Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 47


__ADS_3

Dave yang sangat marah dan kesal saat tahu yang menculik Jingga adalah Tuna Arthur, dengan tanpa ampun dan tidak berperasaan mendorong Jeny dengan keras.


"Aw...." Jeny meringis kesakitan saat keningnya terantuk sudut meja.


"Jeny...." Arthur terkejut saat melihat dengan kasarnya Dave mendorong putrinya. "Beraninya kau menyakiti putriku!" Geram Arthur saat luka di kening Jeny.


"Katakan di mana Jingga ku?" tanya Dave dengan sorot mata yang membunuh tanpa mempedulikan perkataan tuan Arthur.


"Jingga?" Jeny yang tidak mengerti langsung menatap pada Daddy nya.


"Dia sudah pergi." Jawab Arthur dengan raut wajah yang tenang.


"Kau jangan bohong...." Dave mendekati tuan Arthur lalu menarik kearah kemejanya dengan kasar, seandainya saja orang tua yang ada di depannya itu bukan sahabat baik kedua orang tuanya, sudah pasti Dave akan memukulnya habis-habisan karena sudah berani menculik wanita yang sangat dicintainya.


"Kak Dave kau jangan seperti itu." Jeny yang ketakutan berusaha untuk membantu Daddy nya.


"Diam kau....!" sentak Dave.


Membuat Jeny langsung terdiam dengan wajah yang ketakutan, karena baru kali ini Jeny melihat kemarahan yang sangat mengerikan dari seorang Dave Anderson.

__ADS_1


"Cepat katakan di mana Jingga ku?" Dave mengulangi pertanyaannya tanpa melepaskan cengkeramannya.


"Aku sudah mengatakan kalau dia sudah pergi." Arthur masih berusaha untuk tenang, walau pun di sudut hatinya yang terdalam ia sangat takut jika pria itu berbuat nekat.


Dave yang tidak kehilangan akal segera menyuruh anak buahnya untuk mencari Jingga ke seluruh mansion.


"Nona Jingga tidak ada, tuan." Ucap Jo setelah mencari keberadaan wanita tuannya di setiap sudut ruangan yang ada di mansion.


Dave yang kesal kembali menatap tuan Arthur dengan sangat tajam.


"Kemana kau membawanya pergi?" tanya Dave dengan tatapan mata mengintimidasi lawan bicaranya.


"Ck, kau mau bermain-main denganku rupanya." Dave menyeringai licik sambil menatap pada Jeny. "Jo kau bawa Jeny dan sekap dia di ruang bawah tanah! Jangan kau beri makanan dan minum sama sekali, agar wanita itu mati kelaparan dan kehausan." Ancam Dave.


"Tidak aku tidak mau!" Jeny yang ketakutan mencoba berlindung dibelakang Daddy nya. "Kak aku ini calon istrimu kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini."


"Cih, calon istri kau bilang." Geram Dave menarik tangan Jeny dengan kasar. "Tentu saja aku bisa calon istriku." Bisik Dave lalu mendorong Jeny ke arah Jo. "Cepat bawa dia pergi!" perintah Dave dengan seringai tipis dibibirnya.


"Baik tuan." Jo segera membawa Nona Jeny.

__ADS_1


"Tidak aku tidak mau." Teriak Jeny. "Daddy cepat katakan di mana Jingga!" pinta Jeny dengan sangat ketakutan.


"Tunggu...!" Arthur yang tidak tega pada putrinya, segera mengatakan di mana keberadaan Jingga. Ia merasa masih punya banyak cara lainnya untuk mengetahui Jingga itu putrinya atau bukan tanpa menyakiti putrinya yang lain.


Setelah mengetahui di mana keberadaan Jingga, Dave pun melepaskan tuan Arthur dan Jeny. Bersama dengan asisten sekaligus pengawal pribadinya ia segera menuju apartemen milik tuan Arthur.


...🍀🍀🍀...


Sementara itu Jingga yang masih berada di dalam mobil milik tuan Arthur, meminta pada pengawal yang duduk di depan untuk menghentikan mobilnya dengan alasan ia merasa mual dan ingin muntah. Dan pengawal pribadi tuan Arthur pun mau tidak mau menghentikan mobil mereka di pinggir jalan.


Dan setelah Jingga keluar dari dalam mobil dengan lantang ia berteriak meminta tolong, membuat orang-orang yang berada di sekitarnya segera membantu Jingga dan langsung mengeroyok ketiga pria yang berpakaian hitam itu tanpa rasa ampun.


Jingga sendiri segera berlari dengan sangat kencang tanpa menoleh kebelakang, ia tidak peduli pada keadaan ketiga orang suruhan tuan Arthur. Karena yang harus ia lakukan saat ini adalah terus berlari agar terbebas dari Dave, nona Jeny dan tuan Arthur.


Dan jingga yang saat ini tengah berlari bahkan tidak sadar saat menyebrang jalan ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.


Tin... tin


Suara klakson mobil yang keras begitu memekakkan telinga, membuat Jingga tersadar dan hanya bisa menatap ngeri pada mobil yang jaraknya sudah sangat dekat dengannya.

__ADS_1


Cit... bruk.


__ADS_2