Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 38


__ADS_3

"Dave, uncle tidak akan memaksa kau untuk menjalankan surat wasiat dari kedua orang tua mu. Tapi-"


"Daddy kenapa kau bicara seperti itu?" sela Jeny dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal.


"Sayang... Daddy belum selesai berbicara." Arthur menghela napasnya lalu menatap kembali pada Dave. "Tapi apa kau tega melihat keinginan kedua orang tuamu yang sudah meninggal tidak bisa terwujud."


Deg


Perkataan Uncle Arthur semakin membuat hati Dave merasa sangat bersalah, sejak dulu Dave tidak pernah melakukan sesuatu untuk kedua orang tuanya. Dan di saat kedua orang tuanya sudah meninggal, apakah dia juga tidak bisa mengabulkan keinginan terakhir mereka.


Dave yang terdiam tampak terus berpikir, dan akhirnya ia mengambil keputusan yang dirasanya paling tepat untuk saat ini.


"Aku mau melaksanakan permintaan kedua orang tuaku untuk menikah dengan Jeny, tapi ada satu hal yang mau tidak mau harus kalian terima." Ucap Dave.

__ADS_1


"Apa itu kak?" Jeny menautkan kedua alisnya.


"Aku akan menikahi Jeny tapi aku juga akan menikahi kekasihku."


"Apa?" pekik Jeny dengan wajah yang terkejut.


"Dave apa maksudmu?" tanya Arthur yang mulai emosi.


"Aku mempunyai kekasih yang sangat aku cintai dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya." Jawab Dave. "Jadi Jeny harus mau menerima statusnya yang hanya akan menjadi istri kedua ku."


"Tapi aku bersedia menjadi istri kedua kak Dave." Sela Jeny dengan tatapan tajamnya pada Daddy nya, kedua tangannya mencengkram erat ujung pakaiannya untuk menahan amarah yang ada dihatinya, sejak mendengar perkataan Dave yang hanya menjadikan dirinya sebagai istri kedua.


"Tidak Jeny, Daddy--" Arthur tidak lagi melanjutkan perkataannya, saat melihat kedua mata putrinya yang sangat tajam.

__ADS_1


"Karena Jeny sudah mau menerima semuanya, jadi silahkan kalian persiapkan acara pernikahannya." Ucap Dave dengan datar tanpa ekspresi apa pun di wajahnya. "Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan silahkan kalian keluar! Karena aku masih banyak pekerjaan." Dave mengusir Uncle Arthur dan Jeny secara halus.


Arthur yang sangat marah karena di perlakukan secara tidak sopan oleh Dave, langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut sambil menarik tangan putrinya.


"Tuan apa Anda serius dengan perkataan yang tadi?" tanya Jo dengan wajah yang tak percaya, jika tuannya itu mau menikahi dua wanita sekaligus.


"Aku serius." Dave merebahkan punggungnya di kursi kerja, lalu menatap pada langit-langit ruangannya.


"Tapi jika Nona Jingga tidak bersedia untuk dipoligami bagaimana?"


"Dia harus mau!" jawab Dave singkat. "Pergilah Jo! Aku ingin sendirian." Dave menutup kedua matanya.


"Baik tuan." Jo segera keluar dari ruang kerja tuannya, ia tahu saat ini tuannya sedang merasa bingung dan sedih.

__ADS_1


Sementara itu Dave yang masih menutup kedua matanya, membayangkan wajah cantik Jingga yang pastinya akan bersedih jika mengetahui semuanya ini.


"Maafkan aku, Ji." Lirih Dave dan tanpa terasa air mata menetes di kedua pipinya, sungguh ia tidak ada niatan sama sekali untuk melukai hati Jingga. Namun Dave mau tidak mau harus bersikap egois untuk bisa mewujudkan semuanya. Menjadikan Jingga sebagai seorang istri yang sangat dicintainya, dan menjadikan Jeny sebagai istrinya hanya untuk mengabulkan keinginan terakhir kedua orang tuanya.


__ADS_2