
Perusahaan ICBC.
Mike yang sedang duduk di atas kursi kerja, menatap kearah sahabatnya yang berjalan masuk ke ruangnya bersama dengan Jo. Tadi siang sebenarnya Mike merasa sangat terkejut, saat Jo mengatakan Dave ingin bertemu dengannya sore ini juga. Itu sebabnya Mike membatalkan janjinya yang ingin menjemput Jingga, dan memilih untuk menunggu kedatangan Dave di perusahaannya.
"Ada angin apa seorang Dave Anderson datang mengunjungi Perusahaan ICBC?" Mike berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri sahabatnya.
"Apa aku tidak boleh mengunjungi Perusahaan sahabat aku sendiri?" Dave balik bertanya dengan sinis, dan langsung duduk di atas sofa yang ada di ruangan tersebut, walau belum mendapat ijin dari sang pemiliknya.
"Wow.. aku sangat terharu mendengarnya." Mike tersenyum tipis, ikut duduk di samping Dave. "Aku kira kau itu sudah lupa pada sabahatmu ini."
"Ck, mana mungkin aku lupa dengan sahabat sepertimu!" Dave menepuk pundak Mike dengan keras.
Gleg
Dengan susah payah Mike menelan salivanya, entah mengapa ia merasakan sesuatu yang tidak enak setelah mendengar perkataan Dave. ia menatap wajah sahabatnya yang terlihat datar tanpa ekspresi apa pun, dengan sorot mata yang tajam menatap dirinya seolah-olah adalah mangsa yang sangat menggiurkan.
"Te-tentu saja kau tidak akan bisa lupa pada sahabatmu ini, karena aku adalah seorang sahabat yang tidak akan—"
__ADS_1
"Berkhianat?" Potong Dave dengan tajam.
Gleg
Lagi-lagi Mike menelan salivanya dengan susah, ia jadi semakin yakin kalau kedatangan Dave pasti mempunyai maksud tertentu.
"Jingga?Apa Dave sudah mengetahui jika yang menolong Jingga adalah aku?" gumam Mike dalam hati berusaha untuk tidak gugup.
"Tentu saja, mana mungkin aku berkhianat! Apalagi mengkhianatimu!" Mike tersenyum kaku berusaha menghilangkan kegugupannya.
"Mencampuri urusan kau dengan Jingga? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?" tanya Mike dengan berbohong. "Shit! Ternyata dia sudah mengetahui keberadaan Jingga." Umpat Mike dalam hati.
"Mike Abraham aku tahu kau mengerti dengan jelas apa yang aku katakan!" sahut Dave dengan sorot mata yang tajam.
Mike yang memang mengerti apa yang dikatakan oleh Dave, kini menghela napasnya dengan berat. "Sejak kapan kau mengetahui keberadaan Jingga?"
"Sejak satu Minggu setelah dia menghilang." Jawab Dave.
__ADS_1
"What? Bagaimana bisa?" pekik Mike dengan wajah yang terkejut.
"Tentu saja aku bisa, karena aku Dave Anderson." Dave tersenyum pongah.
"Cih ...." Mike tersenyum sinis. "Kau sudah menemukan Jingga sejak lama, tapi kenapa kau tidak datang menjemputnya?" tanya Mike penasaran, karena setahu dirinya Dave adalah orang yang sangat posesif, jadi tidak mungkin jika Dave sudah menemukan Jingga tapi tidak membawa wanita itu kembali.
"Mike aku datang kemari bukan untuk menjelaskan apa pun padamu." Sahut Dave dengan ketus. "Jadi sekali lagi aku katakan padamu, jangan mencampuri urusan kami lagi! Dan jauhi Jingga!" Dave berdiri dari duduknya hendak pergi dari ruangan tersebut.
"Aku tidak akan menjauhi Jingga!" ucap Mike dengan tegas.
Seketika itu juga Dave menghentikan langkahnya, dan berjalan kembali menuju tempat Mike.
"Kau tidak berhak melarang aku untuk mendekati Jingga! ucap Mike kembali menatap tajam pada Dave.
"Aku punya hak! Apa kau lupa Jingga itu wanita ku dan dia sedang mengandung anakku!" Dave mencengkram kerah pakaian milik Mike.
Jo yang melihat pertengkaran yang terjadi antara tuan Dave dan Mike, berjalan mendekat untuk melerai keduanya. Namun langkahnya terhenti saat melihat kode dari tuan Mike agar dirinya tetap diam di tempat.
__ADS_1