Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 62


__ADS_3

"Tapi Dave di sini tidak nyaman dan sangat sempit."


"Ini sangat nyaman sayang." Dave berkata dengan suara yang sangat pelan. "Kau tahu Jingga? Aku bahkan pernah tidur di kamar yang jauh lebih sempit dari kamar ini."


"Kamar yang lebih sempit? Kamar yang mana?" tanya Jingga.


Hening tidak ada jawaban dari Dave, Jingga hanya mendengar dengkuran halus dari pria yang berbaring di belakang punggungnya. Dengan perlahan Jingga membalik tubuhnya, menatap pada wajah pria yang sangat dirindukan itu. Tampak jelas oleh Jingga wajah Dave yang begitu terlelap dalam tidurnya, padahal pria itu baru saja berbaring di sampingnya.


"Apa yang terjadi padamu Dave?" Jingga baru sadar wajah Dave terlihat lebih tirus, dan rambut pria itu terlihat lebih panjang dari terakhir mereka bertemu. Pandangan matanya kemudian beralih pada rahang Dave yang ditumbuhi bulu-bulu kasar di sekitarnya. Menandakan sangat pemilik tubuh tidak merawat penampilannya, dan entah mengapa ia merasa sakit saat melihat penampilan Dave yang tidak terurus seperti saat ini.


"Tidak Jingga kau tidak boleh kasihan padanya! Ingatlah dia adalah pria yang telah mengingkari janjinya, dan dia adalah pria brengsek, bajingan, yang membuatmu hamil tanpa sebuah status." Batin Jingga mengingatkan pada dirinya sendiri agar tidak lemah.


Dengan perlahan Jingga berusaha melepaskan pelukan Dave, namun semakin ia bergerak semakin erat Dave memeluknya. Karena sudah tidak bisa melakukan apa-apa, Jingga pun akhirnya pasrah dan memilih untuk diam menatap langit-langit kamarnya. Lama-kelamaan dan tanpa terasa Jingga pun akhirnya tertidur di dalam pelukan Dave.

__ADS_1


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Mansion Arthur.


"Jadi Jingga sudah berada di mansion Anderson?" tanya Arthur pada orang kepercayaannya yang ditugaskan mencari Jingga.


"Ya tuan."


"Tuan apa kau berniat untuk datang ke mansion Anderson?" tanya pria berpakaian hitam yang sejak tadi berdiri di depan tuan Arthur.


"Tentu saja! Besok aku akan datang ke sana." Sahut Arthur.


"Tapi Tuan aku rasa sangat sulit untuk menemui Nona Jingga, mengingat Tuan Dave pasti tidak akan memperbolehkan siapa pun untuk masuk ke Mansion tersebut."

__ADS_1


"Aku tidak peduli sesulit apa pun, aku akan tetap datang ke sana! Karena di sana ada seorang wanita yang kemungkinan besar adalah putri kandungku." Ucap Arthur dengan menggebu-gebu, ia sudah tidak sabar menunggu esok hari untuk bertemu Jingga. Bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan wajah istrinya.


"Tapi tuanβ€”"


"Kau keluarlah! Dan jangan lupa hubungi dokter Aslan, dan katakan padanya besok ikut denganku ke Mansion Anderson!"


"Baik Tuan."


Setelah melihat orang kepercayaannya pergi Arthur pun berjalan menuju ruang kerjanya, menyiapkan foto-foto Jesy saat kecil dan juga foto istrinya untuk ia tunjukkan pada Jingga. Arthur sudah tidak sabar untuk bertemu Jingga dan memastikan kalau wanita itu adalah putrinya yang selama ini menghilang.


Sementara itu tanpa diketahui oleh Arthur, ada seseorang di pojok ruangan yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan mereka.


"Sialan! Wanita jalang itu di bawa pulang Dave ke mansion Anderson, sedangkan aku yang jelas-jelas istri sahnya tidak diperbolehkan menginjak kaki di mansion itu." Umpat Jeny dengan keras, setelah melihat Dad nya masuk ke dalam ruang kerja. "Aku tidak akan tinggal diam, aku harus cari cara untuk menyingkirkan wanita jalang itu." Jeny segera keluar dari mansion nya, ia butuh tempat hiburan untuk menenangkan pikirannya agar bisa mencari cara memisahkan Dave dengan Jingga.

__ADS_1


__ADS_2