
"Aku galak karena kau sudah berkata mesum, dan dengan lancangnya mengganti pakaian aku." Ketus Jingga dengan emosi.
Mike langsung tertawa saat melihat kemarahan Jingga, karena wanita itu justru terlihat lucu jika sedang marah.
"Sedikit pemberitahuan untuk Anda Nona Jingga, yang mengganti pakaianmu bukan aku tapi pelayan ku." Mike berdiri dari duduknya lalu mengambil ponselnya.
"Kau mau apa?" tanya Jingga dengan wajah yang cemas, ia takut Mike menghubungi Dave dan memberitahu keberadaannya.
"Aku ingin menghubungi dokter pribadiku, untuk memeriksa keadaanmu." Mike yang melihat kecemasan di wajah Jingga merasa sedikit aneh.
"Oh...." Jingga menghela napasnya dengan lega. "Tidak perlu Mike karena keadaan aku baik-baik saja." Ujar Jingga.
Mike lagi-lagi merasa aneh dengan reaksi Jingga, yang tadi terlihat cemas dan sekarang terlihat biasa saja saat wanita itu tahu kalau dirinya ingin menghubungi dokter.
"Oh ya aku lupa bertanya padamu, kenapa kau bisa berada ditengah jalan seperti tadi? Dan di mana Dave?" tanya Mike dengan tatapan penuh selidik, karena setahu dirinya Jingga itu tinggal bersama dengan Dave. Dan saat melihat Jingga yang sendirian berdiri ditengah jalan dengan gaun pengantin di tubuhnya, membuat seorang Mike bertanya-tanya. Karena tidak mungkin rasanya Dave meninggalkan Jingga seorang diri, mengingat begitu posesifnya seorang Dave Anderson pada Jingga hingga membuatnya kesulitan untuk bertemu wanita itu.
__ADS_1
Jingga terdiam tanpa ada keinginan untuk menjawab pertanyaan Mike.
"Ada apa Jingga? Kenapa kau diam? Apa kau sedang ada masalah?" sederetan pertanyaan meluncur dari bibir Mike karena rasa penasarannya yang sangat tinggi, ia yakin saat ini Jingga pasti sedang mengalami suatu masalah dilihat dari wajah Jingga yang sempat ketakutan saat di jalan tadi.
Jingga masih terdiam hingga membuat Mike kesal.
"Aku akan menghubungi Dave dan-"
"Jangan!" teriak Jingga.
"Kalau kau tidak ingin aku menghubungi Dave, katakan yang sejujurnya padaku apa yang terjadi padamu?" tanya Mike dengan wajah yang serius.
Dan mau tidak mau Jingga pun menceritakan semuanya pada Mike, dan memohon untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada Dave. Dan betapa beruntungnya Jingga karena Mike mau membantunya dan memberikan tempat tinggal untuknya.
Flash back off.
__ADS_1
"Sudah aku katakan kau tidak perlu berterima kasih padaku." Mike membawa Jingga untuk duduk di kursi yang ada di teras rumah kontrakan sederhana itu.
"Tapi aku tetap akan mengatakannya sampai berulang-ulang kali, karena pertolongan mu sangat berarti untuk diriku." Ujar Jingga tersenyum pada pria tampan yang ada di sampingnya, pada pria yang selama ini banyak sekali membantunya.
Mike membalas senyuman Jingga sambil menatap wanita cantik yang ada di sampingnya itu, yang terlihat menggemaskan jika sedang tersenyum.
"Kau tadi belum menjawab pertanyaan aku, apa kau masih memikirkan Dave?" Mike sengaja mengalihkan pembicaraan mereka, agar tidak terhipnotis terlalu lama pada senyuman Jingga.
"Mike apa perlu aku menjawabnya? Padahal kau tahu pasti apa jawabannya." Sahut Jingga.
"Oh ya ampun." Mike menghela napasnya dengan kasar. "Cinta satu kata yang bisa membuat seseorang menjadi gila, seperti kau dan juga Dave yang saling menyakiti satu dan lainnya hanya karena cinta." Sindir Mike dengan senyum tipis dibibirnya. "Kau di sini bersembunyi dari orang yang menghamili mu, dan dia di sana tengah bersenang-senang dengan istri cantiknya tapi tetap bersikeras mencari keberadaan mu." Mike sampai menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Jingga hanya terdiam saat mendengar perkataan Mike, ia berusaha untuk tidak menangis saat lagi-lagi mendengar kenyataan bahwa Dave sudah menikah dengan Jeny, tepat di saat dua Minggu dirinya pergi dari hidup pria itu.
Dan berita tentang pernikahan Dave dan Jeny sangat membuatnya terluka dan sakit hati, ia tidak menyangka pria yang sudah merusak masa depannya dengan alasan karena dia mencintainya dan takut kehilangan dirinya, tapi begitu mudahnya pria itu menikah dengan wanita lain.
__ADS_1