Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 43


__ADS_3

"Target sudah keluar." Lapor seorang pria dari dalam mobil sedan hitam, saat melihat seorang wanita berjalan menuju sebuah mobil.


"Bagus, jalankan rencananya!" perintah seseorang lewat sambungan telepon.


"Baik." Pria itu menyalahkan mobilnya saat mobil yang dinaiki wanita itu sudah berjalan.


Sementara itu Jingga yang berada di dalam mobil, menatap kearah jendela dengan tatapan mata yang kosong. Hati dan pikirannya terasa sangat lelah dengan semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini.


Kebahagiaan yang sempat ia impi-impikan kini hancur tak bersisa saat Dave mengingkari janjinya, dan akan menempatkan dirinya di dalam sebuah pernikahan di mana ia akan menjadi istri pertama dan Dave akan menikah kembali dengan Jeny.


Walau pun Jingga tahu cinta Dave hanya untuknya dan pernikahan dengan Jeny hanya sebatas memenuhi keinginan kedua orang tua Dave yang sudah meninggal. Tapi Jingga tetap tidak mau di madu, karena ia tidak ingin mengambil resiko untuk sakit hati saat melihat Dave mulai mencintai Jeny. Karena rasa cinta itu pasti hadir di antara mereka, saat mereka mulai terbiasa menjadi sepasang suami istri.


"Nona, Tuan Dave tadi mengatakan akan datang terlambat. Jadi nona diperintahkan untuk mencoba gaun nya terlebih dahulu!" ucap seorang pengawal pribadi yang duduk di kursi depan.


Hening tidak ada sahutan dari nona nya itu, dan sang pengawal pribadi memberanikan diri menatap ke belakang.


"Nona apa Anda mendengarku?" tanya pengawal tersebut.


Jingga yang sedang melamun sontak menatap kearah depan.

__ADS_1


"Maaf.. aku tadi tidak mendengarnya." Jawab Jingga dengan tidak enak hati.


"Tidak apa-apa Nona, aku tadi hanya ingin memberitahu Anda jika tuan Dave masih ada kerjaan di kantornya dan kemungkinan akan datang terlambat. Jadi nona diperintahkan untuk mencoba gaun nya terlebih dahulu!" pengawal tersebut mengulangi perkataannya.


"Oh...." Jingga menganggukkan kepalanya dan langsung berpikir dengan sangat cepat. "Jika Dave datang terlambat, berarti aku mempunyai kesempatan untuk melarikan diri saat di butik nanti." Gumam Jingga dalam hati.


Setelah mobil yang di tumpangi oleh Jingga sampai di sebuah butik, ia melirik ke seluruh ruangan untuk mencari celah agar bisa melarikan diri dari dua orang pengawal pribadi Dave.


"Nona selamat datang di The Wedding Boutique!" ujar seorang karyawan wanita.


Jingga menoleh pada wanita itu lalu tatapannya terkejut saat melihat siapa yang berdiri di sampingnya.


"Prita!" seru Jingga dengan senyum bahagia di wajahnya.


Jingga menganggukkan kepalanya lalu memeluk teman baiknya itu yang dulu sama-sama bekerja di butik milik Nona Jeny.


Ehem


Pengawal pribadi tersebut mendekati Nona Jingga dan menjauhkannya dari karyawan butik tersebut.

__ADS_1


"Nona Anda dilarang untuk berdekatan dengan orang lain." Ucap pengawal tersebut.


"Orang lain? Dia itu teman ku!" sahut Jingga dengan wajah yang kesal.


"Maaf nona, Tuan Dave sudah memberikan perintah tidak boleh ada seorang pun yang mendekati Anda termasuk teman baik Anda sekalipun."


Jingga yang merasa sangat kesal, hanya bisa menghela napasnya dengan kasar. Sementara Prita yang merasa bingung dengan apa yang di dengar dan di lihatnya, memilih untuk diam sambil menelisik Jingga dan pria yang ada dihadapannya.


"Aku ingin temanku yang membantu aku mencoba gaun pengantinnya." Jingga menunjuk Prita.


"Gaun pengantin? Jingga kau-" Prita yang terkejut, langsung terdiam saat mendapatkan kode dari Jingga agar diam.


Pengawal pribadi itu menundukkan kepalanya, tanda menyetujui keinginan Nona Jingga.


"Jingga.. lama sekali kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Prita saat mereka sudah berada di dalam ruang ganti pakaian.


"Kabar ku baik? Kau sendiri? Kenapa kau bekerja di sini?" tanya Jingga penasaran karena sebelumnya Prita itu bekerja di butik Glamour milik nona Jeny.


"Aku pindah kerja karena sudah tidak tahan dengan sikap Nona Jeny." Jawab Prita dengan wajah yang kesal. "Eh ngomong-ngomong kau akan menikah?" tanya Prita dengan penasaran sambil membantu Jingga mengenakan gaun pengantin.

__ADS_1


"Stt...." Jingga menaruh jari telunjuknya di bibirnya. "Dengar Prita aku butuh bantuan mu!" Bisik Jingga.


"Ada apa Ji? Apa yang bisa aku bantu?" Sahut Prita dengan wajah yang cemas, karena sejak tadi ia memang curiga dengan sikap Jingga dan dua orang pria yang berpakaian jas hitam tersebut.


__ADS_2