Tri Angel

Tri Angel
4. Tifus Abdominalis (Thypoid)


__ADS_3

Akhirnya Tiyash ikut pulang bersama pak Kus, karena khawatir jika nanti pak Kus benar-benar dimarahi oleh orangtuanya karena tidak bisa menjaganya. Tapi saat dijalan Tiyash merasa sedikit pusing.



"pak Kus, bisa tolong cepet sedikit gak, aku pusing"



"oh iya non, sebentar lagi non, sabar yah non"



Untuk menahan sakit kepalanya, Tiyash memutuskan untuk menyenderkan kepala dan memejamkan matanya sejenak.



Kurang lebih 15 menit mereka sudah sampai dirumah. Cuaca hari ini agak mendung dengan gerimis kecil, mungkin itu yang menyebabkan Tiyash merasa pusing, ditambah ia banyak berlari tadi.



"ayo non, pak Kus bantu hati-hati"



"makasih pak Kus"



"non langsung kekamar aja yah, nanti pak Kus yang minta mbok nganterin makan siang kekamar non"



"iya pak"



Pak Kus membantu Tiyash berjalan untuk masuk kerumah, khawatir jika nona mudanya ini tidak kuat berjalan dan jatuh.



Sampai didalam, mbok Lastri sudah menyambutnya, tapi mendadak berubah menjadi rasa khawatir saat melihat Tiyash dipapah oleh pak Kus.



"loh ini non Tiyash kenapa pak ?"



"dia ngerasa pusing mbok, kayanya gara-gara kena gerimis tadi"



"oh yaudah ayo, mbok anterin kekamar"



"gak usah mbok, biar bapak aja, mbok siapin makanan buat non Tiyash terus bawa kekamarnya yah"



"oh iya pak, nanti mbok bawa makanannya kekamar"



Pak Kus sangat hati-hati saat memapah Tiyash kedalam kamar, beliau sangat menghawatirkan anak majikannya itu. Pasalnya, selama ini beliau lah yang selalu menemani kemanapun Tiyash pergi.



Pak Kus sangat menyayangi Tiyash seperti anak kandungnya sendiri. Begitu juga dengan mbok Lastri.



Dan sekedar info, bahwa pak Kus dan mbok Lastri ini adalah suami istri. Mereka sudah bekerja bersama keluarga Tiyash sangat lama. Tapi sampai sekarang mereka belum juga memiliki anak, oleh karena itu mereka sudah menganggap Tiyash seperti anak mereka.



"non, ini makanannya, non makan dulu yah habis itu istirahat biar pusingnya ilang"



"mbok, suapin Tiyash yah"



"iya non, sini mbok suapin"



Sikap Tiyash memang tidak bisa diduga akan seperti apa nantinya. Terkadang ia bertindak sangat nakal hingga diluar batas, tapi tadi ia bertindak begitu baik bagaikan malaikat penolong untuk Risaka, dan sekarang sikap manjanya keluar begitu saja pada mbok Lastri.



Entah berapa sifat yang dimiliki oleh dirinya. Tidak akan ada yang bisa menentukan kapan ia akan bersikap selembut ini disekolah.



***



[Jakarta, 23 Desember 2008]



Sudah dua hari ini Tiyash berdiam diri dikamar tanpa melakukan apapun, sepertinya kondisinya tambah memburuk akibat terkena gerimis tempo hari.



"non, apa masih tidak enak badan"



"i-iya mbok"



"ya ampun non, badan non tambah panas, lebih baik kita ke dokter aja yah non sekarang"

__ADS_1



"gak usah mbok, nanti juga sembuh kok"



"gimana sembuhnya non, udah dua hari non panas, mending sekarang kita ke dokter yah"



"yaudah deh"



"pak Kus, pak"



"ada apa toh mbok teriak-teriak"



"tolong bantuin mbok yah, anterin non Tiyash ke dokter, panasnya gak turun turun-e, pak"



"oh iya-iya, ayo non"



Bahkan disaat sakit seperti ini, orangtua Tiyash tidak mengetahuinya. Mbok Lastri sengaja tidak memberitahu orangtuanya karena Tiyash yang melarang. Ia khawatir jika orangtuanya akan cemas dan tidak fokus bekerja nantinya.



Baik mbok Lastri maupun pak Kus menurutinya.



Pagi ini Tiyash dinyatakan terkena demam tifus (thypoid)-penyakit yang berasal dari infeksi bakteri Salmonella Thypi. Dan harus dirawat selama beberapa hari. Tiyash berkali-kali menolak perawatan yang akan diberikan oleh perawat.



