
Tujuh tahun pernikahan.
...πππ...
Sesampainya di tempat bulan madu...
Rama melempar ponselnya ke sembarang arah lalu menarik tangan Nadira. Namun Rama tidak sengaja menarik handuk yang di pakai oleh Nadira hingga terlepas.
''Ahkk! Mas.'' Nadria terkejut.
Nadira menutupi aset berharganya sedangkan Rama menatap tubuh sang istri yang polos tanpa sehelai benang pun.
''Sungguh indah.''
''Mas! Kenapa kau mesum sekali.'' Nadira mundur.
Rama tersenyum. ''Mesum pada istri sendiri masa tidak boleh.''
''Tapi aku bari selesai mandi, Mas.''
Rama menarik tangan Nadira hingga dada mereka bertubrukan. ''Apa yang mau kau coba tutupi sayang, aku sudah melihat semuanya.'' Goda Rama, mengedipkan satu matanya.
''Mas ... ka-- mppttt!''
Rama langsung mencium bibir Nadira tanpa jeda. Awalnya Nadira menolak namun karna Rama memainkan dengan lihai ... membuat Nadira membalas ciuman yang Rama suguhkan.
Mereka hanyut dalam ciuman yang menggairahkan. Bahkan tangan Rama bergeliaran manja mencari sesuatu yang menggantung, lalu memainkan nya dengan lembut..
''Uhh ...'' Suara serak dan menggoda keluar dari mulut Nadira.
Rama yang mendengar suara indah yang keluar dari mulut Nadira begitu bersemangat untuk melancarkan aksinya, dan mendorong tubuh Nadira hingga menempel seperti cicak di jendela.
Rama yang berada di belakang, ia bejongkok dan mencium Area sensitif dan memainkan nya dengan penuh gairah ... bahkan Rama mempercepat lajuan jari jemari kekarnya, sampai sampai Nadira mendapatkan pelepasan pertama dan membuat tubuh Nadira bergetar hebat.
''Mmpppttt ...''
Air mancur keluar tapi tak banyak, membuat Rama puas akan aksinya yang liar. Ia pun kembali menempelkan tubuh Nadira di jendela dan menyatukan miliknya ke area sensitif Nadira.
'' Ahhh.. ''
Rama sudah tidak bisa menggambarkan apa yang ia rasakan, ini begitu nikmat dan sesak. Bahkan ia semakin cepat menghentak hentakkan kejantanan nya hingga Nadira di buat menggila.
__ADS_1
Dan selanjutnya silahkan mengahalu dengan secara masing masing ...
β’
...β’...
^^^β’^^^
Pagi hari...
Matahari malu-malu untuk menampakkan dirinya, karna sepasang pengantin baru dengan adegan tak senonoh yang mereka sedang lakukan di kamar mandi.
Kamar mandi menjadi saksi bisu dengan kelakuan kedua sejoli saling cinta yang sedang memadu kasih, '' Ahhhh.'' De sah Rama saat ia sudah mengamburkan benih premium yang ia milikinya.
Nadira sangat kelelahan, ia sama sekali belum memejamkan matanya sedari tadi malam ... ia begitu jengkel dengan Rama yang memintanya lagi dan lagi.
Rama yang tau istrinya sangat kelelahan, ia dengan telaten memandikan sang istri penuh dengan kasih sayang. Setelah itu ia menggendong Nadira dan mendudukan nya di sofa. Rama pergi mengambil sarapan yang sudah tersedia sedari tadi di luar kamar hotel, Makanan sudah dingin namun sang istri pasti sudah kelaparan.
Rama pun menyuapi Nadira tanpa perlawanan, Setelah itu Nadira tidur dengan nyenyak. Rama mengecup kening sang istri dengan lembut.
''Maafkan aku yang membuatmu lelah, Tidurlah ... aku tak akan menggangumu.''
Ruby sedang mengobrol bersama Oma Lili, sambil belajar.
''Oma ... kapan Papah dan Mama pulang?''
''Mungkin sebentar lagi sayang ... mereka sedang bekerja keras di sana.''
''Bekerja keras? Memangnya apa yang sedang Papah Mama lakukan?''
__ADS_1
''Disana mereka sedang membuat ad--''
''Oma ...'' Ana menyela perkataan Oma sambil menutup telinga Ruby.
''Apa? He he he ...'' Oma Lili terkekeh.
''Ishhh ...''
''Sedang apa Oma?''
''Papah dan Mama sedang bekerja untuk menghasilkan uang untuk Ruby. Mungkin besok atau lusa mereka akan pulang.''
''Benarkah?''
Ana mengangguk. ''Jika Ruby kangen ... Ruby bisa menelpon Papah dan Mama.''
Ruby tersenyum dan berlari untuk mengambil ponselnya.
β’
...πππ...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...