Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan
Bab 37 : Mengajak berlibur.


__ADS_3

Tujuh tahun pernikahan.


...🍀🍀🍀...


''Sayang ... Papah pulang.'' Teriak Rama antusiasi.


''Papah!'' Ruby berteriak ketika Papahnya pulang dan berlari dari arah dapur.


Sedangkan Nadira merasa heran melihat Rama yang pulang sebelum waktunya. ''Tumben dia balik siang, biasanya malam.'' cicit Nadira sambil memotong kue.


Sementara Ruby tentu saja senang saat melihat sang ayah pulang cepat. “Papah, papah ... Ruby senang papah pulang cepet. Jadi, bisa main dan makan sama-sama,” kata Ruby.


“Loh, kamu belum makan?” tanya Rama.


Saat ini memang sudah lewat jam makan siang.


“Tadi dia udah makan kue yang aku buat. Jadi, memang dia belum makan nasi,” jawab Nadira dari arah dapur, lalu meletakkan kue yang baru saja matang.


Setelah Nadira dan Ruby main di Mall, Nadira sengaja mengajak Ruby untuk membuat kue yang dia bisa ... agar Ruby melupakan apa yang sudah terjadi. Nadira memang membuat Japanese chese cake untuk Ruby, dan ternyata anak itu sangat menyukainya sehingga Ruby makan agak banyak dan ia sedikit terlambat makan nasi.


“Papah tau ... kue buatan tante Nadira enak banget, papa harus coba,” kata Ruby dengan semangat.


Kemudian, gadis kecil itu mengambil sepotong kue dan memberikannya kepada Rama.


Saat Rama mencicipi kue yang diberikan Ruby, ia harus setuju jika memang kue buatan Nadira itu enak sekali.


Rama melihat Nadira dan tersenyum, ''Makasih untuk hari ini, kalau tidak ada kamu ... aku tidak tau bagaimana pisikis Ruby.''


''Tidak apa-apa, sudah tanggung jawabku. Oh iyaaa, kenapa pulang cepat? Tumben?” tanya Nadira.


"Ya nggak apa-apa. Memang ada larangan untuk pulang kerja cepet? Aku kan kangen sama calon istri," bisik Rama asal. Yang mana membuat Nadira mencebikkan bibirnya sebal.


“Ga usah aneh-aneh, deh,” kata Nadira.


“Aku kan ngomong apa adanya,” jawab Rama.


"Kau ini, kenapa sih suka sekali menggodaku? Lagi pula menikah itu bukan hal yang bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. Perlu persiapan ini dan itu. Mana mungkin bisa terlaksana dalam waktu cepat."


Rama tertawa, "Kau lupa? Aku pernah mengatakan kepadamu kan, kalau aku sudah mempersiapkan semua? Hanya tinggal undangan saja. Kau tidak percaya?" tanya Rama.

__ADS_1


''Kapan kau pernah mengatakannya? kok aku nggak ingat.''


Rama menyunggingkan bibirnya dan mendekat pada Nadira, ''Apa perlu aku ingatkan?'' Rama menatap Nadira penuh dengan minat.


Nadira gugup dan mundur satu langkah.


"Kau tidak main-main ya saat mengatakan hal itu?" tanya Nadira, karna dia pikir Rama hanya mengatakan bualan saja.


"Sejak kapan seorang Rama Digantara pernah main-main? Aku tidak pernah main-main, Nadira."


Nadira menghela napas panjang. Sampai kini, ia masih ragu akan satu hal. Dan, saat ini ia ragu pada dirinya sendiri apakah dia benar-benar akan melepaskan status jandanya? bahkan ia menyandang status janda belum genap tiga bulan.


"Aku tau apa yang saat ini kau pikirkan."


"Apa...?" tanya Nadira.


