Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 46


__ADS_3

"Tuan apa masuk Anda? Hubungan yang sangat dekat seperti apa?" tanya Jingga menerka-nerka maksud dari perkataan tuan Arthur, dan matanya membelalak dengan sempurna saat ia menebak kalau tuan Arthur mengenal sosok Dave. "Tuan apa Anda mengenal Dave?"


"Dave? Tentu saja aku mengenalnya, dan tujuan aku membawamu ke sini karena-"


"Daddy...." sebuah teriakan dari seorang wanita menghentikan perkataan Arthur.


Arthur yang tahu betul siapa pemilik suara itu dengan segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa Jingga keluar dari pintu belakang, karena Arthur tidak ingin Jeny sampai tahu Jingga ada di mansion mereka karena bisa membahayakan keadaan Jingga.


"Bawa dia ke apartemenku!" perintah Arthur dengan segera, ia tidak menyangka jika putrinya sudah pulang ke Mansion. Karena biasanya Jeny itu akan pulang larut malam, karena setiap harinya selalu dihabiskan dengan berpesta bersama teman-temannya.


"Baik Tuan." Pengawal pribadi itu segera menarik tangan Nona Jingga keluar melalui pintu belakang.


Sementara itu Jingga yang masih bingung dengan apa yang terjadi, menatap ke arah belakang pada pria paruh baya itu lalu beralih menatap pada sebuah foto besar yang sejak tadi tidak di lihat olehnya.

__ADS_1


"Nona Jeny...." Gumam Jingga dengan wajah yang terkejut.


Jika mansion ini milik Nona Jeny berarti pria paruh baya itu adalah Ayah nona Jeny, dan itu artinya ia sedang tidak aman. Karena mengingat Nona Jeny akan menikah dengan Dave, bisa jadi wanita itu ingin melukainya atau yang lebih parah lagi membawanya kembali pada Dave.


Jingga yang sedang kalut dengan situasi yang dihadapinya, seperti Lepas dari mulut harimau masuk ke dalam mulut buaya. Dengan terpaksa masuk ke dalam mobil milik tuan Arthur, sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa lolos dari ketiga pengawal yang ada di dalam mobil.


Sementara itu di dalam mansion keluarga Arthur, Jeny yang berjalan ke ruang tengah begitu terkejut saat melihat keberadaan Daddy nya.


"Dad kenapa akhir-akhir ini aku melihat Daddy selalu berada di Mansion?" tanya Jeny dengan bingung.


"Dad kau itu sangat aneh! Tentu saja aku senang jika Daddy lebih sering berada di mansion." Jeny menggelengkan kepalanya lalu menaruh barang belanjaannya. "Apa tadi ada tamu?" tanya Jeny saat melihat cangkir di atas meja.


"Tidak, cangkir itu milik-"

__ADS_1


"Tuan, di luar ada Tuan Dave." Ucap pengawal pribadi mereka dengan wajah yang panik.


"Kak Dave datang kemari!" Jeny yang merasa bahagia karena calon suaminya datang ke mansion milik Dad Arthur, segera berjalan hendak menemui kak Dave, namun langkahnya terhenti saat tangannya di tarik paksa oleh Daddy nya.


"Dad kenapa kau menghalangi aku?" Jeny berusaha melepaskan cengkraman tangan Daddy nya.


"Diam Jeny!" sentak Arthur pada putrinya. "Dan kau jangan biarkan Dave masuk ke mansion ku!" perintah Arthur.


Ia sudah menduganya kalau Dave akan menemukan siapa orang yang menculik kekasihnya, karena Dave pria yang sangat cerdas dan bisa melacak seseorang dengan sangat cepat. Dan Arthur juga tahu kalau saat ini Dave pasti sangat marah, itu sebabnya ia melarang Dave masuk dan menahan Jeny agar tidak menemui Dave demi kebaikan putrinya.


"Baik tuan-" jawab pengawal pribadi itu.


Tapi sayangnya saat pengawal itu hendak keluar, langkahnya justru mundur saat melihat seseorang yang hendak di larangnya masuk justru sedang berjalan ke arah tuan Arthur dan Nona Jeny.

__ADS_1


"Kak Dave...." Jeny melepaskan cengkraman tangannya dari Dad Arthur, lalu berlari hendak memeluk calon suaminya.


__ADS_2