Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan
Bab 46 : Susan terkejut.


__ADS_3

Tujuh tahun pernikahan.


...🍀🍀🍀...


Setelah Nadira mencoba mengajak Rama berbicara ... ia langsung menghapus air matanya secara perlahan. Ia pun mengusap pipi Rama dengan lembut.


"Aku pulang dulu, ya. Besok aku akan kembali mengunjungimu. Kasihan Ruby, dia di tinggal sendirian.'' Ucap Nadira berdiri dan menghampiri oma Lily.


"Ma, saya harus pulang untuk menjaga Ruby. Kasian dia,'' kata Nadira.


Oma Lili menganggukkan kepalanya.”Iya, titip Ruby ya Nak.''


Nadira mengangguk lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman dan berpamitan pulang. Ana mengantarkan Nadira ke tempat parkir karena dia harus menjaga Oma Lily.


Saat mereka berua berjalan menuju tempat parkir, tiba-tiba tanpa sengaja mereka berpapasan dengan seorang wanita yang tampak terbelalak kaget saat bertemu mereka.


"Na-Nadira?"


"Iya, aku Nadira. Ada apa Susan? Kau seperti habis melihat hantu yang bangkit dari kubur," kata Nadira sambil memicingkan matanya.


Susan benar-benar kaget luar biasa. Bagaimana mungkin Nadira berdiri di hadapannya ... sementara Jack sudah memperlihatkan bahwa mobil Nadira terbalik dan kemungkinan Nadira mati.


"Un-untuk apa kau datang ke rumah sakit?" tanya Susan ketus.


"Ini tempat umum, kan. Memangnya kalau aku mau berobat atau mau mengunjungi yang sakit harus izin dulu kepadamu?" Ucap Nadira tak kalah cetus

__ADS_1


"Cih, dasar wanita sombong menyebalkan," gerutu Susan sambil berlalu tanpa sopan santun.


Ana hanya bisa menggelengkan kepala saat ia melihat kelakuan Susan yang seperti itu. Sejak dulu, Susan memang sombong dan angkuh.


“Kok aku jadi curiga yaaa, kenapa dia kok ke rumah sakit ini,” kata Ana sambil mengerutkan dahinya.


“Mungkin dia mau berobat, Na.”


“Atau mungkin dia mau memastikan jika dirimu yang terbaring akibat kecelakaan itu, Mbak.” tebak Ana.


Nadira hanya menggelengkan kepala sambil mengembuskan napas panjang lalu berkata, ”belum tentu. Kita masih belum memiliki bukti,” kata Nadira.



^^^•


^^^


Sedangkan Susan yang mengetahui jika Nadira masih hidup ia langsung menghubungi Jack.


"Bagaimana bisa dia selamat dari kecelakaan itu?!" teriak Susan kesal.


"Aku tidak mungkin salah mobil. Mira pembantunya sudah mengatakan plat mobilnya."


"Apa jangan-jangan Nadira dan Rama bertukar mobil sehingga malah Rama yang celaka?Ah, kacau semua."

__ADS_1


"Aku tidak tau. Yang jelas, aku sudah melakukan tugasku. Jika memang sasarannya bisa salah, artinya dewi Fortuna memang selalu bersama wanita itu. Satu-satunya cara jika kau mau membunuh wanita itu yaa ... dengan cara membawanya dan membunuhnya di satu tempat kemudian buang mayatnya."


Susan terdiam sejenak.


"Nanti saja kalau begitu. Saat ini pasti mereka sedang menyelidiki apa yang trjadi dengan mobilnya. Jika sampai kau ketauan apa yang akan kau katakan? Apa kau akan mengatakan bahwa kau dibayar untuk melakukan semua itu?"


Jack tertawa kencang. "Tidak. Perjanjian adalah tetap perjanjian. Kau tidak perlu tau apa yang akan aku katakan jika sampai aku ketauan dan tertangkap. Kau lanjutkan saja kehidupanmu seperti biasanya."


"Ya. Aku akan pura-pura tidak tau menau soal ini."


"Ingat, Susan! Aku harus pergi sekarang, jangan sampai ada yang mengetahui kalau kita pernah berhubungan.''


Jack pun langsung mematikan sambungan teleponnya. Sementara Susan hanya bisa merutuk kesal. Bukan saja kehilangan uang, tapi ia juga sudah menyerahkan tubuhnya dengan percuma.


"Aku tidak akan menyerah! Aku tidak akan bisa tenang jika belum melihat wanita itu celaka, wanita sok tau. Kau pasti akan merasakan bagaimana rasanya pergi dari dunia ini." Susan mulai bermonolog jauh.


Setelah beberapa saat ia melampiaskan kekesalannya dengan berteriak sendiri. Susan pun akhirnya mengemudikan mobilnya dan kembali ke apartemennya.



...🍀🍀🍀...


...LIKE.KOMEN.VOTE


...

__ADS_1


__ADS_2