jadi garang loh kalo malem”
“haha... tenang aja, bisa diatasi”
“selamat yah Ulfa”
“selamat juga buat lo, jagain Risaka baik-baik yah”
“siap”
“weh bro... selamat atas pernikahannya”
“sama-sama, jangan lupa makan yang banyak yah”
“haha…”
Saling ejek meski tengah berada dialtar pernikahan pun tetap menjadi bagian dari mereka. Sedang asik mereka tertawa seseorang yang telah ditunggu akhirnya sampai disana.
“kak Ul, astaga kakak cantik banget deh”
“kamu dari mana aja sih, kakak kan udah nunggu dari tadi”
“hm, harap maklum yah aku kan juga gak boleh kalah dari pengantin perempuan, jadi aku harus dandan secantik mungkin”
“kamu gak dandan tetep cantik kok, Ay”
“apaan nih, wah kalian udah jadian tapi gak bilang-bilang sama kita”
“haha... gimana dong, terjadi begitu aja tanpa direncanakan”
“sebenernya sih aku udah ngerencanain dulu, tapi kamu yang gagalin”
“oh, yang waktu di parkiran yah, pantesan gue liat lo bengong sambil megang remote control”
“ah itu, hehe iya”
__ADS_1
“tapi, selamat buat kak Irsyan yah, akhirnya kesabaran kakak harus lebih panjang lagi mulai sekarang”
“eh kok gitu ?”
“kakak kan dingin banget kaya es, ngomongnya irit, kalo kak Irsyan gak sabar, bisa mati kedinginan dia”
“ah haha, tenang aja dek, dia banyak berubah kok belakangan ini”
“uuuuhhhuuuu...”
“suaminya mah gitu, membela istri”
“itu adalah kewajiban”
Sedang asyik mereka saling melempar ejekan, Ayu menyadari ada seseorang dibelakang Delon yang tengah memerhatikan mereka dan terus menatap kearah Ulfa.
Setelah ia mengamati, sepertinya Ayu mengenali wajah pria itu.
“loh, bukannya itu kak Beni yah ?”
“Beni, mana ?”
“bener kan, ngapain kakak berdiri disana ?”
“ah jangan bilang kalo lo mau ngacauin pesta ini, karna kalo sampe itu kejadian gue yang bakal maju duluan”
“duh kak, jangan percaya sama tampang memelasnya dia”
“urusan lo udah selesai kan, mending sekarang lo turun, kita mau foto bersama”
“bener tuh, hus… hus… sana”
Ayu maju mendekati Beni dan mendorongnya turun dari panggung dengan gaya ala Syahrini.
Mereka semua agak terkejut dengan kejadian barusan tapi sesudahnya mereka justru tertawa.
“dek Ay, ikh kamu pinter”
“ya dong”
“apa kalian gak terlalu kasar sama dia ?”
“dia emang pantes dapetin perlakuan dari dek Ay tadi, Ul”
“emang laki-laki tadi siapa, sayang ?”
“oh itu, dia mantan pacar Ulfa dulu”
__ADS_1
“sayang, kamu keren tadi”
“haha… aku gitu loh”
“nah masalah udah kelar, ayok deh semuanya kumpul kita foto dulu”
“itu baru bener”
“ayo, ayo kita foto, aku udah gak sabar mau makan nih”
“Ay, jangan sekarang”
“emang bener kok aku belum makan, sayang”
“um, ok deh selesai foto kamu boleh makan yang banyak”
“dek, inget ini nikahan orang jangan kebanyakan makan ntar tamu lain gak kebagian”
“haha..”
“1…2…3…”
“smile….”
Dan hari itu menjadi sebuah penutupan tahun dan juga awal yang bahagia bagi mereka semua.
Akhirnya mereka mendapatkan kebahagiaannya dengan takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan pada mereka.
Hikmah yang mereka dapatkan kali ini adalah, mereka sepakat memutuskan untuk mulai berhijab, supaya tahun depan menjadi tahun yang lebih baik dari sebelumnya.
Tentunya, hal itu disambut baik oleh pasangan mereka, terutama Irsyan yang memang berasal dari keluarga rohani.
Kehidupan mereka terus berlanjut. Ulfa masih terus melanjutkan kuliahnya, dan sudah masuk kedalam tahap penyusunan skripsi.
Risaka sendiri sudah lulus dengan nilai yang cukup baik.
Sedangkan Ayu, ia masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk segera menyusul kakaknya.
Kehidupan memang tidak pernah ada yang tahu bagaimana dimasa depan, namun akan lebih baik jika kita melewatinya secara bersama-sama, maka saat masalah akhirnya muncul akan dengan mudah diatasi. Begitulah harmoninya sebuah kehidupan.
‘apapun yang kita tanam maka akan kita petik hasilnya juga, begitu pula sebuah kebaikan. Setelah semua penderitaan maka akan segera datang sebuah kebahagiaan. Jadi jangan
pernah putus harapan. Salam dari Ayu, Risaka dan Ulfa. Jangan lupa BAHAGIA'
THE END.
__ADS_1