Tuan Muda Yang Posesif

Tuan Muda Yang Posesif
Part 71


__ADS_3

"Kau dengar Dave? Kakakku ingin pergi bersama kami, jadi kau jangan menghalanginya lagi." Jeny menarik tangan Jingga.


"Aku bilang aku tidak mengijinkannya!" Dave mendorong Jeny dengan kasar.


"Jeny ...." Arthur terkejut saat melihat putri bungsunya jatuh di atas lantai.


"Dave kau jahat." Jingga ingin membantu Jeny, namun langkahnya terhenti saat tangannya di tarik paksa oleh Dave. 'Lepaskan aku, Dave!"


Dave hanya diam saja lalu menarik Jingga untuk masuk ke dalam.


"Berhenti Dave!" Arthur yang sangat marah karena kedua putrinya di perlakukan tidak baik, langsung menatap tajam pada pria yang merupakan anak dari sahabat baiknya. "Aku ayah dari Jesy Arthur akan membawanya pergi ke mansion kami, dan jika kau menghalanginya aku akan melaporkanmu ke pihak yang berwajib." Ancam Arthur.


"Berani Anda mengancamku?"

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah takut pada apa pun kalau menyangkut tentang putri-putriku." Jawab Arthur dengan tegas.


"Dave hentikan!" Jingga meraih tangan Dave saat hendak mendekati tuan Arthur. "Pria itu Ayah kandungku, dan wanita yang kau jatuhkan tadi adikku."


"Jingga!" sentak Dave dengan tatapan tajamnya, ia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membuat Jingga mengerti kalau semua yang dilakukannya hanya semata-mata untuk menjaga wanitanya. "Aku mohon untuk kali ini percaya padaku." Pinta Dave.


"Tapi Dave ...." Jingga menatap pada Jeny yang sedang menangis tersedu-sedu. "Kau suami adikku, jadi aku tidak berhak untuk tinggal di mansion ini."


"What? Apa maksudmu kak Dave?" tanya Jeny dengan wajah yang terkejut.


"Apa kau masih tidak mengerti? Jingga itu sedang mengandung anakku, dan aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun termasuk keluarganya untuk membawa Jingga pergi."


"Tidak mungkin ...." Jeny menggelengkan kepalanya dengan wajah yang terkejut.

__ADS_1


"Jeny sayang." Arthur berusaha untuk menguatkan putrinya, karena ia tahu saat ini putrinya pasti sangat terpukul mendengar berita pria yang dicintainya menghamili wanita lain, terlebih lagi wanita itu adalah kakak kandungnya sendiri.


"Kak Dave sedang berbohongkan?" Jeny yang sangat shock, merasakan tubuhnya tidak bisa berpijak di atas kakinya lagi, dan seketika itu juga terjatuh di atas lantai.


"Aku tidak berbohong, saat ini Jingga tengah mengandung anakku." Ucap Dave dengan tegas.


"Kak Dave jahat! Kenapa kakak berbuat seperti itu? Apa salahku padamu sampai kau melukai aku seperti ini?" Jeny berteriak dengan histeris. "Padahal aku sangat mencintaimu, bahkan aku rela berbuat apa pun untuk bisa memilikimu. Tapi kenapa kau tidak pernah sekalipun menganggap aku ada." Tangis Jeny pecah begitu saja dan isak tangisnya begitu lirih menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarkannya. "Kenapa kau jahat kak? Apa salah kalau aku mencintaimu?" Jeny terus meraung dengan air mata kesakitan yang ia rasakan dari hatinya.


"Jeny putriku." Arthur memeluk putri bungsunya yang terlihat begitu hancur. "Jangan seperti ini sayang." Pinta Arthur dengan hati yang juga terluka karena melihat putri kesayangannya menangis seperti itu.


"Daddy apa salah aku mencintainya? Dady tahu bukan aku sejak dulu sangat mencintainya, aku yang sejak dulu selalu ada di sampingnya dalam suka dan duka. Tapi kenapa kak Dave tidak pernah melihat cintaku?" lirih Jeny.


.

__ADS_1


__ADS_2