
Tujuh tahun pernikahan.
...πππ...
Malam harinya, Nadira benar-benar pegi ke tempat dimana alamat itu berada ... namun saat Nadira sudah sampai di depan alamat, ia terdiam dengan kening mengkerut melihat jika restoran di depannya seperti bukan restoran pada umumnya.
''Kok, kaya bukan restoran yaa?'' cicit Nadira celingak celinguk bingung.
Tapi Nadira yang penasaran langsung masuk kedalam, namun seseorang memanggilnya dari arah samping.
''Hai, kau Nadira?'' Tanya gadis cantik berpakaian seksi.
''Ya.''
''Aku pelayan di restoran ini ... Pak Agung mengabariku jika malam ini kamu akan datang.''
''Ouh ...'' Nadira hanya mengangguk.
''Aku Syfa.'' ia mengulurkan tanganya.
''Nadira.''
''Ayo ganti baju lewat belakang, karna lewat depan khusus untuk para tamu.''
Nadira mengangguk dan mengikuti Syfa masuk lewat belakang.
Si dalam Nadira bisa melihat banyak orang yang sedang melakukan pekerjaannya, lalu Nadira di beri baju oleh Syfa dan harus cepat menggantinya karna hari ini tamu begitu banyak.
Nadira pergi ke toilet untuk mengganti baju, namun ia terkejut melihat baju yang akan dia kenakan.
''Hah! Baju apa ini? mana bawahannya ... kenapa hanya ada atasannya saja.'' Nadira membolak balikkan baju yang dia lihat dan mencari bawahan bajunya di lantai, namun tidak ada.
TOK. TOK.
''Nadira, apa kau sudah selesai?'' Teriak Syfa dari luar.
Nadira membuka pintu dengan raut wajah bingung. ''Syfa.''
''Ya.''
''Apa ini tidak salah bajunya? kenapa bawahannya tidak ada.''
Syfa mengerlingkan kedua matanya lalu melipat tangannya di dada.
''Apa kamu tidak melihat semua pelayan menggunakan pakaian itu? Kau lihat aku, aku juga memakai pakaian yang sedang kau pegang. Ini Bar, mana mungkin kau akan pakai baju gamis melayani tamu.'' cetus nya.
__ADS_1
''Tapi ini terlalu pendek.''
''Lantas kau mau pakai baju apa? sudah, jangan perotes! Cepat pakai dan antar minuman minuman itu ke pelanggan.''
Nadira menghela nafasnya, lalu pasrah menggunakan baju lengan pendek dan hanya sepanjang paha. Nadira benar-benar tidak nyaman memakainya, karna Nadira tidak pernah memakai pakaian pendek jika bukan di depan Edgar.
'Baiklah kita lihat malam ini saja ... jika pekerjaannya tidak cocok, maka aku tidak akan bekerja lagi di sini.' Gumam Nadira.
''Kau!''
''Ya.''
''Antarakan minuman ini ke meja nomer 9.''
Nadira mengangguk lalu mengambil nampan, berjalan menuju depan untuk mengantarkan minuman. Namun alangkah terkejutnya nadira saat kedua matanya melihat beberapa wanita sedang menari di atas sana menggunakan baju yang lebih seksi darinya.
'Astagfirullah ... ini bukan restoran, tapi ini Bar+++. Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan.' Ucap Nadira dalam hati, namun ia memberanikan diri untuk mengantarkan minumannya.
''Si-silahkan Pak.'' Nadira menaruh minuman itu di atas meja.
Sedangkan para tamu yang melihat Nadira tersenyum menggoda.
''Kau anak baru yaa?''
''Kemarilah dan temani kami minum, aku akan memberikan mu tips.'' Ujarnya.
GLEK.
Nadira menelan ludahnya.
''Ba-Baik pak, tapi saya permisi dulu ke toilet.'' Nadira bergegas pergi, namun saat ia akan pergi ke area dapur ... seseorang menarik tangannya dan menyeretnya ke luar.
''Heii! Siapa kau.''
Pria itu berhenti dan berbalik, menarik tangan Nadira hingga Nadira menubruk dada bidangnya.
''Kau tidak mengenaliku?''
Nadira langsung mendongkak dan terkejut melihat pria mesum ada di depannya.
''Kau! Kenapa kamu di sini?''
''Menurutmu, kenapa aku kesini?'' Rama menyunggingkan bibirnya.
Nadira mengerutkan keningnya. ''Kenapa aku bertanya kau malah berbalik bertanya.'' cetus Nadira sebal.
__ADS_1
Rama menarik pinggang Nadira, membuat Nadira merasa panik.
''Heii .. apa yang ingin kau lakukan!''
Rama tersenyum dan menarik tangan Nadira dan membawanya masuk kedalam mobil.''
BRAAAK.
''Biar aku yang membawa mobil, kau ambil barang miliknya.''
''Baik, Tuan.''
Rama masuk kedalam mobil, sementara Nadira memberontak ingin keluar dari dalam mobil. Karna instingnya mengatakan jika dia dalam masalah.
''Lepaskan aku! Aku mau keluar ... tolong ... ada penculik janda!''
Rama terkekeh mendengar teriakan Nadira.
''Tolong ...'' Nadira menggedor kaca mobil.
''Bisa diam Tidak?''
''Tidak bisa!''
''Baiklah, jika kau tidak bisa diam! Aku *****, mau kau?''
Nadira menoleh pada Rama dan langsung terdiam tidak memberongak lagi.
''Kau! mengapa kau mengancam seperti itu! Itu tidak adil.''
''Duduk dan diamlah, jangan banyak protes!''
Nadira langsung mundur dan berjaga jarak, bahkan Nadira duduk di sisi pintu saking takutnya pada Rama.
''Good girl.''
Rama pun menjalankan mobilnya ke suatu tempat, di mana dia akan mengurung Nadira selamanya.
'Cowok cabul ini benar-benar menguji kesabaran ku! Lihat saja jika mobil ini sudah turun ... aku akan kabur dan melaporkan mu ke polisi.'
β’
...πππ...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1