Tri Angel

Tri Angel
3. Perkenalan Singkat


__ADS_3

“gimana dong, kasihan juga tuh cewek kalo gak gue tolongin, mana jalanan ini sepi lagi, pada kemana sih orang-orang heran gue”



Tiyash ingin menolong gadis itu, tapi disana ada tiga orang laki-laki yang mempunyai tubuh dua kali lebih besar darinya. Tidak mungkin jika ia melawan ketiga orang itu sekaligus. Tapi jika gadis itu tidak ia tolong, mungkin saja ia akan dilukai nantinya.



“aha…”



Wiuwiuwiuwiuwiuwiuwiuwiuwiu



Terdengar suara sirine polisi, hal itu membuat semua preman itu berlari dengan ketakutan. Sepertinya rencana Tiyash berhasil. Ia menyalakan suara tiruan dari sirine polisi lewat ponselnya untuk menakut-nakuti tiga orang preman itu.



Saat gadis itu sudah sendirian, Tiyash langsung berlari kearahnya dan mengajaknya untuk lari secepat mungkin sebelum tiga orang preman tadi menyadari tipuannya.



“ayo kita lari sekarang”



“ka.. kamu siapa ?”



“udah kenalannya nanti aja, sekarang kita lari dulu, buruan”



Setelah percakapan pendek yang mereka lakukan, dilanjutkan dengan berlari sekuat yang mereka bisa untuk menghindari ketiga preman tersebut.



Tapi sayangnya, belum terlalu jauh mereka berlari para preman itu menyadari bahwa tidak ada polisi ditempat itu.



Ketiga preman tersebut menoleh kearah belakang dan melihat bahwa gadis yang tadi menjadi mangsa mereka tengah berlari bersama gadis lain.



Si ketua preman menyerukan anak buahnya untuk mengejar mereka secepatnya.



“sialan kita ditipu, cepat kejar mereka”



Adegan kejar-kejaran seperti di film laga pun terjadi. Yang ada dalam pikiran Tiyash saat itu hanyalah melarikan diri secepat mungkin supaya mereka berdua bisa terbebas dari preman menakutkan tadi.



Sayangnya langkah kaki dari preman tersebut lebih besar dibandingkan dengan mereka. Tak perlu waktu lama bagi preman-preman itu untuk mencegat mereka.



“mau lari kemana lagi kalian”



“mau apa kalian ?”



“lo…, berani-beraninya lo nipu gue”



“hh.. kalian aja yang terlalu bodoh, gampang banget ditipu”



“kurang ajar, jangan kalian pikir karena kalian anak kecil kita gak akan nyakitin kalian yah”



“coba aja kalo bisa”



“lo nantang gue ?”



Sepertinya tindakan Tiyash barusan sudah membuat darah para preman itu mendidih, mereka berdua sudah tidak bisa kabur lagi. Kali ini satu-satunya jalan adalah melawan.



“apa yang kamu lakuin, kamu mau buat mereka marah ?”



“udah kakak diem aja disini, biar ini jadi urusanku”



“tapi mereka itu gede-gede badannya, emangnya kamu sanggup lawan mereka ?”


__ADS_1


“mending kakak bantu doa aja”



“kamu yakin ?”



“iya. Udah tenang aja”



Gadis itu merasa khawatir atas apa yang akan dilakukan oleh Tiyash, ia takut jika sesuatu terjadi pada Tiyash nantinya.



Sialnya tidak ada satupun yang bisa dimintai bantuan saat ini, karena mereka tadi berlari menuju gang yang cukup sepi,  yah mereka baru menyadari bahwa taktik mereka salah.



“ayo lawan aku, tapi satu-satu”



“apa lo bilang”



“heh kalian itu lagi ngelawan anak kecil, ya kali maen keroyokan gak acih banget kan”



“ok. Jon lawan dia”



“siap bos”



Saat seorang pria berbadan besar mendekat, Tiyash segera mengelak dan mengarahkan pria itu ke gerobak sampah yang ada dibelakangnya.



Alhasil pria itu jatuh masuk ke gerobak sampah. Tiyash langsung mengambil balok kayu dan melemparkannya pada gadis yang ada dibelakangnya, memberi kode supaya gadis itu menggunakan kayu tersebut untuk memukuli pria yang ada di gerobak sampah.



Melihat hal itu pria yang berbadan kekar lainnya menyuruh temannya yang satu lagi untuk menghadapi gadis dihadapannya ini. Sepertinya ia bos mereka.



“Black hajar dia”




Tentu saja, pria yang dipanggil Black itu langsung memegangi miliknya dengan wajah yang sangat jelek, ia meringis kesakitan sambil jatuh terduduk. Sedangkan Tiyash hanya tersenyum mengejek sambil menjulurkan lidahnya keluar.



Tanpa aba-aba, si bos preman maju dan menyekap Tiyash dari belakang. Awalnya Tiyash tidak bisa melakukan apa-apa, namun sebuah ide muncul saat tangan preman tersebut berada dimulutnya.



Tiyash bersiap dengan gigitannya pada tangan pria tersebut. Berharap jika preman itu merasa sangat tersakiti dan segera melepaskan jeratannya. Dan saat dirinya sudah terbebas, ia langsung menarik gadis tadi untuk berlari lagi.



“argh… argh…”



“ayo kak”



Kali ini mereka berlari menuju keramaian, karena para preman tersebut tidak mungkin mengejar mereka sampai ketempat ramai.



***



“hah.. hah.. hosh”



“gila kamu, berani-beraninya ngelawan preman itu”



“hah.. kalo kita gak ngelawan gimana kita bisa kabur”



“tapi ngomong-ngomong makasih yah, udah nolongin aku”



“iya sama-sama, nama aku Ayuningtiyash. Nama kakak siapa ?”



“nama aku Risaka Nera Oetomo”

__ADS_1



“mirip nama pahlawan”



“memang”



“Ris, aku boleh panggil kakak Ris ?”



“boleh, kamu manggil aku kakak emang kamu kelas berapa ?”



“aku baru masuk SMA tahun ini, kalo kakak ?”



“oh pantesan, ini tahun terakhirku di SMA”



“udah mau lulus dong”



“tahun depan”



“yah itu maksudnya”



“haha… tapi makasih yah kamu udah nolongin aku tadi”



“sama-sama”



“kamu mau kemana, kok jalan sendirian ?”



“kakak juga sendirian”



“ah itu, hehe iya-yah”



Belum sempat mengobrol lama, pak Kus supir pribadi yang bertugas menjaga Tiyash sudah ada disampingnya saat ini. Sudah sejak tadi pak Kus mencari anak majikannya itu tapi tidak ketemu juga. Dan saat melihat Tiyash beliau langsung menghampirinya untuk mengajak pulang.



“non, non Tiyash”



“pak Kus, kok bisa ada disini ?”



“aduh non, non kemana aja dari tadi pak Kus udah nyariin non kemana-mana”



“aduh, pak Kus pulang aja deh nanti aku bisa pulang sendiri kok”



“nanti pak Kus yang kena marah sama bapak sama ibu, non. Kita pulang sekarang yah non”



“duh pak Kus nih ganggu aja deh, iya iya aku pulang, bentar”



“baik non”



“kak Ris, aku pulang duluan yah, maaf aku gak bisa nganter kakak”



“iya gpp kok”



“sampai ketemu lagi kak”



“dah”



****

__ADS_1



__ADS_2