
Tujuh tahun pernikahan.
...🍀🍀🍀...
Di restoran, Rama, Ana dan Ruby tengah menunggu makanan mereka dagang. Mereka juga menunggu Nadira yang masih berada di kamar.
“Ana, bagaimana dengan Nadira?” tanya Rama kepada Ana.
Rama sengaja meminta Ana dan Ruby datang duluan ke restoran selagi Nadira masih berpakaian di kamarnya.
Anak nampak berpikir. “Saya rasa Mbak Nadira masih bimbang. Mungkin karena pernah dikecewakan oleh mantan suaminya,” kata Ana.
Rama menghela napas panjang, ia memang sengaja meminta Ana untuk membuat Nadira mempercayai dan May menikah dengannya. “Jadi, saya masih harus berjuang?” cicit Rama yang masih terdengar oleh Ana.
“Kaya nya nih ya Pak. Pak Rama masih harus membuat Mbak Nadira percaya, jika Pak Rama tidak akan mengecewakannya,” Ujar Ana.
Rama mengangguk, “Baiklah kalau begitu, mungkin saya harus sedikit bersabar.” kata Rama.
Tidak lama kemudian, Nadira muncul dan langsung duduk di samping Ruby. “Maaf jadi lama menungguku.”
“Ga apa-apa, Tante. Makanannya juga belum datang,” kata Ruby.
“Kalo kamu mau pesan yang lain pesan saja. Tadi, aku sudah memesan sup iga, gurame asam manis, capcay, ayam goreng bumbu dan ada buah segar juga tiramisu dan ice cream,” kata Rama.
Nadira langsung menggelengkan kepalanya,”Sudah cukup, sepertinya itu juga sudah banyak untuk kita,” kata Nadira.
“Nanti aku mau disuapin ya, Tante,” kata Ruby kepada Nadira.
__ADS_1
Nadira tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
“Iya, nanti Tante suapi,” jawab Nadira sambil membelai rambut Ruby dengan lembut. Gadis kecil itu pun langsung tersenyum dengan gembira.
Rama merasa sangat senang melihat kedekatan antara Nadira dan Ruby. Ia seperti menemukan Ibu yang tepat untuk anaknya dan istri yang tepat untuk dirinya.
•
...•...
^^^•^^^
Di sisi lain...
Susan keluar dari kamar mandi, Ia sudah berpakaian rapih begitu pun dengan Jack.
Susan mengangguk.
"Baik,kau tunggu di tempat parkir. Aku segera menyusul," Jawab Susan.
Jack pun segera keluar dari kamar, sementara Susan menyempatkan diri untuk merapikan pakaiannya terlebih dahulu.
Setelah menyelesaikan semua pembayaran, Susan pun segera menuju ke tempat parkir. Dan ia pun segera menuju ke ATM dan langsung menyerahkan sejumlah uang kepada Jack. Setelah itu mereka pun berpisah.
Susan langsung pulang menuju apartemennya. Namun baru saja ia membuka pintu ... Ia sudah di sambut dengan omelan seseorang.
"Dari mana aja? Tiga hari menghilang, untung nggak ada jadwal yang penting. Sekarang juga lu ganti baju. Jangan pura-pura lupa ya kalau siang ini ada pemotretan dan sore nanti ada syuting iklan."
__ADS_1
Susan tersenyum sambil mengedipkan mata pada managernya. "Kan sebelumnya aku sudah bilang ada keperluan mendadak, Mak."
"Eleehh ... pasti keperluan ranjang? Liat itu ikan ****** di mana-mana. Ayo sini pake foundation dulu, jangan sampai ada orang liat dirimu yang begini.''
"Iya, cerewet!" gerutu Susan.
"Udah cepet nggak pake lama, sini gue bikin ilang dulu semua tanda merah itu. Bikin malu! Inget Susan, gue nggak pernah larang lu untuk sama siapa aja. Tapi, inget main aman jangan sampe hamidun kayak tempo hari. Inget, karir lu lagi bagus, paham?! Meski lo janda tapi harus jaga image. Itu juga kalo lo mau nanti ketemu jodoh lagi."
Susan langsung mengangguk, ia memang tidak berani jika managernya itu sudah sedikit meradang dan mulai dengan 'lu-gue'. Itu artinya dia tidak boleh main-main. Selama ini managernya yang ia sapa dengan Ibu Ratu itu sudah banyak membantu dirinya dan membuat karirnya naik. Karena itu Susan tidak berani macam-macam.
"Jadi, sama siapa, tiga hari?" tanya sang Manager.
"Hanya iseng aja, ketemu di club. Lumayan buat iseng dan ambil duitnya." Bohong Susan.
"Tapi kamu main aman, kan?"
"Iya."
"Bagus!"
Susan terdiam ... pokonya dia akan melakukan apapun agar wanita yang bernama Nadira itu pergi dari kehidupan Rama dan anaknya ... ia sudah merancang rencana agar Rama mau kembali padanya lagi.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1