
"Tapi Jingga, Dave menikahi Jeny hanya untuk mengabulkan keinginan kedua orang tuannya yang sudah meninggal." Jelas Mike. "Kau tahu? Bagi Dave posisi kau dan kedua orang tuanya adalah sama, kalian sama-sama penting di dalam hidupnya. Itu sebabnya Dave tidak bisa memilih diantara kalian, dan memutuskan untuk menjalani keinginannya sekaligus keinginan kedua orang tuanya sekaligus, walaupun terdengar sangat egois." Mike tertawa sinis.
"Tapi Mike aku tidak bisa, aku—" Jingga tidak bisa meneruskan perkataannya dan memilih berdiri dari tempat duduknya. "Aku mohon bawa aku pergi jauh dari Dave!" Jingga segera masuk kedalam kamarnya untuk mengemasi semua pakaiannya.
Jingga memutuskan untuk tetap pergi dari Dave, dari pada terjebak dalam situasi ikatan yang menyesakkan. Katakanlah ia egois karena tidak peduli dengan alasan Dave yang mencoba berbakti pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal, tapi Jingga hanyalah wanita biasa yang punya prinsip tidak ingin di madu.
Sementara itu di sebelah rumah kontrakan Jingga, tampak Dave tengah berdiri di dekat jendela dengan perasaan yang gelisah. Karena sudah lebih dari tiga puluh menit Jingga dan Mike berada di dalam rumah tersebut.
Dan setelah lama menunggu akhirnya Dave melihat Jingga dan Mike keluar dari rumah, namun betapa terkejutnya Dave saat melihat Jingga menarik koper.
"Shit!" umpat Dave saat menyadari wanitanya akan melarikan diri lagi, dengan segera ia berlari keluar rumah. "Jingga!" Dave berteriak dan langsung menarik Jingga kedalam pelukannya, sungguh ia tidak ingin kehilangan wanitanya lagi.
"Da-ve...." pekik Jingga dengan wajah yang terkejut, saat melihat pria yang selama ini dirindukannya tengah memeluknya dengan sangat erat.
__ADS_1
Mike yang juga terkejut saat melihat Dave ada di tempat mereka, hanya bisa terdiam dan bingung harus melakukan apa.
"Sayang, aku mohon jangan pergi lagi dariku!" Dave menangkup wajah Jingga dan menatap wajah cantik itu dengan sangat intens, melepaskan semua kerinduan yang selama ini ditahannya.
"Dave....." Jingga hanya bisa menangis tanpa bisa berkata-kata lagi.
"Aku mencintaimu sayang, jangan pernah meninggalkan aku lagi." Dave kembali memeluk Jingga.
"Dave lepaskan!"Jingga berusaha mendorong tubuh Dave.
"Mike bantu aku!" Jingga menatap Mike dengan memohon.
"Dave lepaskan Jingga! Kita bisa bicarakan ini baik-baik." Mike berusaha membujuk sahabatnya, karena tidak ingin melihat Jingga terluka.
__ADS_1
"Mike sudah aku katakan jangan ikut campur dengan urusan kami!" Dave berkata dengan sangat tegas, lalu mengendong Jingga ala-ala bridal.
"Ah...." pekik Jingga dengan wajah yang panik. "Turunkan aku!" Jingga memukul dada bidang Dave dan berusaha untuk turun. "Mike tolong aku!" teriak Jingga, menatap kebelakang dan berusaha meminta pertolongan dari pria itu.
Namun Mike tidak bisa membantu Jingga, karena langkahnya dihentikan oleh tiga orang anak buah Dave yang tiba-tiba datang. Entah sejak kapan Dave sudah mempersiapkan semua ini, hingga Mike sendiri terkejut saat tidak bisa berkutik untuk melawan Dave.
"Dave aku mohon lepaskan aku!" pinta Jingga setelah berada di dalam mobil.
"Sudah aku katakan aku tidak ingin kehilangan mu lagi!" Dave berusaha memeluk Jingga, namun wanitanya itu terus saja memukulnya. Hingga Dave pun memilih untuk diam, karena tidak ingin membuat Jingga stres dan berakibat fatal pada kandungannya.
"Dave apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Jingga setelah berusaha menenangkan dirinya.
"Aku hanya menginginkan dirimu dan anak kita." Dave hendak mengusap perut Jingga, namun gerakan tangannya terhenti saat Jingga menjauh dari sisinya.
__ADS_1
"Jangan pernah menyentuhku Dave!" Jingga memalingkan wajahnya kearah jendela mobil, dan memilih untuk tidak mempedulikan Dave.
Dave pun menuruti keinginan Jingga dan memilih diam selama di perjalanan, baginya yang terpenting saat ini adalah bisa membawa kembali wanitanya ke Mansion Anderson.