
Dave juga memeriksa seluruh rekaman CCTV yang ada di bandara, dan mengecek daftar nama penumpang setiap harinya di setiap maskapai penerbangan. Namun hasilnya tetap nihil, Jingga tidak ditemukan hingga membuat Dave begitu frustasi.
"Tuan kami sudah menemukan keberadaan Nona Jingga." Ucap Jo setelah satu Minggu lamanya mencari keberadaan wanita tuannya.
"Benarkah? Kalau begitu cepat bawa aku ke tempat Jingga!" perintah Dave dengan wajah yang sangat bahagia, ia sudah tidak sabar menemui pujaan hatinya yang sudah satu Minggu lamanya menghilang.
"Tapi tuan ...."
"Tidak ada tapi-tapian, cepat bawa aku ke tempat Jingga!" Dave hendak melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya.
"Tuan aku tidak akan membawa Anda ke tempat Nona Jingga, sebelum Anda melihat rekaman CCTV yang berhasil aku dapatkan." Jo sengaja menahan tuan Dave, agar tuannya itu tidak bertindak gegabah dalam menghadapi nona Jingga.
__ADS_1
"Ck, cepat putar rekaman CCTV nya!" perintah Dave dengan wajah yang kesal, ia kembali duduk di kursi kerjanya agar urusan dengan Jo cepat selesai, dan bisa segera menemui Jingga.
Jo pun dengan segera menyalakan rekaman CCTV yang memperlihatkan saat nona Jingga hampir ditabrak mobil.
Dave yang melihat rekaman CCTV itu sampai tidak bisa berkata-kata dengan raut wajah yang pucat dan tegang. Bayang-bayang kecelakaan yang pernah merenggut nyawa ke-dua orang tuannya, terus berputar beriringan dengan rekaman CCTV Jingga yang hampir tertabrak mobil hingga membuat napasnya terasa sesak. Apalagi saat menyadari Jingga hampir kehilangan nyawanya saat berlari, berlari dari kejaran tuan Arthur dan termasuk berlari dari sisinya.
"Tuan, sekarang Anda mengerti bukan? Kenapa aku memperlihatkan rekaman ini pada Anda." Ucap Jo setelah selesai menyalakan rekaman CCTV tersebut.
"Aku akan membawa Anda untuk bertemu dengan Nona Jingga." Jo menutup laptop milik tuan Dave.
Tapi Dave hanya diam saja dan kakinya terasa sangat susah untuk digerakkan, keinginan yang tadinya menggebu-gebu untuk bertemu dengan Jingga, kini lenyap saat ia melihat rekaman CCTV tersebut. Dan di saat itu juga Dave memutuskan untuk tidak mendatangi Jingga, dan harus cukup puas hanya dengan melihat dan memantau keadaan Jingga dari kejauhan. Hingga sampai Dave yakin kondisi Jingga sudah cukup stabil saat ia membawanya ke Mansion Anderson.
__ADS_1
Satu Minggu setelah menemukan keberadaan Jingga, Dave pun menikah dengan Jeny untuk memberikan pelajaran bagi tuan Arthur dan Jeny, sekaligus memenuhi keinginan kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Setelah Dave dan Jeny dinyatakan sah sebagai suami istri, ia segera pergi dari tempat tersebut dan memutus semua komunikasi dari seluruh keluarga Arthur.
Dan setelah memenuhi keinginan ke-dua orang tuannya, kini saatnya bagi Dave untuk menjemput kebahagiannya yaitu Jingga. Karena ia sudah tidak sanggup menahan kecemburuannya saat melihat kedekatan Jingga dengan Mike.
Namun saat akan menjemput wanitanya, Dave mendapatkan kabar bahagia dari Jo yang mengatakan saat ini Jingga tengah mengandung. Dave yang tidak ingin mengambil resiko berbahaya bagi Jingga dan anak yang ada di dalam kandungannya, memilih untuk menunggu waktu yang tepat saat kandungan Jingga sudah kuat baru datang menjemputnya. Dan untuk memastikan keamanan Jingga dan kandungannya, Dave memutuskan untuk tinggal di samping kontrakan Jingga.
Flash back off.
"Seandainya saja surat wasiat itu tidak pernah ada, pasti saat ini aku sudah hidup bahagia bersama dengan Jingga dan calon anakku." Gumam Dave dalam hati sambil menatap bingkai foto Jingga yang ada di atas meja.
"Aku sangat merindukanmu Jingga, dan sebentar lagi aku akan membawa kalian ke mansion Anderson." Dave tersenyum lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1