Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan
Bab 36 : Kedatangan seseorang.


__ADS_3

Tujuh tahun pernikahan.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Setelah kepergian Ibunya, Rama melangkah ke ruangan tempat Rama istirahat. Ia akan bersiap untuk meeting bersama coleganya yang tidak dapat di wakilkan pada siapapun ... namun di saat bersamaan, seorang wanita cantik masuk kedalam gedung sambil membuka kecamatan.


Semua karyawan yang melihat wanita cantik itu langsung membelalakan mata mereka.


''It-itu ...''


''Apa Rama ada di ruangannya?'' Tanya wanita itu.


Kedua resepsionis menelan ludahnya dan mengangguk. ''Ad-ada, Bu.''


''Baiklah.'' Jawabnya dengan angkuh, lalu dia berjalan dan masuk kedalam lift menuju ruangan Rama.


Setelah sampai di ruangan Rama, wanita itu masuk kedalam ruangan walau ia sudah di hentikan oleh sekretaris namun wanita itu tidak perduli.


''Tidak ada perubahan sama sekali,'' ujar wanita itu, lalu duduk di sofa menunggu Rama.


Sementara Rama yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian bergegas keluar dari ruang ganti, namun Rama kaget melihat seorang wanita duduk di sofa tepat di depannya.


"Susan?" panggilnya, sambil mengerutkan dahi. Ia tidak menyangka jika mantan istrinya itu tiba-tiba saja datang ke kantornya.


Susan tersenyum dan berdiri.


"Hai, Mas Rama. Aku kangen loh, Mas. Kamu sibuk nggak hari ini?" tanya Susan dengan manja dan langsung menggelendot pada Rama. Namun, dengan cepat Rama langsung menepis tangan Susan yang menggelendot padanya.

__ADS_1


''Ngapain kamu ke sini! Dasar tidak tau malu.''


''Mas, kenapa bicara seperti itu ... aku ini Ibunya anakmu loh Mas.''


Rama berdecih sambil membenarkan dasinya.


''Mas, aku tanya kamu sibuk nggak? Kita jalan jalan yu, sama Ruby ... aku kangen jalan-jalan bertiga.''


"Aku sibuk, maaf. Lagi pula seingatku kita sekarang ini sudah bukan suami istri lagi. Sekarang, bisa tolong minggir? Aku ada meeting penting yang harus aku hadiri."


Rama tak peduli dengan kehadiran Susan. Lagi pula apa dirinya tidak tau malu datang padanya setelah apa yang dia lakukan di masalalu? dan sekarang datang seakan tidak terjadi sesuatu.


Rama pun keluar dari ruanganya dan menyuruh sekretarisnya untuk mengambil berkas-berkas penting dan langsung melangkah menuju ruangan meeting.


Sementara Susan yang melihat Rama yang dingin padanya hanya menghela nafasnya, ia sudah bulat akan memperbaiki segala kesalahan yang sudah dia lakukan di masalalu.


Rama yang melihat Susan masih berada di ruangannya langsung memanggil sekretarisnya.


''Ada apa, Pak?''


"Katakan pada security, lain kali jika wanita itu datang, jangan di perbolehkan untuk masuk. Sekarang biarkan saja dia sampai bosan menunggu di sana. Saya tidak akan kembali ke kantor. Jika ada yang harus aku tandatangani bawa saja nanti ke rumah," kata Rama.


β€œTapi Pak, itu kan bu Susan? Bapak yakin jika dia datang lagi harus diusir?” tanya Sekretaris itu.


β€œDia bukan istri saya lagi. Jadi tidak perlu takut untuk mengusir dia! Dia sangat mencemari lingkungan.''


''Baik, Pak.''

__ADS_1


Rama pergi dan mengundurkan pertemuannya dengan coleganya, moodnya sudah turun karna kedatangan orang yang tidak dia harapkan. Bayang-bayang masalalu datang di pikirannya dan menganggu sekali untuk di ingat.


'Wanita sialan itu benar-benar tidak tau malu! Aku harus cepat menikahi Nadira agar Susan tidak besar kepala dan menyangka jika aku masih menunggu dirinya.'


Rama mengambil ponselnya dan menghubungi anakbuahnya.


(Hallo, Bos.)


(Bagaimana persiapannya?)


(Tinggal 50% lagi Bos.)


(Baiklah, kau urus segalanya. Aku ingin duduk manis tanpa memikirkan apa yang harus aku lakukan.)


(Tapi Bos, apa calon pengantinnya ada? Saya takut jik--)


(Kau gila! Tentu saja calon mempelai wanitanya ada! Kau pikir aku akan menikah dengan kambing!)


(He he he ... baik Bos, Maaf.)


(Sudah, cepat urus segalanya.)


β€’


...πŸ€πŸ€πŸ€...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2