Tapi mbok Lastri berhasil membujuknya, dan disinilah ia sekarang. Dikamar rawat inap VIP 205. Tiyash tetap meminta mbok Lastri merahasiakan kondisinya dari orangtuanya. Tapi bagaimana mungkin saat Tiyash sudah dirawat. Cepat atau lambat mereka pasti mengetahuinya.



"non, bapak sama ibu harus dikasih tau soal kondisi non"



"mbok, jangan sekarang yah. Besok aja kalo mereka gak sibuk"



"tapi kan non tau sendiri kalo bapak sama ibu jarang libur"



"aku gak mau ganggu waktu mereka mbok, ada mbok sama pak Kus disini aja aku udah seneng"




"nanti malem mbok pulang kerumah yah, jagain ayah sama ibu dirumah. Nanti kalo mbok gak ada mereka gak bisa makan"



"non, iya-iya nanti malem mbok pulang tapi pak Kus disini jagain non yah"



"mbok, kan aku udah bilang gak apa-apa"



"yaudah kalo gitu mbok gak akan pulang"



"eh kok gitu, yaudah pak Kus malem ini nginep disini"



"yaudah sekarang non istirahat yah"



Melihat nona mudanya terbaring lemah ditempat tidur pasien membuat mbok Lastri merasa sangat sedih. Ia tahu benar keinginan Tiyash saat ini, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Saat malam datang, mbok Lastri pamit untuk pulang diantar oleh pak Kus.



Saat keadaan seperti sekarang membuat Tiyash merasa ia benar-benar sendirian tanpa siapapun, tanpa ia sadari air mata menetes dari pelupuk matanya, sebelum ia tertidur. Pak Kus kembali kerumah sakit setelah mengantar mbok Lastri.



***



Sementara itu dirumah, mbok Lastri sedang menyiapkan makan malam untuk orangtua Tiyash. Mereka heran kali ini rumah tampak sangat sepi, mobil putrinya juga tidak ada digarasi.



"loh mbok, kok mobil Tiyash gak ada, apa dia belum pulang ?"



"ah..um, itu mobil non Tiyash lagi ditaro bengkel sama pak Kus, bu"



"loh emang mobilnya kenapa mbok ?"



"tadi siang pak Kus bilang mobilnya mogok, jadi dibawa kebengkel, dan besok baru bisa diambil"

__ADS_1



"oh gitu yaudah, Tiyash dimana mbok, udah tidur yah ?"



"iya bu, pak non Tiyash udah tidur dari sore tadi"



"dia udah makan malem belum mbok ?"



"ibu liat kekamarnya dulu deh, ayah"



"um bu, maaf tapi pesen non Tiyash gak boleh ada yang masuk kekamarnya"



"ada apa mbok, apa dia ada masalah ?"



"eng.. enggak ada bu, katanya non Tiyash lagi gak mau diganggu, dia lagi kecapean jadi biar istirahat nya puas gitu katanya"



"oh yaudah, mending ayah mandi dulu aja nanti ibu siapin bajunya baru kita makan malem"



"ok"



Mbok Lastri berusaha keras menyembunyikan tentang kondisi Tiyash dari orangtuanya, tapi ia berniat untuk memberitahunya besok pagi. Kebetulan besok adalah akhir pekan dan tante Mira sempat bilang jika akhir pekan ini beliau sedang tidak ada pekerjaan.



***



"mbok, kok saya belum liat Tiyash turun, apa dia belum bangun ?"



"um itu.. hm ibu gak ke kantor hari ini ?"



"hari ini saya libur mbok, gak ada kerjaan kok. Ada apa mbok ?"



"mm.. sebenernya bu.. sebenernya"



"ada apa mbok"



"bu, ayah berangkat dulu ya"



"loh, ayah ada kerjaan ?"



"ayah ada meeting sama klien hari ini, bu"



"yaudah kalo gitu, hati-hati ayah"



"pak, bu.. sebenernya ada yang mau saya sampaikan sama ibu sama bapak"



"ada apa mbok"



"sebenernya, non Tiyash gak ada dirumah, bu"



"loh, memang dia kemana mbok ?"



"non Tiyash ada dirumah sakit sekarang"



"a-apa!"



Tidak kuasa menahan berita yang baru saja ia dengar dari mbok Lastri membuat tante Mira kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh dilantai. Om Feri yang berada disampingnya langsung membantu tubuh istrinya itu untuk duduk dikursi.



****



'tak perlu ada beribu kata manis jika satu kalimat sudah mewakili sebuah perasaan tulus. Tiyash.'


__ADS_1


__ADS_2