
Setelah pulang dari perusahaan milik sahabatnya, Dave memilih langsung pergi ke rumah kontrakannya untuk menjaga Jingga. Ia tidak ingin sampai kecolongan lagi, apalagi saat ini Mike sudah tahu kalau dirinya mengetahui keberadaan Jingga.
"Kenapa Jingga belum pulang?" Dave menatap jam dipergelangan tangannya dengan wajah yang gelisah, karena biasanya jam segini Jingga sudah pulang dari tempatnya bekerja.
Dave yang merasa khawatir berjalan mondar-mandir di dekat jendela, dengan sesekali mengintip di balik gorden.
"Demi apa pun aku akan melarangnya bekerja saat kami kembali bersama." Gumam Dave dalam hati.
Di saat Dave sedang merasa khawatir, dari kejauhan ia melihat Jingga berjalan menuju rumah yang ada di sebelahnya. Seketika itu juga senyum menghias di wajahnya saat melihat wanita yang ia cintai datang, namun senyum itu langsung menghilang saat Dave melihat Mike berlari kearah wanitanya.
"Jingga!" panggil Mike saat melihat wanita itu hendak masuk ke dalam rumah.
Jingga yang merasa dipanggil segera membalik badannya, dan menatap pada Mike yang berjalan terburu-buru kearahnya.
"Ada apa Mike?" tanya Jingga saat melihat pria tampan blesteran itu sudah ada dihadapannya.
"Lebih baik kita masuk dulu!" Mike menggandeng tangan Jingga memasuki rumah kontrakan.
__ADS_1
Dave yang melihat Mike dan Jingga masuk ke dalam rumah, hanya bisa menahan rasa amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Sementara itu Jingga yang sudah berada di dalam ruang tamu, menatap pada Mike yang tengah duduk dihadapannya.
"Mike ada apa?" Jingga merasa ada kabar penting yang akan disampaikan oleh pria itu, karena melihat dari wajah Mike yang sangat serius.
"Dave sudah mengetahui keberadaanmu?"
Deg
Jantung Jingga berdetak dengan sangat kencang, dan tanpa terasa tubuhnya bergetar karena ketakutan saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mike.
"Se-sejak kapan Dave mengetahui keberadaan aku?" tanya Jingga dengan gugup.
"Dia sudah mengetahui keberadaanmu sejak tiga minggu yang lalu."
"Apa?" Jingga kembali terkejut.
__ADS_1
"Dan bukan hanya itu Jingga, Dave bahkan mengetahui kehamilanmu." Mike pun menceritakan semua pembicaraan yang terjadi antara dirinya dengan Dave saat di kantor tadi.
Jingga yang mendengar setiap detail cerita Mike hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya, ia tidak menyangka jika Dave sudah mengetahui semuanya sejak lama.
"Jadi aku harus bagaimana Mike?" tanya Jingga dengan cemas.
Mike terdiam dengan menghela napasnya, ia tidak bisa ikut campur dan memerintah apa yang harus dilakukan oleh wanita itu.
"Jingga boleh aku bertanya sesuatu?" Mike menatap intens wajah cantik yang duduk dihadapannya.
Jingga menganggukkan kepalanya dengan perlahan.
"Apa kau masih mencintai Dave?"
Jingga kembali menganggukkan kepalanya. "Aku masih mencintainya, apalagi saat ini ada bagian dari Dave tumbuh di dalam rahimku." Jingga mengelus perutnya yang masih datar.
"Kalau kau mencintainya kenapa kau tidak kembali bersamanya?" Mike berusaha menekan perasaannya saat mengatakan hal tersebut, karena disudut hatinya yang terdalam memberontak saat menyuruh wanita yang entah sejak kapan menguasai hatinya, untuk kembali bersama dengan pria lain.
__ADS_1
"Aku tidak mau Mike! Karena Dave sudah menikah dengan Jeny, dan aku tidak mau di madu." Jingga menahan air matanya yang mulai menggenang di kedua pelupuk matanya.