Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 42


__ADS_3

Jeny terdiam sesaat lalu menyunggingkan senyumannya. "Aku tidak akan pernah melepaskan Kak Dave untuk wanita mana pun, termasuk kak Jesy." Jeny berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya, ia tidak peduli dengan reaksi Daddy Arthur atas perkataannya.


Arthur sendiri hanya bisa menghela napasnya dengan berat, menatap punggung putrinya dengan tatapan sendu. Saat ini ia tidak bisa bertindak keras pada Jeny, karena ada hal yang lebih penting yang harus ia lakukan dengan segera. Arthur harus menyelamatkan Jingga walau pun dirinya belum bisa memastikan Jingga itu Jesy atau bukan, tapi ia tetap harus menyelamatkan wanita itu, karena Arthur tidak mau melihat Jeny melakukan tindakan kriminal hanya karena obsesinya pada Dave.


...🍀🍀🍀...


Apartemen Casa Grande.


Jingga yang sedang tertidur karena kelelahan menangis seharian, tiba-tiba merasakan sesuatu yang berat di atas tubuhnya hingga membuatnya sesak dan kesulitan untuk bergerak. Dengan perlahan Jingga membuka ke-dua matanya, dan betapa terkejutnya Jingga saat melihat wajah Dave berada tepat di depan wajahnya.


"Dave kau mau apa?" tanya Jingga ketakutan saat melihat sorot mata Dave yang terlihat tidak biasanya, sorot mata itu mengingatkan Jingga pada saat Dave mengambil kesuciannya.

__ADS_1


"Aku menginginkan mu." Bisik Dave yang mulai mengecup bibir Jingga dengan penuh kelembutan.


Umph...


Jingga berusaha melepaskan ciuman di bibirnya dengan cara mendorong tubuh Dave dengan sekuat tenaga, namun ciuman yang diberikan oleh Dave bukannya berhenti justru semakin dalam dan kasar.


"Dave... kau ingin membunuhku!" pekik Jingga dengan napas yang tersengal-sengal setelah ciuman mereka terlepas.


Dave yang ditanya hanya menjawab dengan senyuman tipis dibibirnya, karena saat ini ia sedang sibuk melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Jingga.


"Janji yang pernah aku ucapkan mulai detik ini aku tarik, karena aku ingin membuatmu mengandung anakku, agar kau tidak akan pernah bisa pergi dariku!" Dave merobek paksa pakaian Jingga, karena sudah tidak sabar untuk menyentuh kembali tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


"Kau gila Dave! Aku tidak mau... ah...." Jingga menjerit saat ia merasakan sesuatu di bawah sana memasukinya secara kasar. "Sakit Dave...." rintih Jingga, walaupun ia sudah pernah melakukannya bersama Dave tapi tetap saja masih terasa sakit. Apalagi pria itu melakukannya tanpa memberikan rangsangan dulu terhadapnya.


Dave sendiri tidak peduli dengan rintihan Jingga, yang ingin ia lakukan saat ini adalah membuat wanita itu mengandung anaknya, dan itu akan ia lakukan setiap saat sampai hari pernikahan mereka tiba.


"Dave hentikan aku mohon." Pinta Jingga karena dari tadi pria itu terus memasukinya tanpa memberikan waktu untuk nya beristirahat.


"Sebentar lagi sayang...." Dave mempercepat gerakannya, dan ia pun melenguh saat menyemburkan bibitnya ke dalam rahim Jingga. "Aku mencintaimu Jingga," Dave mengecup kening wanitanya.


"Dan aku membencimu!" ketus Jingga dengan linangan air mata.


"Aku tidak peduli! Cukup aku saja yang mencintaimu dengan sepenuh hatiku." Dave menghapus air mata Jingga lalu mengecup bibir mungil yang sudah membuatnya kecanduan. "Dengar sayang! Walaupun aku menikah dengan Jeny, aku berjanji tidak akan pernah menyentuhnya dan aku juga tidak akan membawa Jeny ke apartemen kita atau pun ke mansion Anderson." Ucap Dave.

__ADS_1


"Berjanji? Aku bahkan sudah tidak lagi mempercayai janjimu itu!" ucap Jingga dengan sinis, ia sudah tidak lagi peduli pada perkataan dan janji manis dari Dave, yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya ia bisa lepas dari pria yang sudah membuatnya terluka sekaligus pria yang sangat dicintainya itu.


Dave sendiri tidak menyahuti perkataan Jingga, ia merengkuh tubuh mungil itu dan membawanya ke dalam pelukannya. Jauh di dalam lubuk hatinya ia juga merasa sakit sudah memperlakukan Jingga layaknya wanita pemuas nafsu, tapi Dave tidak punya pilihan lain dan hanya dengan membuat Jingga hamil maka wanita itu tidak akan pernah meninggalkan dirinya.


__ADS_2