Tri Angel

Tri Angel
31. Histeris


__ADS_3

“mbok, apa yang aku denger di telfon tadi gak bener kan mbok ?”


Setelah menerima telfon dari mbok Lastri yang mengatakan bahwa orangtua Ayu mengalami kecelakaan pesawat, ia langsung pulang kerumah untuk memastikan bahwa berita yang ia dengar adalah bohong. 


Namun, apa yang ingin Ayu dengar adalah kebalikan dari fakta. Orangtuanya memang menjadi salah dua korban pesawat Garuda yang telah mengalami kecelakaan saat akan kembali ke Jakarta dari Aceh.


“mbok ayo jawab Tiyash mbok, jangan diem aja. Pak Kus, ayo jawab pertanyaan Tiyash pak, apa yang mbok bilang ditelfon itu gak bener kan, ayah sama ibu baik-baik aja kan, mereka lagi di Jakarta sekarang dan malem ini mereka sampe di Bandung. Iyah mereka pasti bakalan pulang”


“non, maafin mbok non”


“mbok gak harus minta maaf, ayah sama ibu pasti pulang, jadi mbok harus siapan makanan buat mereka makan malam nanti”


“dek, tenangin diri kamu”


“gak kak, ayah sama ibu pasti pulang, mereka gak akan kenapa-napa”


“dek, istighfar. Kamu harus kuat”


“enggak! Kalian semua bohong! Aarghh”


“dek, tenang yah”


Risaka berusaha menenangkan Ayu yang sudah sangat kalut saat ini. Gadis itu merasa sangat terpukul atas berita mengenai kecelakaan tersebut.


Risaka memeluk Ayu dengan erat agar adiknya itu bisa lebih tenang, tapi justru ia semakin menjadi histeris. Ayu melepaskan pelukan Ris dan berlari menuju pintu utama.


“ayah, ibu”


“Ay...”


“lepasin gue, Ian. Gue mau cari ayah sama ibu, lepasin”


“Ay, lo harus tenang sekarang. Mereka lagi coba buat nyari orangtua lo saat ini, lo harus tenang yah”


“gimana gue bisa tenang, Ian. Orangtua gue lagi kesakitan disana, mereka pasti nungguin gue. Lepasin gue Rian!”


“Ayu, dengerin gue, lo harus tenang! Lo harus kuat sekarang!”


Rian yang baru saja sampai dirumah Ayu setelah melihat berita ditelevisi, langsung menangkap tubuh langsingnya supaya tidak keluar dari rumah.


Ia berteriak pada gadis itu untuk membuatnya mendengarkan apa yang akan ia katakan, lelaki itu berharap bisa membuat Ayu lebih tenang dan berhenti memberontak. 


“gue bahkan belum sempet minta maaf sama mereka, mereka pamit pergi tiga hari yang lalu, tapi gue gak peduli sama sekali. Bahkan mereka minta gue supaya bisa maafin mereka pas nanti mereka balik, harusnya hari ini mereka nemuin gue. Itu yang harus mereka lakuin, Ian. Hiks”


Dan apa yang coba ia lakukan berhasil membuat Ayu lebih tenang, ia berhenti untuk berusaha melepaskan pelukan Rian.


Gadis itu menceritakan kejadian beberapa hari lalu dengan tangisan, merasa bersalah dan menyalahkan diri atas apa yang sudah terjadi pada Rian. 


“mereka pasti bakal nemuin lo, Ay. Lo harus kuat dan tunggu mereka sampai disini”


Lelaki itu terus berusaha membuatnya tenang dengan kata-katanya, ia kembali memeluk Ayu lebih erat, pertanda ia akan menemaninya menunggu ayah dan juga ibunya datang.


Tapi, Rian merasakan tubuh gadis itu semakin lemas, dan benar saja Ayu jatuh pingsan.

__ADS_1


“Ayu...”


“dek Ay...”


“non Tiyash...”


Mereka yang ada disana terlihat cemas saat Ayu jatuh, mereka berteriak dan langsung menghampiri Ayu.


Melihat kondisi Ayu seperti ini, Rian langsung membawanya kedalam kamar dan memeriksa keadaannya. Ayu pasti merasa shock dan karena itu ia pingsan.


