
Setelah tuan Arthur pergi dari Mansion Anderson, Jingga segera menghubungi nomer ponsel paman dan bibinya. Ia ingin bertanya langsung apa benar dirinya hanya anak angkat dari kedua orangtuanya, dan jawaban yang diberikan oleh paman dan bibinya sontak membuat Jingga begitu terkejut, karena paman dan bibinya mengatakan ia memang anak angkat yang ditemukan tergeletak di jalanan di tempat terjadinya kecelakaan mobil.
Pada saat itu Ibu dan Ayahnya yang berada di tempat kejadian, melihat ada anak perempuan yang masih hidup dan hanya mengalami luka ringan di kepala. Dan tanpa berpikir panjang ibu dan ayahnya membawa anak perempuan itu dan merawatnya seperti anak sendiri, karena pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak.
Betapa hancur hati Jingga saat mengetahui semua informasi yang dikatakan oleh paman dan bibinya, karena secara tidak langsung membenarkan bahwa ia memang benar anak tuan Arthur yang menghilang, dan hasil tes DNA itu hanyalah sebuah penguat status dirinya.
"Kalau aku anak kandung tuan Arthur itu artinya nona Jeny adalah adik ku dan Dave adik ipar ku?" Gumam Jingga dengan rasa sesak yang begitu menghimpit dadanya.
Jingga merasa sedih dan kecewa karena lagi-lagi takdir begitu kejam padanya, karena pria yang sangat ia cintai sekaligus ayah dari bayi yang ada di dalam kandungannya kini telah berstatus sebagai adik iparnya.
"Kenapa semua ini terjadi padaku?" Jingga mengusap perutnya dengan air mata yang mulai menetes di kedua pipinya.
Jingga tahu Dave sangat mencintainya, dan menikah dengan Jeny hanya karena keinginan kedua orang tua Dave yang sudah meninggal. Tapi apakah Jingga tega merebut suami dari adiknya sendiri? Dan jawabannya tentu saja ia tidak akan sanggup melakukan hal sekejam itu.
"Nona Jingga, Tuan Mike sudah datang." Ucap Pak Tri.
__ADS_1
Jingga langsung mengusap air matanya dan menatap pada sekeliling ruangan.
"Di mana Dave?" tanya Jingga saat melihat ruangan mansion yang begitu sepi.
"Tuan Dave baru saja pergi karena ada keperluan yang mendadak, dan Tuan tadi berpesan agar Nona menjaga jarak dari Tuan Mike." Jawab Pak Tri.
Jingga menghela napasnya lalu berjalan bersama dengan Pak Tri untuk menemui Mike, wajah Jingga yang tadinya bersedih langsung tersenyum saat melihat sosok Mike yang tengah duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Pak, tolong tinggalkan kami berdua!" pinta Jingga pada pria yang menjabat sebagai kepala pelayan.
"Maaf Nona, Tuan bilang aku harus berada di samping Nona sebagai pengganti Tuan Dave."
Sementara Mike langsung tertawa sambil menggelengkan kepalanya, karena sikap Dave tidak pernah berubah begitu posesif pada wanitanya.
"Mike bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Jingga sembari menelisik keadaan pria yang berstatus sebagai teman baiknya.
__ADS_1
"Tentu saja aku baik-baik saja, memangnya kenapa?" Mike balik bertanya.
"Tidak apa-apa, aku hanya takut anak buah Dave memukulmu." Lirih Jingga.
"Tunggu! Apa kau sedang mengkhawatirkan aku?" Mike menatap intens wajah Jingga dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
"Mike .. tentu saja aku mengkhawatirkan mu! karena kau adalah teman baikku." Ucap Jingga.
"Yah .. aku pikir kau mengkhawatirkan aku sebagai seorang kekasih." Keluh Mike dengan wajah yang lesu.
"Mike...." Jingga membulatkan matanya dengan sempurna.
"Hei, aku hanya bercanda." Mike mengacak-acak rambut Jingga dengan gemas, dan mereka berdua pun tertawa bersama.
Ehem
__ADS_1
Pak Tri berdeham dengan keras, hingga membuat Mike dan Jingga terdiam.
"Maaf Tuan, dilarang keras menyentuh Nona Jingga! Kalau Anda melanggarnya lagi, kami akan langsung mengusir Anda dari mansion." Ucap Pak Tri dengan tegas.