Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan
Bab 28 : Pekerjaan.


__ADS_3

Tujuh tahun pernikahan.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


BRAAAK!


Nadira menutup pintu kamar hotel dan menguncinya dengan rapat, ia takut jika pria cabul itu akan masuk kedalam kamarnya lagi.


''Ihhh ... dasar pria tidak tau malu! Dasar kucing garong! Bisa bisanya dia cium terus peluk aku!'' Gerutu Nadira, sambil naik ke atas ranjang untuk tidur.


Nadira memejamkan kedua matanya untuk menggapai alam mimpi yang indah, meski kedua mata Nadira terpenjam ... tapi dalam benak Nadira masih saja menggerutu, karna ia tidak pernah menyangka jika dia akan salah kamar dan mengalami hal yang tidak terduga.


''Cih, baru jadi Janda satu empat puluh hari, udah ada yang nyosor aja. Eh, tapi kok aku kaya pernah ketemu pria itu ... tapi di mana yaa?'' cicit Nadira.


''Ah, nggak tau ah! Lebih baik aku tidur dan bermimpi dengan Lee Min Ho kesayangan aku.''


Nadira segera memejamkan kedua matanya untuk tidur, sedangkan di kamar lainnya ... seorang pria yang tidak lain adalah Rama masih berdiri di atas balkon memikirkan kejadian barusan sambil menikmati minumannya.


Kedua telur puyuhnya sudah di kompres pakai air panas mungkin, hingga Rama sudah tidak merasakan nyeri lagi di bagian nganu nya.


Ketika Rama sedang asik melamun, ponselnya berdering dan menampilkan ayar ponsel yang tertera nama My soulmate.


(Hallo, sayang ...)


β€’


β€’


β€’


β€’


β€’


Ke esokan lagi...

__ADS_1


Nadira bergegas pergi dari kamar hotelnya untuk mencari pekerjaan, namun tanpa ia sadari jika seseorang tengah mengikutinya dari arah belakang.


''Tuan, apa anda yakin ingin membuntutinya?''


''Hm, lakukan saja.''


'Aku tidak akan pernah melepaskannya! Dia adalah wanita yang di kirim hanya untukku.' Gumam Rama dalam hati.


Asistennya Rama langsung menginjak pedal gas untuk membuntuti Nadira, hingga tidak begitu lama Nadira sampai di salah satu restoran ternama di Jakarta.


Sebelum Nadira masuk kedalam restoran, ia berdoa terlebih dahulu agar niatnya bisa di lancarkan ... Walau pun Nadira memiliki cukup banyak tabungan, tapi Nadira ingin bekerja agar tidak jenuh dan memiliki profesi walau sebagai pelayan restoran.


Sedangkan bisnis online yang dia bangun bersama Mella sahabatnya, ia tidak pernah ikut campur karna bukan bidangnya ... ia hanya menunggu hasilnya saja, dan bisa di bilang jika Nadira hanya menaruh saham dan menikmati hasil tanpa kerja keras.


''Selamat siang ... selamat datang di restoran kami.'' Sambut salah satu pelayan.


Nadira tersenyum gugup lalu berkata, ''Selamat siang, Mbak. saya kesini untuk melamar pekerjaan, Kemarin saya melihat di sosial media jika restoran ini membutuhkan orang.''


''Ouh ... baik, mari saya antar ke ruang Manajer.'' Ucapnya menuntun Nadira unuk bertemu dengan pemilik restoran.


''Masuk.''


Pelayan itu masuk terlebih dahulu meninggalkan Nadira, namun belum lama ia masuk ... Nadira di panggil dan pelayan itu pergi.


Nadira menghela nafasnya lalu masuk dengan gugup.


''Selamat siang, Pak.''


''Selamat siang.'' Jawabnya melihat Nadira dari atas ke bawah lalu mengangguk.


''Kamu saya terima, tapi masih dalam masa percobaan.''


Nadira tersenyum senang.


''Tapi kamu saya tugaskan untuk bekerja di restoran milik saya yang satunya lagi, bagaimana?''

__ADS_1


''Kenapa tidak di sini, Pak?''


''Disini penuh, Kau telat untuk melamar.'' Jawabnya, namun dengan pandangan seperti memiliki arti yang lain saat dia melihat Nadira.


''Ahh ... Baiklah Pak, saya tidak keberatan bekerja di restoran Bapak yang satunya lagi.'' Jawab Nadira tanpa curiga.


Manajer itu memberikan kartu nama pada Nadira, lalu mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.


Nadira mengambil kartu nama itu lalu membalas uluran tangan manajer itu.


''Terima kasih pak.''


''Tidak perlu sungkan.'' Ucapnya, namun ia mengelus tangan Nadira, hingga Nadira terkejut dan langsung menarik tangannya.


'Ada apa dengan dia!"


''Baik kalau seperti itu, saya pamit dan Nanti malam saya akan datang ke tempat ini tepat waktu.''


Nadira segera pergi dari ruangan Manajer, lalu keluar dari restoran. Tidak lama asistennya Rama juga keluar dari restoran dan masuk kedalam mobil.


''Bagaimana?'' Tanya Rama, yang sedari tadi berada di dalam mobil.


''Sepertinya dia melamar pekerjaan Tuan.''


''Dia melamar pekerjaan di sini?''


''Sepertinya begitu, apa anda ingin saya mencaritahu dengan detail?''


''Hm, cari tahu segalanya karna aku tidak ingin kehilangan wanita itu.''


'Dia tidak akan lepas begitu saja.'


β€’


...πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2