Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 69


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari Mike, bagaimana seorang Dave menjaganya selama ini dari kejauhan, dan juga bagaimana Dave sampai rela tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat kecil hanya agar bisa berada di dekatnya. Jingga pun memutuskan untuk mulai bersikap baik pada Dave, dan mau menerima semua perhatian dari pria itu.


Meski pun status mereka saat ini sangatlah rumit, tapi Jingga memilih untuk menikmati kebersamaan mereka sampai hari di mana hasil tes DNA itu keluar. Dan apa pun yang terjadi kedepannya, Jingga merasa tidak masalah asalkan selama dua Minggu ini ia bisa merasakan kasih sayang dari seorang Dave pada dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Dan hari ini setelah menunggu selama dua Minggu lamanya, Jingga, Dave, tuan Arthur, dan Jeny kini duduk dihadapan dokter Aslan yang memegang hasil tes DNA milik Jingga.


"Ini Tuan." Dokter Aslan memberikan amplop putih yang berisi hasil tes DNA itu kepada tuan Arthur.


Arthur segera membuka amplop tersebut dengan tangan yang gemetar, dan seketika itu juga air mata menetes di kedua pipinya setelah ia membaca hasil yang ada di kertas tersebut.


"Bagaimana Dad apa hasilnya?" tanya Jeny dengan wajah yang cemas.

__ADS_1


Namun Tuan Arthur hanya diam saja sembari menatap wajah Jingga, hingga membuat Jeny kesal dan merebut kertas itu dengan kasar.


"Hasil tes DNA tersebut menyatakan sembilan puluh sembilan persen kromosom DNA Jingga dan Tuan Arthur sama, itu artinya kalian adalah ayah dan anak kandung." Dokter Aslan menerangkan pada semua orang yang ada di ruangan mansion Anderson.


"Jingga kau adalah Jesy putriku." Arthur memeluk Jingga dengan erat.


Sementara Jingga yang dipeluk hanya diam saja dengan air mata yang mulai mengalir di kedua pipinya, bukan karena ia merasa sedih mengetahui tuan Arthur adalah ayah kandungnya. Tapi Jingga merasa sedih karena hubungannya dengan Dave otomatis terputus, karena Dave saat ini berstatus sebagai suami dari adik kandungnya.


"Jadi Jingga adalah kakak kandungku?" Pekik Jeny dengan wajah yang terkejut.


Membuat semua orang yang ada di ruangan itu, menatap kearah Jeny dengan raut wajah yang berbeda-beda. Dan dari semua orang yang ada di ruangan tersebut, Dave lah yang menatap Jeny dengan tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


"Iya sayang, Jingga adalah kakakmu yang hilang." Jawab Arthur.


Jeny langsung tersenyum dan memeluk Jingga dengan erat. "Akhirnya kau di temukan." Ucap Jeny sembari menangis. "Aku sangat merindukanmu, kak." Jeny menekankan kata kak pada Jingga.


Membuat Jingga merasa terkejut sekaligus terharu, karena tidak menyangka jika Jeny bisa menerimanya sebagai seorang kakak. Padahal selama ini Jingga takut, jika Jeny tidak mau menerimanya dan akan memusuhinya seperti yang sudah-sudah.


"Dad kita harus bawa kak Jesy pulang ke Mansion kita." Seru Jeny dengan senyum di wajahnya.


"Tidak boleh! Jingga tidak boleh keluar dari mansion ini satu langkah pun." Dave berkata dengan tegas.


"Tapi kak Dave, Jingga itu kakakku dan anak kandung dari Dad Arthur. Sudah belasan tahun kami terpisah, dan kini sudah saatnya keluarga kami berkumpul, bukankah begitu Dad?" Jeny menatap pada Daddy Arthur.

__ADS_1


__ADS_2