Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 45


__ADS_3

Bug ... bug


Dave memukul kedua anak buahnya tanpa rasa ampun, ia bahkan tidak peduli jika saat ini masih berada di The Wedding Boutique. Pikirannya dan hantinya saat ini sedang sangat marah dan kacau setelah tahu Jingga menghilang.


"Tuan berhentilah! Anda bisa membunuh mereka." Jo berusaha menghentikan gerakan tuannya.


"Diam kau!" Dave yang marah kini menatap tajam pada Jo. "Bagaimana bisa kau memperkejakan orang tidak becus seperti mereka!" bentak Dave dengan wajah yang memerah karena marah.


"Tuan maafkan kami." Ucap salah satu dari kedua pengawal yang ditugaskan menjaga Jingga.


'Masih berani kalian bersuara...." Dave hendak memukul kedua orang itu lagi, namun tangannya ditahan oleh Jo.


"Tuan dari pada Anda marah-marah seperti ini, lebih baik kita segera mencari Nona Jingga sebelum Nona menghilang lebih jauh." Jo mencoba menasehatinya tuannya, karena ia tidak mau tuan Dave kembali kehilangan orang yang dia cintai.

__ADS_1


"Shit!" umpat Dave saat tersadar, lalu segera keluar dari butik tersebut untuk mencari keberadaan Jingga


"Kalian interograsi orang-orang itu." Jo menunjuk pada ketiga orang yang tadi membuat keributan di butik. "Dan kalian cek semua CCTV siapa tahu ada petunjuk." Ucap Jo pada anak buahnya sebelum mengikuti tuan Dave.


Prita yang sejak tadi berada di ruangan tersebut, kini bisa menghela napasnya dengan lega saat melihat tuan Dave dan orang kepercayaan keluar dari butik.


"Tapi tunggu dulu! Bukankah tuan Dave itu kekasih Nona Jeny? Tapi kenapa bisa Jingga bersama tuan Dave dan mereka akan menikah? Bukankah terakhir kali mereka bertemu saat Jingga menumpahkan minuman ke jas milik tuan Dave hingga menyebabkan Jingga di pecat dari butik?" Prita yang bingung dengan semua yang terjadi hanya bisa berharap, Jingga bisa selamat dari pelariannya dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara Jingga, Tuan Dave, dan Nona Jeny.


Setelah Jingga berhasil keluar lewat pintu belakang, ternyata tiga orang yang berpakaian hitam sudah menunggu persis di depan pintu, hingga membuat Jingga tidak bisa melarikan diri dan dengan pasrah mengikuti ketiga pria itu dan berakhir di tempat ini. Jingga yang sedang melamun dan ketakutan bahkan tidak sadar saat seseorang datang dan duduk di depannya


"Nama mu Jingga bukan?" tanya pria itu pada wanita yang duduk di depannya, kini ia dapat melihat dengan sangat jelas wajah wanita itu yang sangat mirip dengan wajah istrinya saat muda dulu.


Jingga yang terkejut hanya terdiam menatap pria setengah baya yang ada di depannya, ia mencoba mengingat-ingat apakah pernah mengenalnya atau tidak.

__ADS_1


"Kau jangan takut padaku, aku tidak akan menyakitimu." Ucap Arthur saat melihat ketakutan di wajah Jingga. "Nama ku Arthur dan aku tidak akan berbuat jahat padamu, aku hanya bertanya nama mu Jingga bukan?"


Jingga menganggukkan kepalanya dengan perlahan, sambil menatap wajah pria paruh baya itu.


"Tuan Arthur apa kita saling mengenal? Kenapa Anda membawa aku kesini?" tanya Jingga berusaha untuk memberanikan diri.


Tuan Arthur terdiam ia bingung harus menjelaskan dari mana pada Jingga, karena tidak mungkin ia tiba-tiba berkata kalau kemungkinan besar wanita itu adalah putri nya yang menghilang.


"Nak, kita memang tidak saling mengenal tapi ada kemungkinan besar kalau kita punya hubungan yang sangat dekat." Jawab Arthur.


Deg


Entah mengapa saat pria paruh baya itu memanggilnya dengan sebutan nak, seketika itu juga dada Jingga terasa bergetar dengan kuat hingga membuatnya merasakan rasa sesak dan rasa bahagia secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2