“gimana keadaan non Tiyash sekarang, den ?”


“Ay gak apa-apa kok mbok, dia cuma shock aja makanya sampe pingsan kaya tadi”


“mending sekarang kita tunggu diluar aja, biarin dek Ayu istirahat dulu”


“Ian, mending lo disini temenin dek Ay yah, gue takut dia histeris kaya tadi lagi”


“iya, den Rian temenin non Tiyash aja, gak apa-apa kan. Si mbok gak mau kalo sampe non Tiyash kenapa-napa”


“iya mbok, Rian jagain Ay disini yah”


“makasih yah den”


“yaudah kita keluar sekarang yah”


Ulfa memang sengaja membiarkan Rian untuk menemani Ayu, sepertinya saat ini Ayu memang membutuhkan lelaki itu disampingnya.


Mereka meninggalkan Rian dan Ayu dikamarnya, dengan pintu terbuka tentunya.


“mbok, sebenernya gimana ceritanya sampe bisa ayah sama ibu jadi korban kecelakaan”


“hari ini si mbok dapet telfon katanya sih dari pihak Garuda, mereka ngasih tau mbok kalo bapak sama ibu jadi salah dua korban kecelakaan pesawat dari Aceh yang menuju ke Jakarta”


“tapi apa mbok udah pastiin ?”


“mereka sempet nyebutin nama juga alamat rumah ini, non”


“terus mereka bilang apa lagi mbok ?”


“mereka bilang kalo orangtua non Tiyash belum bisa ditemukan, karena pesawatnya jatuh ditengah hutan”


“astagfirullah, Ris. Dek Ay”


“kamu harus tenang Ul, insyaallah pasti ayah sama ibu ketemu kok”


Disisi lain, Ayu belum tersadar tapi ia terus menerus mengigau memanggil ayah juga ibunya, Rian yang mendengar hal itu segera mencoba membangunkannya tapi tidak berhasil.


Ia menyentuh dahi Ayu, terasa panas. Gadis itu sedang demam saat ini, Rian langsung mencari alat pengukur suhu di laci meja Ayu.


Setelah menemukannya, ia segera mengecek suhu tubuhnya. Demamnya cukup tinggi hingga 38,7 derajat Celcius.


“ayah... ibu... tunggu Tiyash disana”

__ADS_1


“Ay, sadar Ay. Ay, ini gue Rian, Ayu. Aaishh”


Segera Rian turun kebawah dan meminta mbok Lastri mengambil kompresan untuk menurunkan demam Ayu saat ini.


Risaka dan Ulfa segera kembali keatas dibantu oleh pak Kus. Rian kembali kekamar dan segera mengompres Ayu, supaya demamnya bisa diatasi. 


“kayaknya kita harus nginep disini malem ini, Ul”


“ok, aku kabarin bunda dulu”


“yaudah aku juga mau kasih tau mamah kalo aku gak pulang”


**


"hallo, bunda Assalammualaikum”


“waalaikumsalam kamu dimana, Ulfa ?”


“bunda, kayaknya malem ini Ulfa harus nginep dirumah dek Ayu”


“iya, bunda baru mau tanyain kamu soal berita itu, yaudah kamu jaga Ayu disana yah”


“iyah bun, wassalamualaikum”


“waalaikumsalam”


**


“hallo, assalammualaikum mah, ini Risaka”


“waalaikumsalam, kenapa teh ?”


“mah, teteh ijin mau nginep dirumah dek Ayu yah”


“ada apa memangnya ?”


“Risaka harus temenin dia sekarang mah, orangtuanya baru aja dikabarin kecelakaan pesawat”


“astagfirullah, yaudah nanti mamah bilang ke papah, kamu dampingin Ayu aja yah”


“yaudah mah, wassalammualaikum”


“waalaikumsalam”



“aku juga bakal nginep disini malem ini”


“Rian, tapi gimana sama orangtua lo ?”


“mereka lagi diluar negeri, gue tinggal sendiri dirumah jadi gak masalah”


“yaudah sekalian lo awasin perkembangan dek Ayu yah, Ian”

__ADS_1


“iya kak, itu udah pasti”



__ADS_2