"Kau memikirkan mantan suamimu, bukan? Nadira, aku tau mungkin apa yang mantan suamimu lakukan padamu tidak baik. Tapi, bukan berarti kau bisa menyimpan dendam dan sakit hati berlarut- larut. Tidak semua lelaki sama seperti dia. Aku tidak pernah berniat untuk mempermainkan dirimu. Kita sama-sama pernah dikhianati oleh pasangan masing-masing, jadi aku ga mungkin melakukan hal yang sama. Maukah kamu melangkah bersamaku melupakan semua dan memulai hari yang baru?"


Nadira tidak menjawab, tetapi apa yang dikatakan oleh Rama cukup untuk membuatnya merasa sangat terharu.


“Akan aku pikirkan lagi,” kata Nadira.


“Papah sama tante ngomongin apaan sih?” tanya Ruby.


“Urusan orang gede, Sayang. Ya sudah, kita makan kuenya sama-sama, yuk?” kata Nadira.


Mereka pun makan kue itu bersama dengan nikmat. Beberapa kali Rama tampak menatap Nadira penuh arti ... sementara Ruby asik dengan makanannya.


“Sayang ... Ruby mau liburan?” tanya Rama tiba-tiba kepada Ruby.


Gadis cilik yang sedang mengunyah kue itu langsung bersorak gembira mendengar kata liburan.


“Waah, mau! Aku mau liburan. Memang Papah mau ajak aku ke mana?” tanya Ruby.


“Nggak jauh-jauh. Gimana kalo ke Yogya aja? Kita bisa jalan-jalan ke Borobudur dan tempat wisata lainnya, kamu mau?” tanya Rama kepada Ruby.


Gadis kecil itu langsung menganggukkan kepalanya kuat-kuat.


“Mau! Ke mana aja asal sama Papa dan ... Tante Nadira boleh ikut ya, Pa?”

__ADS_1


“Ya jelas aja boleh, Sayang. Kita berangkat lusa. Biar papa siapkan tiketnya,” kata Rama sambil melirik Nadira.


“Loh kenapa jadi liat saya?” tanya Nadira dengan polosnya.


Ingin rasanya Rama menggigit wanita cantik di hadapannya ini. Sangat polos dan begitu menggemaskan.


“Ya jelas harus liat kamu. Kamu punya tugas buat siapin semua, termasuk perlengkapan saya untuk berlibur,” kata Rama.


“Iya, nanti aku siapkan,” jawab Nadira.


Nadira pun segera melangkah pergi setelah mereka selesai dengan kuenya.


“Ingat ya, siapkan koperku juga. Jangan hanya koper milik Ruby. Kamu siapkan juga pakaianmu, kita di sana mungkin seminggu,” kata Rama.


“Iya, nanti akan aku siapkan semuanya.”


Rama hanya menganggukkan kepalanya. Ia pun segera beranjak pergi sementara Ruby pergi ke kamarnya bersama dengan Nadira.


“Aku seneng deh, Tante karena udah lama banget papa nggak ajak jalan-jalan. Mama juga dulu selalu sibuk sendiri,” kata Ruby dengan sedih.


Nadira memeluk gadis kecil itu dengan penuh kehangatan. Tanpa ia sadari ia sudah jatuh cinta kepada Ruby. Selama ini ia selalu menginginkan seorang anak tetapi tidak bisa. Apakah ini pertanda jika ia harus menerima lamaran dari Rama?


Jika ia menerima Rama, maka Ruby akan menjadi anaknya secara otomatis bukan?


“Tanteee ... kok malah bengong sih?” tanya Ruby.


Nadira tertawa kecil dan membelai gadis itu dengan lembut.


“Maaf, Sayang. Tante hanya ga fokus aja, dan ga tau kenapa tante senang aja kalo liat kamu lagi ngomong kayak gini.”


“Tante sayang ga sama aku?” tanya Ruby.


Nadira membawa Ruby ke dalam gendongannya dan mencium pipinya dengan gemas.


“Ya tentu saja tante sayang.”


“Kalo gitu, tante mau ya jadi mamaku?”


•

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2