
[Bandung, 26 Maret 2014]
Ia masih belum bisa melupakan kejadian tempo hari, itu sebabnya ia memulai perang dingin dengan orangtuanya sendiri.
Sudah lima hari sejak kejadian tersebut, Ayu tidak berbicara sedikitpun dengan ayah maupun ibunya. Seperti pagi ini, Ayu sedang menonton televisi diruang keluarga, saat ibu dan ayahnya pamit pergi.
“Tiyash, ayah ada kerjaan diluar kota selama 3 hari, jadi kamu gak akan liat ayah selama itu, ayah harap saat ayah pulang kamu sudah memaafkan ayah, sayang”
“sayang, ibu harus nemenin ayah ke Aceh, karna pekerjaan ini berhubungan sama bisnis ibu, kamu hati-hati dirumah sama mbok Lastri yah sayang”
“kami berangkat yah, nak”
Sampai tante Mira dan om Feri meninggalkan rumah, Ayu tetap bergeming diposisinya menikmati acara kartun kesukaannya dipagi hari. Spongebob Squerpants.
Mbok Lastri yang sangat mengerti betapa keras kepalanya gadis itu hanya bisa melihat dan menjaganya.
“non, sarapan dulu”
“iya mbok”
“non gak kuliah hari ini ?”
“aku kuliah siang kok mbok”
[Bandung, 29 Maret 2014]
__ADS_1
“astaga, aku sempet deg-degan liat pertanyaan ujian tadi, tau gak kak Ul”
“bukannya kamu udah belajar semaleman ?”
“iya sih, tapi kan tetep aja ini ujian terakhir di semester ini, kalo aku gak lulus gimana, bisa ngulang lagi semester depan”
“kalo ngulang berarti kamu bakal telat wisuda”
“kak Ris, ngagetin aja deh, darimana baru nongol ?”
Ayu dan Ulfa berada ditaman kampus saat ini, sedangkan Risaka baru datang setelah mereka menunggu selama 30 menit.
“tadi ada kelas tambahan jadi baru selesai”
“kamu udah makan belum ?”
“hehe... belum sih, kalian ?”
“aha... makanan buatan bunda yang aku tunggu dari sebulan yang lalu akhirnya bisa aku rasain juga”
“hm... kalo gak salah dulu gagal karna someone yah dek”
“yaps, bener banget kak”
“kalian, udah deh jangan mulai”
“apaan sih orang kita mau makan kok yah dek”
“tau ikh kak Ul sirik aja, lagian kan kita cuma mengenang masa lalu ya gak kak Ris ?”
__ADS_1
“betul sekali”
“udah deh pada makan”
“haha... uhuk...uhukk”
“nah kan keselek sukurin”
“haha, kamu kualat sama kak Ul dek”
“kak Ris ikh kakak kok gak belain aku sih”
“rugi kakak belain kamu”
“dasar kalian semua jahat sama dedek”
“haha…”
Saat Risaka dan Ulfa merasa bahagia telah membuat Ayu kesal, ponsel Ayu berdering.
Raut wajah Ayu berubah menjadi khawatir saat menerima panggilan dari seseorang. Tidak lama setelah panggilan, Ayu langsung berlari keluar gerbang kampus dan menghentikan taksi.
Ponselnya yang terjatuh masih menyala, Risaka langsung berbicara melanjutkan panggilan Ayu yang belum selesai. Ia juga terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar. Dan langsung menyusul Ayu bersama dengan Ulfa.
**
“non, bapak sama ibu mengalami kecelakaan pesawat tadi siang, dan mereka bilang kalau bapak sama ibu belum berhasil ditemukan”
__ADS_1
‘keegoisan membawaku pada kesengsaraan yang sebenarnya. Ayu.’