
[Bandung, 16 Januari 2014]
“akang datang sesuai janji akang kemarin”
“tapi akang tau kalau kehadiran akang disini belum bisa diterima sama anak-anak”
“apa neng sudah memaafkan akang ?”
“neng gak tau kang”
“mamah”
“iya Rel, mamah diteras”
“Farel”
“mah Farel sama Fatin berangkat sekolah dulu yah, assalammualaikum”
“Fatin juga berangkat ya mah, assalammualaikum”
“iya sayang, waalaikumsalam”
“Farel”
“itu siapa yang manggil kakak tadi ?”
“bukan siapa-siapa”
“akang liat kan bahkan Farel belum bisa maafin akang, apalagi Risaka”
“akang akan berusaha supaya mereka bisa nerima maaf akang”
Pagi ini om Indra kembali kerumah tante Laila untuk menjelaskan semuanya sekaligus meminta maaf atas apa yang ia lakukan dulu.
Farel yang ingin berpamitan melihat sosok ayahnya ada dihadapannya lagi, tapi kali ini ia bersikap seolah tidak mengenalnya. Sedangkan Fatin sendiri bahkan tidak ingat wajah ayahnya.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya tante Laila mempersilahkan om Indra untuk masuk kedalam rumah, karena tidak baik jika mereka membicarakan sesuatu yang serius diteras seperti ini.
__ADS_1
Pagi ini Risaka belum terlihat karena memang ia masih tertidur karena semalam ia hampir begadang karena memikirkan tentang kedatangan ayahnya kerumah ini. Dan untungnya hari ini ia ada kelas disiang hari.
“neng, tolong maafin akang, akang tau akang salah, karna itu akang mau minta maaf atas semua kesalahan akang dulu”
“bukan neng yang harus akang yakinin tapi anak-anak, terutama Risaka, karena dia yang paling terluka dari neng, kang”
“akang janji, akang bakalan yakinin Risaka gimanapun caranya”
“anak perempuan yang tadi jalan sama Farel…”
“iya itu Fatin, bahkan dia aja lupa sama wajah papahnya”
“dia tumbuh jadi gadis cantik”
“tapi apa yang akang lakuin dulu itu keterlaluan, gimana bisa akang pergi begitu aja ninggalin banyak hutang sama rentenir”
“akang terpaksa minjem uang sama rentenir karna akang gak tau harus gimana lagi, dilain sisi akang bosan hidup susah”
“terus kenapa sekarang akang balik kesini, apa yang dibilang Risaka bener, kalo akang kesini cuma mau ngacauin hidup kami”
“enggak neng, akang udah berubah, selama tujuh tahun kepergian akang. Akang selalu mikirin kalian, akang udah bertindak salah dengan ninggalin kalian”
“neng, akang sadar kalo selama ini akang udah nyusahin neng sama Risaka, makanya akang kesini buat nebus semua kesalahan akang sama kalian”
Mendengar namanya disebutkan, Risaka menggeliat dan terbangun. Sepertinya ada tamu dirumahnya, tapi suaranya terdengar tidak asing ditelinga Risaka. Suara yang belum lama ini ia dengar.
“siapa yang lagi ngobrol sama ibu ?”
Risaka berniat ingin melihat siapa tamu yang datang kerumahnya pagi-pagi begini, apakah Ayu. Tapi suaranya laki-laki, dan kalaupun Ayu pasti sekarang gadis itu sudah berada dikamar Risaka bukannya mengobrol diruang tamu.
“mandi dulu deh, gak enak juga diliat begini”
Akhirnya Risaka bangun dan langsung pergi untuk mambasuh tubuhnya sebelum bertemu dengan tamu sang ibu.
Setelah ia selesai, Risaka langsung menuju keruang tamu, dan ia melihat sang ayah sedang duduk didepan ibunya.
“Risaka”
Om Indra yang menyadari bahwa anak sulungnya sedang menatapnya berniat ingin menghampirinya tapi Risaka jauh lebih dulu menghindar dan kembali masuk kekamar dan bersiap untuk pergi kekampus.
__ADS_1
“Risaka, kamu mau kemana nak ?”
“kekampus”
“bukannya kelas kamu siang ?”
“ganti, aku pergi dulu mah, assalammualaikum”
“waalaikumsalam”
Risaka pergi tanpa sekalipun menatap mata om Indra, sepertinya ia akan terus bersikap seperti itu pada ayah kandungnya sendiri, sampai ia bisa melupakan kejadian pahit yang dialaminya dulu.
“akang liat sikap Risaka tadi kan ?”
“akang tau ini sulit, tapi akang tetep akan berusaha”
Sepanjang perjalanan menuju kampus Risaka terlihat sangat kesal, sampai ia tidak memerhatikan jalan dan menabrak Ulfa yang ada didepannya.
“astaghfirullah, Risaka hati-hati”
“Ulfa, duh maaf-maaf, aku gak sengaja”
“loh bukannya kamu ada kelas siang kenapa pagi-pagi udah ada disini ?”
“aku bete dirumah, kamu sendiri ngapain dikampus jadwal kelas kamu kan juga siang kaya aku”
“aku ada urusan diperpus, ada masalah apa ?”
“jangan cerita disini deh yah”
“yaudah kita ke tempat biasa yah”
Dan untungnya Risaka bertemu dengan Ulfa, jadi ia bisa menceritakan masalahnya pada gadis itu. setidaknya sedikit beban pikirannya bisa berkurang dengan berbagi dengan Ulfa. Mereka pun segera menuju kebun belakang kampus untuk berbicara.
‘cara untuk mengurangi beban pikiran dalam diri kita adalahmembaginya dengan orang terdekat, dan itu sangat ampuh. Risaka.’
__ADS_1