
Di saat Dave dan Jo sedang termenung dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba saja Nita sekertaris tuan Dave masuk ke dalam ruangan.
"Tuan di lantai satu ada Nyonya Jeny, beliau marah-marah dan bersikeras ingin bertemu dengan Anda." Ucap Nita dengan wajah yang panik.
Dave menghela napasnya dengan kasar. "Kau kembali ke tempat mu! Biar Jo yang menanganinya." Perintah Dave pada sekertarisnya.
"Baik tuan." Nita segera keluar dari ruangan tuannya.
Setelah melihat Nita keluar dari ruangannya, Dave menatap tajam pada Jo. "Cepat kau urus Jeny!" ucap Dave dengan sangat tegas.
"Baik tuan." Jo segera menghubungi anak buahnya, dan menyuruh mereka untuk mengusir Nona Jeny dari Perusahaan Intel grup secepatnya tanpa menimbulkan kekacauan.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu, jangan biarkan Jeny masuk ke dalam perusahaan ini!" Dave mengeratkan rahangnya, dengan kedua tangan yang terkepal dengan erat.
"Tuan aku sudah menempatkan pengawal di lantai satu untuk menghadang Nona Jeny, tapi bukankah Anda tahu kalau Nona Jeny itu memiliki seribu cara untuk bisa bertemu dengan Anda." Ucap Jo sambil menghela napasnya, saat mengingat tingkah nona Jeny yang terbilang nekat hanya untuk bisa bertemu dengan tuan Dave yang merupakan suaminya sendiri.
"Kalau saja Jeny bukan temanku dan anak dari sahabat baik kedua orang tua ku, sudah aku kirim wanita itu ke ujung dunia agar tidak menggangu ku." Ucap Dave dengan geram sambil mengusap wajahnya kasar, ia sudah muak berurusan dengan Jeny meski wanita itu sudah berstatus istrinya.
Jo sontak tertawa setelah mendengar perkataan tuannya. "Tuan ingatlah! Wanita yang ingin Anda kirim ke ujung dunia itu adalah istri Anda sendiri." Goda Jo.
Jo langsung terdiam karena ia sangat tahu alasan tuannya menikahi Nona Jeny, karena ingin mewujudkan keinginan kedua orang tuanya, sekaligus membalas dendam pada tuan Arthur dengan cara meninggalkan Nona Jeny begitu saja setelah mereka sah menjadi suami istri.
Dan semua yang dilakukan tuan Dave sukses membuat tuan Arthur malu, dan tidak punya wajah lagi untuk menghadapi rekan bisnisnya. Itulah cara tuan Dave menghukum tuan Arthur yang sudah berani menculik Jingga, dan juga memberikan pelajaran bagi Jeny bahwa menjadi istri dari seorang Dave Anderson tidak akan membuatnya bahagia.
__ADS_1
"Jo kau pergilah! Dan atur pertemuan aku dengan Mike sore nanti!" perintah Dave.
"Baik tuan, apa ada lagi yang Anda butuhkan?" tanya Jo.
"Seperti biasa terus pantau gerak-gerik Tuan Arthur dan Jeny, jangan sampai mereka mengetahui keberadaan aku dan juga Jingga!" ucap Dave.
"Baik tuan," Jo segera keluar dari ruangan dengan senyum licik dibibirnya, jangankan memantau tuan Arthur dan Nona Jeny. Bahkan untuk mencari keberadaan Nona Jingga, dan mengetahui berita kehamilan wanita tuannya saja Jo sudah berhasil melaksanakannya.
Sementara itu Dave yang berada di dalam ruangannya, merebahkan punggung di sandaran kursi sambil menatap langit-langit ruangan. Tatapan matanya berubah sendu saat teringat kejadian satu bulan yang lalu saat Jingga melarikan diri.
Flash back on.
__ADS_1
Dave yang mencari keberadaan Jingga di apartemen milik keluarga Arthur, mendapati kenyataan jika wanitanya sudah melarikan diri dari ketiga pengawal tuan Arthur. Dengan di temani oleh Jo, Dave pun segera mencari keberadaan Jingga di seluruh sudut ibu kota bahkan sampai mencari ke luar kota.