
Setelah perbincangan dengan sedikit perdebatan yang terjadi diantara Dave dan Arthur, akhirnya Dave mengijinkan Arthur untuk bertemu dengan wanitanya. Karena tuan Arthur mengatakan hanya ingin memastikan sesuatu yang sangat penting dan berjanji tidak akan melukai Jingga sedikit pun.
Dan disinilah Jingga berada, duduk diantara tiga pria yang ada di ruang tamu mansion Anderson dengan perasaan yang sangat gugup.
Sementara itu Arthur yang merasa bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Jingga, sampai tidak mengedipkan matanya sedikit pun hingga membuat Dave marah.
Ehem.
Dave berdeham dengan keras sambil menatap tajam pada tuan Arthur.
"Waktu Anda hanya sepuluh menit dari sekarang." Dave menatap jam yang ada dipergelangan tangan.
Arthur menatap Dave sesaat lalu menatap pada Jingga.
"Bagaimana kabarmu?" Arthur menatap intens wajah Jingga, wajah yang sudah satu bulan lebih dirindukannya bahkan mungkin wajah yang selama belasan tahun dirindukannya.
__ADS_1
"Kabarku baik." Jingga menjawab dengan gugup karena ditatap tajam oleh Dave.
"Syukurlah." Arthur kemudian mengambil foto-foto masa kecil Jingga, serta foto terakhir putrinya sebelum kecelakaan itu terjadi dan menyerahkannya pada Jingga "Coba kau lihat! Apakah ada yang kau ingat."
Jingga menatap satu persatu foto yang di berikan oleh Tuan Arthur ayah dari nona Jeny, dan mata Jingga langsung membelalak saat melihat foto yang sangat dikenalnya.
"Bukankah ini?" Jingga menatap kearah tuan Arthur dengan wajah yang terkejut. "Kenapa ada aku di foto ini?" tanya Jingga dengan bingung, saat melihat wajah dirinya saat berusia sekitar tujuh tahunan.
Deg
"Sudah aku duga kau adalah Jesy ku." Tangan Arthur bergetar dan air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya.
"Dave...." Jingga menatap Dave mencoba mencari tahu kenapa tuan Arthur menangis dan menyebut dirinya Jesy.
Sementara Dave yang sama bingungnya dengan Jingga, langsung mengambil semua foto-foto yang ada di tangan Jingga dan tuan Arthur. Ia ingin tahu kenapa tuan Arthur menangis, setelah Jingga mengatakan ada wajahnya di dalam foto tersebut.
__ADS_1
"Apa maksud Anda tuan Arthur?" tanya Dave setelah ia tidak menemukan jawabannya.
"Jingga adalah putriku yang hilang."
Deg
Jingga dan Dave begitu terkejut, hingga saling menatap dalam diam.
"Kau Jesy, putri sulung ku yang hilang." Arthur yang sudah tidak bisa lagi menahan kerinduannya, segera mendekat dan memeluk Jingga dengan erat. "Jesy putriku kau masih hidup." Arthur menangis dengan terisak. Kerinduan, kegelisahan, kesedihan, keputusasaan, selama belasan tahun lamanya mengalir melalui air matanya. Akhirnya putri sulungnya yang menghilang karena kecelakaan bisa ditemukan dengan keadaan sehat walafiat tanpa lecet sedikitpun.
Sementara Jingga yang masih terkejut dengan apa yang didengarnya, hanya diam tanpa membalas pelukan Tuan Arthur sama sekali. Logikanya berkata tidak mungkin seorang Tuan Arthur adalah orang tuanya, karena ia tahu jelas siapa ke-dua orang tuanya yang sudah meninggal dunia.
"Tuan sepertinya Anda salah orang, aku—"
Tuan Arthur mengurai pelukannya dan menatap mata Jingga dengan intens. "Aku tidak mungkin salah orang, kau lihat ini!" Arthur mengambil foto istrinya yang ada di dalam amplop dan memberikannya pada Jingga.
__ADS_1
"Ini...." Jingga menatap dengan wajah yang terkejut, saat melihat seorang wanita yang sangat mirip dengannya.